Rabu, 30 Maret 2022

Bupati Bandung Raih Penghargaan Dari Perpustakaan Nasional


SOREANG, JELAJAH NEWS - Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna menerima penghargaan dari Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas prestasinya menjadikan Perpustakaan Umum Kabupaten Bandung sebagai Rujukan Nasional Akreditasi Perpustakaan Terbaik III.

Piagam penghargaan untuk Bupati Bandung tersebut diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga kepada Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Yosep Nugraha mewakili Bupati Bandung. 

Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan disela-sela kegiatan  Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan yang dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

"Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita dalam membangun literasi masyarakat untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang bedas literat," kata Dadang Supriatna kepada wartawan, Selasa siang. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung menyampaikan terima kasih kepada seluruh penggiat literasi atas perjuangan dan kerjasamanya dalam pembangunan literasi di Kabupaten Bandung, terutama dalam memajukan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung. 

"Dengan harapan perpustakaan dapat bertransformasi dalam membangun ekosistem digital dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Literasi Kabupaten  Bandung : bedas, keren dan asyik," ungkapnya. (*)

Foto Dok Pemkab Bandung

Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna diwakili oleh Kepala menerima penghargaan dari Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas prestasinya menjadikan Perpustakaan Umum Kabupaten Bandung sebagai Rujukan Nasional Akreditasi Perpustakaan Terbaik III, Selasa (29/3/2022).

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar

Panen Raya Padi di Desa Ciparay Kabupaten Bandung


Ciparay, Jelajah News - Kelompok Tani Sumber Rejeki III  bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, dan Pemerintah Provinsi Jabar melaksanakan kegiatan Panen Raya Padi di Blok Parigi Desa Ciparay Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Selasa  pagi (29/3/2022). Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Baraya Rajiv serta beberapa perwakilan dari  perusahaan Pupuk Hayati Cair Extragen dan pihak lainnya.

Panen Raya Padi ini merupakan hasil pertanian  para petani yang menggunakan pupuk hayati cair  extragen dalam bertani sehingga dapat meningkatkan panen produksi pertanian padi yang sebelumnya hanya 6,5 ton per hectare,  meningkat menjadi 8 ton per hektare, bahkan ada yang mencapai 9 ton per hektare. 

Dalam kegiatan ini, Bupati Bandung H.M Dadang Supriatna diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian Kabupaten Bandung H. Agus Firman dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandug, H. A. Tisna Umaran. Dalam Sambutannya mewakili Bupati Bandung, H. Agus Firman mengatakan bahwa pelaksanaan panen raya padi ini merupakan salah satu bentuk hasil pembangunan pada sektor pertanian yang diarahkan untuk mewujudkan kebangkitan ketahanan pangan dan pertanian dalam lingkup regional dan nasional.

"Pencapaian tersebut dilakukan melalui berbagai kebijakan, di antaranya dengan pemanfaatan sumber daya dan budaya lokal, teknologi inovatif, serta peningkatan pemberdayaan ekonomi pertanian," tutur Agus Firman, saat mewakili Bupati Dadang Supriatna kepada wartawan usai panen raya padi. 

Selanjutnya Agus Firman mengatakan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Bandung saat ini memiliki prospek usaha yang cukup tinggi.

"Hal ini ditandai dengan meningkatnya produksi,  pengelolaan dan pemasaran produk pertanian Kabupaten Bandung keluar daerah, regional maupun internasional," ungkapnya.

Agus Firman menyebutkan, produk unggulan tersebut antara lain padi organik bersertifikat dari Lembaga sertifikasi di bidang organik yaitu  INOFICE serta beberapa roduk pertanian yang sudah berbentuk korporasi seperti korporasi jagung hibrida, korporasi kopi, korporasi hortikultura, serta komoditi unggulan lainnya seperti kentang, bawang merah, susu sapi dan umbi arnet. 

Dikatakannya, khusus pada komoditi padi terdapat unggulan yaitu padi ketan hitam yang diekspor ke Jepang. "Ketan hitam ini sangat baik untuk dibuat sake, juga padi merah organik yang baik untuk makanan kesehatan yang  rendah kalori dan dikerjasamakan dengan Tropicana Slim. Kemudian beras putih organik kerjasama pemasarannya dengan Kalbe Farma. Tepung beras organik kerjasama pemasarannya dengan PT Retailindo," jelasnya. 

Pemkab Bandung, menurut Agus Firman, menyadari bahwa produksi padi belum optimal yaitu sekitar 6,3 ton sampai dengan 6,5 ton per hektare. "Walaupun kita ketahui, para petani padi di Kecamatan Ciparay ini sudah ada yang menghasilkan produksi antara 8 ton sampai 9 ton per hektate," ujarnya. 

Dari permasalahan itu, lanjutnya, diperlukan adanya inovasi untuk meningkatkan produksi pertanian, di antaranya pemanfaatan pupuk hayati cair extragen dari PT Indorama Mitra Persada 168. "Pemanfaatan pupuk ini sudah terbukti melalui aplikasi di Kelompok Tani Sumber Rejeki III Blok Parigi Desa Ciparay, dapat meningkat yang semula 6,5 ton per hektare menjadi 8 ton per hektare," jelasnya. 

Ia juga berharap kepada  perusahaan tersebut untuk memberikan bantuan pembinaan, pendampingan dan bantuan CSR berupa pupuk, sarana produksi kepada para petani dan fasilitas penunjang bagi penyuluh pertanian. "Agar termotivasi membantu meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya 

Agus Firman pun turut menjelaskan bahwa potensi sumber daya lahan sawah di Kabupaten Bandung seluas 31.158 hektare dan lahan kering 73.000 hektare.

"Apabila sumber daya ini terus dikelola secara baik serta penggunaan teknologi budidaya yang sempurna, maka target pemerintah untuk peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung akan segera bisa diwujudkan," katanya.

Beliau  juga turut mengapresiasi upaya para petani di Ciparay karena setiap tahun Desa Ciparay ini berhasil mengelola lahan pertaniannya dengan baik. "Para petani sukses menggarap lahan pertanian sampai dilaksanakan panen raya," ucapnya.

Agus Firman berharap pada momen panen raya ini dapat memberikan semangat bagi para petani di Kabupaten Bandung untuk lebih berinovasi dan membawa kemajuan di bidang pertanian.

"Lebih baik lagi membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan peningkatan ketahanan pangan," katanya. 

Disebutkannya sektor pembangunan pertanian akan tetap menjadi andalan sebagai lokomotif pembangunan perekonomian di Kabupaten Bandung.

"Berbagai komoditas pertanian adakan selalu ditingkatkan melalui program-program yang saat ini sedang berjalan. Di antaranya perluasan tanaman komoditi strategis, peningkatan mekanisme pertanian, sistem bertani dengan agro solution Bedas serta penyediaan kartu tani Sibedas yang meliputi asuransi untuk seluruh areal tanaman padi, yaitu 31.158 hektare. Selain itu 7.900 ekor sapi produktif. Jumlah kartu tani yang siap sebar sejumlah 42.000 kartu tani," pungkasnya. 

Sumber : Pemkab. Bandung/Asdar

Hadiri Healthy Cities Summit, Bupati Targetkan Wistara Tahun 2023



SEMARANG, JELAJAH NEWS - Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri kegiatan Forum Kota/Kabupaten Sehat (FKKS) atau Healthy Cities Summit di Patra Semarang Hotel & Convention, Kota Semarang, Senin (28/3/2022).

Dadang menyampaikan, pihaknya akan mendorong seluruh perangkat daera, masyarakat dan Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS) untuk bersinergi meraih penghargaan Swasti Saba dengan predikat Wistara pada tahun 2023 mendatang.

“Saya minta semuanya kompak dan fokus untuk mewujudkan Kabupaten Bandung sehat dari berbagai tatanan, seperti sarana prasarana, masyarakat sehat mandiri, pariwisata dan lalu lintas,” ujar Bupati Dadang Supriatna.

Sementara Pembina FKBS, Marlan menerangkan, Healthy Cities Summit dilaksanakan mulai dari 27 hingga 30 Maret 2022, salah satunya bertujuan dalam rangka evaluasi pelaksanaan kabupaten/kota sehat di Indonesia.

“Hampir 514 kabupaten/kota di Indonesia berkumpul mengikuti kegiatan ini. Terdapat beberapa daerah yang implementasinya sudah maju, sehingga bisa kita jadikan bahan evaluasi,” jelasnya.

Guna menghadapi penilaian KKS pada tahun 2023, Marlan menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus berupaya menekan angka Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“ODF kita sudah di angka 71 persen, sedangkan untuk Wistara harus 100 persen. Insya Allah dengan kolaborasi yan terjalin dari semua pihak, Kabupaten Bandung bisa bebas dari BABS. Karena ini adalah salah satu persyaratan Wistara,” terang Marlan.

Sedangkan Ketua FKBS Kabupaten Bandung Emma Dety Dadang Supriatna berkomitmen akan meningkatkan predikat Padapa ke Wistara.

“Tidak semata hanya meraih predikat wistara, tapi yang terpenting bagaimana masyarakat Kabupaten Bandung Sehat  bisa terwujud sepenuhnya,”  pungkas Emma.

Sumber:Pemkab Bandung/Asdar

Senin, 28 Maret 2022

Penutupan dan Serah Terima Praja Utama Peserta Praktek Lapangan IPDN Tahun 2022

SOREANG, JELAJAH NEWS - Sebanyak 454 Praja  telah selesai melaksanakan praktek lapangan IV bagi satuan Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri IPDN angkatan XXIX dimana sebelumnya selama 19 hari  telah disebar ke 85 desa dan 6 kelurahan yang ada di 10 Kecamatan Kabupaten Bandung.

Mewakili Bupati Bandung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bandung, H. Marlan hadir  dalam  Penutupan dan Serah Terima Praja Utama Peserta Praktek Lapangan IPDN yang berlangsung di Gedung M. Toha, Jum'at pagi (25/03/22). 

Dalam sambutannya Asisten Ekbang H. Marlan menyampaikan  bahwa "Kehadiran Praja yang melakukan praktek lapangan di desa-desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bandung ini diharapkan bisa melihat kondisi masyarakat di Kabupaten Bandung secara utuh dan bisa menganalisa persoalan-persoalan yang ada  sehingga menjadi bahan di kampus untuk  dibedah dan bisa mencari solusi yang nantinya bisa memberikan  kontribusi kepada daerah"

"Bagaimana persoalan persoalan yang ada di  lapangan bisa menjadi bahan kebijakan selanjutnya  karena  mungkin saja ada hal-hal yang tidak ditemukan oleh Pemerintah Daerah tapi ditemukan para Praja,   sehingga  ini bisa menjadi sebuah referensi dalam pengambilan kebijakan  regulasi tersebut," ucap Marlan

Mewakili,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bandung juga mengucapkan terima kasih dan apresiasinya atas kontribusi yang  sudah dilakukan para Praja yg sudah melakukan praktek lapangan, diharapkan apa saja permasalahan yang sedang terjadi baik itu permasalahan sosial, ekonomi, budaya dan yang lainnnya yang ada di Kabupaten Bandung bisa memberikan solusi atas permasalahan tersebut

"Saya cukup apresiasi kepada seluruh peserta praktek kerja lapangan yang masih semangat menjalani seluruh aktifitas ini dengan niat baik untuk mempersatukan diri sebagai salah satu elemen pembangunan, dan diharapkan bisa merumuskan solusi pembangunan seperti bagaimana menetapkan target yang jelas dan bagaimana membangun komitmen,  bagaimana melaksanakan kompetensi, melakukan kontrol atau pengawasan, bagaimana membangun inovasi yang kreatif bagi masyarakat, kolaborasi koordinasi dan komunikasi serta yang lebih penting dalam pemerintahan ini adalah bagaimana membangun integritas yang baik untuk mendukung terciptanya pemerintah yang baik dan bersih, " lanjut Marlan.

Sebagai penutup Marlan menyampaikan kepada seluruh Praja bahwa melalui kerjasama Pentahelix para Akademisi diharapkan bisa mengidentifikasi permasalahan dan bisa menjadi bahan serta memberikan solusi untuk pemerintah daerah dalam menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi, seperti salah satunya  permasalahan stunting dan banjir di kabupaten Bandung. 

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar

Jumat, 25 Maret 2022

Jelajah Wisata HPN 2022, Ka. Diskominfo Kab. Bandung: Tingkatkan Semangat Kerjasama Pentahelik


RANCABALI, JELAJAH NEW - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Bandung H. Yudi Abdurahman  menyampaikan sejumlah program kerja Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna termasuk semangat kerja dalam menarik investasi untuk peningkatan pembangunan  di Kabupaten Bandung.

Dalam sambutannya Yudi Abdurrahman menyampaikan bahwa Bupati Bandung memiliki perhatian yang tinggi  pada peningkatan investasi untuk kepentingan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

"Pak Bupati Bandung sangat fokus pada peningkatan program pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat," kata Yudi saat menghadiri acara puncak jelajah wisata Hari Pers Nasional 2022 di Obyek Wisata Glamping Lakeside  Rancabali Kabupaten Bandung, Kamis (24/3/2022).

Mewakili Bupati Bandung, Yudi pun mengungkapkan bahwa Bupati Bandung bersama jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Bandung sedang semangat dalam melaksanakan kegiatan program unggulannya, seperti Saba Desa atau Bupati Ngamumule Desa (Bunga Desa). Bupati Bandung sudah melaksanakan kegiatan Bunga Desa di Kecamatan Pangalengan, Pacet, Cikancung, Cilengkrang, Rancabali dan Nagreg. Namun untuk di bukan suci Ramadan, Bupati akan nenginap di lingkungan pondok pesantren.

Yudi pun mengungkapkan Bupati Bandung sudah mewacana pembangunan Tol Soreang tembus Cianjur melalui kawasan wisata Bandung Selatan. Pembangunan Tol Soreang yang tembus ke Pangalengan itu akan membangkitkan ekonomi wisata di wilayah Bandung Selatan. Wacana peningkatan infrastruktur di Kabupaten Bandung itu sudah tersosialisasi kepada masyarakat secara bertahap. 

"Kawasan wisata alam yang ada di wilayah Bandung Selatan itu bisa menjadi wisata edukasi. Walau Kabupaten Bandung tak punya laut, tapi bisa memberikan kemudahan kepada masyarakat dari sisi pelayanan kebahagiaan," ungkapnya. 

Yudi sangat mengapresiasi dan menyambut gembira dengan adanya jelajah wisata pada Hari Pers Nasional tersebut. Ia pun mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. 

"Mudah-mudahan melalui Hari Pers Nasional ini dapat menjadi motivasi dan meningkatkan semangat kita untuk membangun kerjasama pentahelix antara pemerintah dengan awak media," ungkapnya. 

Dalam sambutannnya beliau pun berharap melalui momentum Hari Pers Nasional ini dapat meningkatkan semangat dalam peningkatan pembangunan di Kabupaten Bandung. 

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bandung H. Rahmat Sudarmaji mengatakan bahwa pada event jelajah wisata pada  Puncak peringatan Hari Pers Nasional ini merupakan bagian dari pelaksanaan kerjasama pentahelix antara PWi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bandung. beliau pun mengungkapkan, para wartawan yang mengikuti jelajah wisata Hari Pers Nasional ini turut menikmati kondisi wisata di Kecamatan Rancabali, di antaranya kawasan wisata Glamping Lakeside dan Situ Patenggang. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua PWI Jabar yang sudah memberikan kepercayaan hajatan besar ini kepada PWI Kabupaten Bandung, walaupun dalam pelaksanannya tak memuaskan. Namun saya percaya kepada teman-teman ini dapat berkenan," ungkapnya.

Rahmat memberikan suport kepada para panitia yang sudah bekerja keras dan mempersiapkan pelaksanaan hingga puncak Hari Pers Nasional.

"Kenanglah kami sebelum pulang, sehingga kami merasa bangga dan kelelahan kami tidak menjadi sia-sia," katanya. 

Dalam kegiatan ini, PWI Kabupaten Bandung  memberikan penghargaan kepada beberapa mitra kerja PWI di antaranya Hotel Sunshine, Geodipa, Glamping Lakeside, Diskominfo Kabupaten Bandung serta BPN Kabupaten Bandung. Selain itu pihak penyelenggara juga menyerahkan santunan kepada anak yatim yang sengaja dihadirkan pada kegiatan Jelajah Wisata sebagai bagian dari Puncak Hari Peran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2022. 

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar

UMKM Kabupaten Bandung Ikut Serta dalam Kegiatan International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-22


JAKARTA, JELAJAH NEWS - Pada hari Rabu (27/3/22) diselenggarakan Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke22 di Balai Sidang Jakarta Convention Center  (JCC). Kegiatan pameran ini digelar selama lima hari dari tanggal 23-27 Maret 2022.  Inacraft merupakan salah satu pameran industri kerajinan  terbesar di Asia tenggara yang secara rutin digelar di Jakarta setiap tahunnya dan menjadi salah satu ajang pameran yang paling diminati para penggiat dan penggemar produk kerajinan dalam negeri. 

Tema yang diusung dalam perhelatan Pameran INACRAFT 2022 ini adalah “Smiling Heritage of West Java; From Smart Vilage to Global Market”. Peserta yang terlibat dalam Pameran INACRAFT 2022 ini terdiri dari 510 peserta perorangan, 169 peserta dari UMKM yang menjadi binaan Pemerintah Daerah serta 43 dari binaan BUMN. Di ajang bergengsi produk kerajinan ini , terpilih Jawa Barat menjadi ikon INACRAF 2022, Delegasi Jawa Barat   memamerkan 335 produk UMKM yang sudah dikurasi.

Pameran INACRAFT 2022 secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Dalam sambutannya Presiden mengajak kepada seluruh masyarakat untuk lebih mencintai produksi dalam negeri terutama produk-produk kerajinan. “Ini akan memajukan para pengrajin kita, memajukan UMKM kita,” ungkap beliau.

Momentum ajang pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara ini juga menjadi perhatian bagi pengembangan UMKM di Kabupaten Bandung. Pemerintah Kabupaten Bandung melalui beberapa UMKM yang menjadi binaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) turut  berperan sebagai peserta dalam perhelatan akbar ini.

Sebagai pimpinan delegasi Kabupaten Bandung, Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Supriatna turut menghadiri  kegiatan ini. Emma Dety bertutur, bahwa pameran kerajinan INACRAF ini baru kembali  dilaksanakan setelah dua tahun  dikarenakan pandemi covid-19, Kabupaten Bandung sendiri mengikutsertakan 12 UMKM untuk  berpartisipasi memperkenalkan produk-produk kerajinan khas Kabupaten Bandung.

"Produk  unggulan yang ditampilkan di Pameran INACRAF 2020 ini hasil kreasi UMKM yang ada di Kabupaten Bandung, ke depan diharapkan akan lebih banyak lagi pelaku UMKM yg bisa ikut terlibat dalam pameran ini”, demikian disampaikan Emma Detty.

Sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung,  Emma Dety berharap pameran ini bisa lebih membangkitkan dan menggairahkan   para pelaku UMKM Kabupaten Bandung, untuk bisa lebih dikenal bukan hanya tingkat nasional tapi bisa berkiprah dan berdaya  saing di dunia  internasional.

Disampaikan pula oleh Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung Dicky Anugrah bahwa  pameran kerajinan INACRAF ini dapat dijadikan  sebagai ajang promosi produk unggulan kabupaten Bandung untuk bisa mengangkat dan mampu berdaya saing di pasar global  apalagi  kualitas produk UMKM  Kabupaten Bandung cukup diperhitungkan dan tidak diragukan lagi.

"Jenis produk  UMKM asal Kabupaten Bandung yang ditampilkan terdiri dari Fashion Bordir dan Aksesoris Batu Lilit dari Soreang , UMKM Milenial Kain Bulao, wayang golek jelekong, Kerajinan Kaca Mozaik dari Cimenyan, Jeans Bordil Manual, berbagai kreasi Warung Ibun, Tas Batik dari Sadu, Rumah Sandal Geulis dari sisa bahan batik  serta beberapam produk unggulan lainnya, semua produk yang  dipamerkan adalah hasil seleksi di Kabupaten Bandung," demikian disampaikan Dewi Windiani SH,  fasilitator Promosi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung.

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar

Rabu, 23 Maret 2022

Jadi Pilot Project, Wapres Kunjungi Ponpes Al Itifaq Rancabali


RANCABALI, JELAJAH NEWS - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin melakukan monitoring pelaksanaan pilot project korporatisasi pertanian, dalam mendukung ekosistem halal value chain (rantai nilai halal) berbasis koperasi pesantren (kopontren) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Itifaq, Rancabali, Selasa (22/3/2022).

Sebelumnya, pemerintah pusat telah menetapkan Al-Itifaq sebagai pilot project pada 27 April 2021 lalu.

Adapun pengembangan ekosistem rantai nilai halal Al-Ittifaq dilakukan melalui Integrated Farming with Technology and Information (Infratani), packing house, dan platform virtual market Alifmart yang merupakan upaya mendorong ketahanan pangan berbasis kemandirian ekonomi  pondok pesantren.

Bupati Dadang Supriatna berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi daya ungkit bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung. Hal itu selaras dengan salah-satu sasaran pembangunan pemerintah daerah, yakni meningkatkan daya saing sektor, pertanian, perkebunan dan peternakan.

“Al-Itifaq ini tidak hanya bergerak dalam pendidikan agama Islam saja, namun lebih dari itu. Pesantren ini juga bergerak dalam bidang ekonomi di sektor pertanian agrikultur, peternakan, dan perikanan juga koperasi,” ucap Dadang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung sendiri, lanjut bupati, akan terus berkomitmen meningkatkan dan mendukung program pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat itu.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, pangan merupakan sektor ekonomi yang tidak terpengaruh pandemi covid-19. Diketahui, hingga saat ini lebih dari 3.000 usaha baru lahir di Jabar, salah-satunya Ponpes Al-Itifaq.

“Dalam dua tahun terakhir kami mengkaji hampir seluruh sektor ekonomi turun, kecuali pangan dan teknologi. Jika dua aspek ini dikolaborasikan, kami meyakini bisnis panan akan mendapat perhatian masyarakat beberapa tahun ke depan,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan wisuda bagi 1.000 petani milenial di Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Kami ingin membuktikan bahwa masa depan itu tinggal di desa. Jadi kami punya slogan tingal di desa, rezeki kota dan bisnis mendunia,” Tutur RK sapaan akrab Gubernur Jabar.

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar

Skye Digipreneur Fasilitasi Khitanan Anak-Anak di Rancaekek


RANCAEKEK, JELAJAH NEWS – Pada hari Selasa, pagi  (22/3/2022) telah dilaksanakan kekegiatan Khitanan di lingkungan pendidikan SMP-SMK Skye Digipreneur di Jalan Walini Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.

Camat Rancaekek Diar Hadi Gusdinar turut hadir di lingkungan sekolah yang didirikan dengan tujuan untuk mencetak para pengusaha muda tersebut. Ketua Yayasan Skye Media Cipta Teknologi Ajeng Komala, Ceo SMP Skye Digipreneur Agus Gandara dan beberapa pihak lainnya, tampak hadir pada pelaksanaan khitanan massal yang melibatkan 15 anak tersebut. Belasan anak yang dikhitan ini merupakan warga Desa Bojongloa dan Rancaekek Wetan, warga desa terdekat ke lokasi lembaga pendidikan SMP-SMK Skye Digipreneur. 

Camat Diar didampingi Agus Gandara terlihat menemui anak yang baru dikhitan. Para orang tua maupun kerabat dari anak yang dikhitan tampak bahagia, setelah anak-anaknya selesai dikhitan dalam kondisi sehat dan selamat. 

Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna melalui tayangan video yang dikirimnya memberikan  gucapan selamat kepada anak-anak. Dalam sambutannya melalui video, Bupati Bandung meminta maaf karena tidak dapat menghadiri pelaksanaan khitanan massal tersebut. Hal itu sehubungan pada waktu yang bersamaan, Dadang Supriatna harus mendampingi Wakil Presiden KH. M'ruf Amin yang melakukan kunjungan kerja ke Rancabali Kabupaten Bandung.

"Semoga, anak yang dikhitan menjadi anak saleh dan kelak di masa mendatang menjadi pemimpin terbaik," ujar Dadang Supriatna.

Sementara itu, Camat Rancaekek Diar Hadi Gusdinar sangat mengapresiasi pelaksanaan khitanan massal tersebut. "Apalagi sekolah ini untuk mencetak para pengusaha muda yang tangguh dan kuat dalam menghadapi tantangan zaman kedepannya," kata Diar Hadi dalam sambutannya.

Camat juga turut mengungkapkan Visi Misi Kabupaten Bandung Bedas, yaitu bangkit, edukatif, dinamis, agamis dan sejahtera yang sejalan dengan kegiatan khitanan di Rancaekek ini. "Ini sejalan dengan konsepnya Skye Digipreneur, kita ingin lebih kuat, lebih hebat, bangkit, dan disisi edukatif maupun pengetahuannya, keahlian, keterampilan dari anak-anak muda ini lebih meningkat. Sedangkan dinamis mengikuti perkembangan zaman atau sesuai dengan perubahan, karena di lingkungan Skye Digipreneur ini mengusung semangat perubahan ke arah yang lebih baik," ungkapnya. 

Dalam wawancaranya dengan media,  Camat Diar Hadi Gusdinar menilai Skye Digipreneur memiliki perbedaan dibanding sekolah-sekolah lainnya, karena ingin membuat sebuah perubahan yang lebih baik menuju ke arah modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai agamis. 

“Pola Pendidikan di lingkungan sekolah itu sejalan dengan visi Bandung Bedas, yaitu ingin mencetak pengusaha muslim atau pengusaha muda yang kuat dan hebat.  Titik akhirnya, adalah sejahtera. Ingin mensejahterakan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya masyarakat Kecamatan Rancaekek. Di lingkungan sekolah ini sejalan dengan Visi Misi Bupati Bandung Dadang Supriatna," ungkapnya. 

Diar Hadi juga turut menyampaikan kenaikan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Bandung yang mengalami kenaikan 0,34 poin, dan saat ini IPM Kabupaten Bandung mencapai 72,73 poin. Kenaikan IPM itu sangat membahagiakan. 

"Ini tentunya peran serta dari masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya masyarakat Kecamatan Rancaekekyang berperan  dalam menaikkan IPM Kabupaten Bandung. Yaitu dibidang pendidikan, kesehatan dan daya beli. Pendidikan ini turut memberikan kontribusi kenaikan IPM Kabupaten Bandung. IPM Kabupaten Bandung bisa jadi lebih tinggi dari Jabar dan Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Skye Media Cipta Teknologi Ajeng Komala mengungkapkan, bahwa pihaknya turut memfasilitasi anak-anak yang hendak dikhitan dan beliau berharapkan kegiatan yang sama bisa dilaksanakan di tahun mendatang karena pada masa-masa Sebelumnya, kata Ajeng Komala, para orang tua yang hendak melaksanakan khitan anaknya, harus berpikir mengenai biaya seperti biaya acara, mengundang warga sekitar, pengadaan makanan dan kebutuhan yang lainnya. 

"Sebenarnya, hal itu tidak diwajibkan oleh Allah untuk mengadakan acara-acara besar seperti itu. Dengan adanya khitanan ini, ibu-ibu sudah melaksanakan perintah Allah, sudah melaksanakan kewajiban terhadap anaknya untuk dikhitan. Berbahagialah, para ibu-ibu sudah dimudahkan untuk melaksanakan khitan terhadap anak-anainya," ucapnya.

Ajeng Komala mengatakan, kegiatan khitanan ini untuk memotivasi para siswa maupun anak-anak yang ada di luar lingkungan sekolah. 

Pengawas Yayasan, Endang Diman sangat mengapresiasi terhadap jajaran Skye Digipreneur yang sudah memfasilitasi pelaksanaan khitanan massal. "Dengan keikhlasan jajaran Skye Digipreneur, pelaksanaan khitanan massal ini bisa meriah," katanya.

Endang Diman pun mengucapkan terima kasih kepada para orang tua anak yang dikhitan sudah memberikan kepercayaan dalam pelaksanaan khitanan ini. 

"Semoga anak yang dikhitan itu menjadi anak saleh, berbakti kepada orang tuanya dan berguna bagi bangsa dan negara," katanya. 

Seorang ibu turut mengucapkan terima kasih kepada pihak Skye Digipreneur yang sudah memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada anaknya untuk mengikuti khitanan massal di lingkungan sekolah tersebut.  "Semoga sekolah Skye Digipreneur lebih baik dan lebih maju lagi," tuturnya. 

Tenaga kesehatan sedang melaksanakan khitan terhadap anak di lingkungan pendidikan  SMP-SMK Skye Digipreneur di Jalan Walini Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa (22/3/2022).

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar

Selasa, 22 Maret 2022

Penagihan Dana Bergulir Oleh Petugas Bisa Gunakan Aplikasi DS, Bupati Bandung akan Awasi Tiap Bulan dan Program Ini Sudah Dapat Izin OJK


SOREANG, JELAJAH NEWS – Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna akan serius dalam memantau penyaluran dana pinjaman bergulir kepada masyarakat yang membutuhkan untuk dimanfaatkan sebagai  modal usaha di Kabupaten Bandung.

Salah satu bentuk keseriusannya tersebut, Bupati Bandung setiap bulannya akan memantau secara intensif perkembangan dari penyaluran dana pinjaman tanpa agunan dan bunga bagi mayarakat yang besarnya mencapai Rp 2.000.000 per orang dengan lama angsuran mencapai 10 bulan dan apabila dana tersebut sudah dikembalikan oleh debitur maka bank penyalur dana pinjaman yang ditunjuk yaitu  BPR Kerta Raharja dan BJB langsung meminjamkan kembali kepada debitur yang baru.

Hal tersebut Dikatakan Bupati Bandung saat rapat terbatas koordinasi pembahasan mekanisme penyaluran dana pinjaman bergulir bersama para Pimpinan, Direksi dan Komisaris dan seluruh Kepala Cabang BPR Se Kabupaten Bandung di Rumah Jabatan Bupati Bandung kemarin.

“Saya sangat berharap BPR Kerta Raharja serius dalam menjalankan tugas dari Saya Bupati Bandung yang juga merupakan Pemilik Saham di Bank milik Pemerintah Kabupaten Bandung  untuk cepat menyalurkan pinjaman dana bergulir ini kepada masyarakat,” tegas Dadang Supriatna.

Bupati juga berharap dalam penyaluran dana pinjaman bergulir yang sudah dititipkan oleh Pemkab Bandung sebesar Rp. 40 Miliar di Bank Jabar dan BPR Kerta Raharja dalam bulan April, Mei Juni sudah maksimal disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan agar aman cara penagihannya petugas yang dipekerjakan oleh BPR penagihan tidak bertransaksi dengan uang cash, tapi bisa menggunakan aplikasi DIGITAL SAKU (DS) dan untuk memaksimalkan penyaluran maupun penagihannya minimal dibutuhkan tenaga baru sebanyak 21 orang untuk ditugaskan di setiap Kecamatan.

‘”Untuk mempercepat penyaluran dari 10 Kantor Cabang, Saran Bupati,  minimalnya dapat mengkoordinasi tiga kecamatan. Dengan jumlah 31 Kecamatan yang ada ada sekitar 4.265 RW jadi setiap Kantor Cabang dapat menangani minimalnya 4000 RW dengan rata-rata per RW sebanyak 4 orang yang mendapatkan dana pinjaman dan setelah melunasi pinjaman maka dana yang ada kembali disalurkan kepada warga yang lainnya sehingga dana bergulir dapat digunakan untuk usaha warga lainnya yang sudah masuk daftar tunggu.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan tujuan dari penyaluran dana bergulir ini, Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung dan dalam rangka peningkatan IPM memalui sektor ekonomi

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT. BPR Kerta Raharja, Aep Hendar Cahyad mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa dana pinjaman bergulir ini bukan dana hibah, artinya masyarakat harus mengembalikan dana pinjaman bergulir ini, agar dapat disalurkan kembali kepada debitur lainnya.

“Kami di BPR sudah sosialisasikan program ini, sebelum OJK menyetujui Program Pinjaman Dana Bergulir ini,” jelas Dirut BPR Kerta Raharja.

Hingga Selasa (22/3/22) dana bergulir yang sudah digulirkan kepada masyarakat sudah mencapai sekitar Rp. 1,652 Miliar. (*)

Sumber : Pemkab. Bandung/Asdar

Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Ema Dety Supriatna Lantik 10 ketua TP PKK Kecamatan



SOREANG, JELAJAH NEWS - Pada hari Senin 10 ketua TP PKK Kecamatan Kabupaten Bandung (21/3/22) dilantik di Rumah Jabatan Bupati Bandung oleh  Ketua TP-PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Supriatna,  Ketua TP PKK yang dilantik tersebut adalah PKK dari Kecamatan Cileunyi,  Banjaran,  Majalaya,  Ciparay,  Pacet,  Solokan jeruk, Baleendah,  Soreang Rancaekek dan Pasir Jambu. 

Dalam kesempatan tersebut Emma Dety, juga mengukuhkan Bunda PAUD, Bunda literasi, Bunda Genre, Bunda Forikan, Bunda FAD se- kabupaten Bandung dan  mengucapkan selamat atas dilantiknya dan memberikan  apresiasi kepada yang baru saja dilantik.

"pelantikan ini adalah  sebagai langkah menuju upaya perbaikan dalam rangka pembinaan dan juga menumbuhkan semangat baru dengan semangat baru diharapkan,  penanganan program PKK akan lebih berkembang,  mudah-mudahan menuju lebih baik dan  bisa membuat warna baru demi meningkatkan pelayanan juga pengabdian kepada masyarakat," harap Emma Dety kepada para ketua PKK yang baru dilantik

sementara itu dalam sambutannya, Emma Dety juga  mengajak kepada FAD (Forum Anak Daerah) , Bunda Paud, Bunda Genre, untuk memiliki kesamaan persepsi yang harus dijalankan dengan baik sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Bandung. "Harus kita sadari bahwa keberadaan fungsi dan jabatan sangat penting dan strategis serta harus memiliki Visi dan Misi  dalam mewujudkan Visi Kabupaten Bandung yang Bedas dengan tujuan meningkatkan kualitas pembangunan kesehatan keluarga dan kualitas manusia" ungkapnya. 

"Bunda PAUD adalah sosok yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa, sementara sebagai Bunda Literasi, akan sangat berkontribusi dalam menjadikan masyarakatnya yang literan bukan hanya aktivitas literasi semata tetapi bisa mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa meningkatkan dan mengasah keterampilan potensi masyarakat," demikian disampaikan Emma Dety.

Selain itu Emma Dety juga berharap kepada Ketua Tim PKK Kecamatan dan Bunda Genre, agar dapat menjadi ibu-ibu yang akan mampu meningkatkan pelaksanaan program Gagah  Tanggap Bencana terutama dalam upaya menyempurnakan kualitas  generasi penerus bangsa baik secara fisik maupun moral remaja,  karena menurutnya tantangan generasi muda kedepan sangat berat, oleh karenanya melalui gerakan kemasyarakatan ini para generasi mudah-mudahan dapat diasah dan ditata ke depannya.

Terkait dengan permasalahan stunting, Emma Dety juga menyampaikan pesan agar PKK mampu mendukung berbagai program dalam pengembangan dan pembangunan SDM serta membangun generasi emas dan tetap berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Bandung menjadi Kabupaten  layak anak. 

"Dengan komitmen tinggi dari PKK Kabupaten Bandung,  perangkat daerah terkait  bisa memberikan dukungannya termasuk dukungan dari pihak swasta melalui CSR untuk turut mendukung  mewujudkan kabupaten Bandung sebagai Kabupaten Layak Anak", pungkasnya

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar.

Bupati Bandung Lantik Pengurus FKBS


SOREANG, JELAJAH NEWS - Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna melantik terhadap kengurusan baru  Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS) di rumah dinas jabatan Bupati Bandung di Soreang, Senin (21/3/2022).

Dalam pelantikan tersebut, Hj. Emma Dety Supriatna ditetapkan sebagai Ketua FKBS periode 2021-2025.

Hj. Emma Dety Supriatna setelah pelantikan, mengatakan, pengurus FKBS akan melaksanakan berbagai langkah dan program kerja yang disesuaikan dengan Visi Misi Bandung Bedas. 

"Dalam pelaksanaan program kerja ini, FKBS akan menjalin komitmen dengan seluruh pemerintah kecamatan dan desa. Hal itu ditujukan dalam upaya meningkatkan kualitas program kerja FKBS yang disesuaikan dengan Visi Misi Bandung Bedas," ungkap Emma Dety dalam keterangannya  usai prosesi pelantikan. 

Emma Dety juga turut menyikapi persoalan Stunting yang masih cukup tinggi dialami oleh warga Kabupaten Bandung. "Persoalan Stunting, tak hanya menjadi sasaran pada bagian program kerja FKBS saja. Di bagian leading sektor lainnya juga, sebetulnya menjadi yang utama. Namun Masalah stunting menjadi sorotan yang utama, Kabupaten Bandung masih cukup tinggi juga masalah stunting. Masalah stunting akan dimasukkan ke program kerja FKBS," ujar Emma Dety. 

Tapi, menurut Emma Dety melanjutkan, "yang paling penting di FKBS tak hanya permasalahan stunting, namun semua permasalahan yang  berkaitan dengan kesehatan yang menjadi tugas kita.

FKBS turut merespon apa yang menjadi harapan Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna, untuk menyediakan pangan atau beras minimal satu kwintal di setiap kecamatan. Hal itu untuk persediaan membantu warga dalam kebutuhan pemenuhan pangan yang sifatnya mendadak. 

"Dalam penyediaannya nanti akan dikerjasamakan dengan Dinas Pangan dan Perikanan, yang selalu menyediakan pangan untuk kebutuhan masyarakat yang sifatnya mendadak. Seperti kita sempat memberikan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Rancaekek beberapa hari lalu," tuturnya.

beliau juga berharap kepada sejumlah pihak untuk membantu masyarakat melalui program pentahelik, di antaranya menyalurkan kebutuhan pangan melalui anggaran CSR (Corporate Social Responsibility).

"Dari program CSR itu, bisa digunakan untuk persediaan di masing-masing kecamatan," Ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna berharap dengan adanya FKBS ini dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan di Kabupaten Bandung. 

"Kita selalu mendambakan hidup sehat. FKBS bisa meningkatkan komitmen, dalam upaya menciptakan masyarakat Kabupaten Bandung Sehat," katanya. 

Bupati Bandung juga mendorong kepada FKBS untuk meningkatkan komunikasi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam upaya mewujudkan pembangunan dan masyarakat yang benar-benar sehat.

"FKBS ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membiasakan hidup sehat. Pembangunan kesehatan merupakan hal yang mutlak dan harus dilaksanakan," ujar Dadang Supriatna. 

Beliau juga berharap kepada pengurus FKBS untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama keluarga-keluarga yang rawan terjadi tindak pidana. 

"Bukan hanya sehat fisik saja, tapi harus sehat jiwanya," Imbuhnya.

Dadang Supriatna berharap keberadaan FKBS ini bisa menangani berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Bandung. 

"FKBS ini bisa membantu Program Pemerintah. Forum ini juga harus membuat program kerja sesuai dengan Visi Misi Kabupaten Bandung Bedas. Selain itu bisa meningkatkan taraf hidup dan daya beli masyarakat," harapnya.

Bupati berharap, FKBS memiliki langkah konkrit terkait dengan rencana kerja ke depan. "Dalam pelaksanaannya bisa bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan," pungkasnya. (*)

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna saat melantik pengurus baru Forum Kabupaten Bandung Sehat di rumah jabatan Bupati Bandung di Soreang, Senin (21/3/2022).

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar

Tahun 2021, Pendapatan PBB Kabupaten Bandung Surplus Hingga 116,09 %


SOREANG, JELAJAH NEWS - Tahun 2021, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Bandung mencapai Rp. 121,8 milyar, surplus sebesar Rp. 16,8 milyar atau sebanyak 116,09 persen, dari target awal yakni sebesar Rp. 105 milyar.

Sedangkan sampai 11 Maret 2022, pendapatan PBB Kabupaten Bandung sudah mencapai Rp. 14,8 milyar.

Meski begitu, Bupati Bandung Dadang Supriatna akan terus mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mereformasi penyerapan PBB, serta mendukung pihak kecamatan dan kelurahan untuk melaksanakan pemungutan pajak.

“Kami mengapresiasi kecamatan, desa dan kelurahan yang mendapat raihan pendapatan pajak tinggi. Kita patut acungkan jempol. Semoga bisa turut memotivasi kecamatan, desa dan kelurahan lainnya dalam meningkatkan perolehan pajaknya,” ucap bupati di sela Sosialisasi SOP Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB Perdesaan dan Perkantoran di Sutan Raja Hotel, Soreang, Senin (21/3/2022).

Sementara guna mempermudah masyarakat dalam membayar pajak, Kang DS sapaan akrab bupati itu mengimbau perangkat daerah terkait untuk terus menciptakan terobosan baru. Salah satunya melalui pelayanan PBB secara online serta penambahan bank tempat pembayaran.

“Diperlukan inovasi atau terobosan yang bukan saja mampu meningkatkan kesadaran para wajib pajak, tetapi juga capaian target dan manfaatnya bagi pembangunan. Seperti kita tahu PBB masih menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan,” ucap Kang DS.

Melalui kegiatan tersebut, bupati berharap pemahaman masyarakat akan pentingnya pajak dapat terus meningkat.

“Kami berharap warga Kabupaten Bandung menjadi cerdas dan sadar akan hak dan kewajibannya. Di mana membayar pajak bukan lagi menjadi hal menakutkan, melainkan menjadi satu kebanggaan sebagai warga negara yang baik dan taat pajak,” pungkas bupati.

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar

Senin, 21 Maret 2022

Kajian PVMBG, Longsor Di Giriawas Pangalengan Berada Pada Daerah Potensi Gerakan Tanah Tinggi


PANGALENGAN, JELAJAH NEWS - Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, bencana longsor yang terjadi di Kampung Giriawas Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung pada Sabtu (15/1/2022) lalu, telah dilakukan kajian di lokasi tersebut. 

"Berdasarkan kajian dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) bahwa lokasi bencana berada pada daerah potensi gerakan tanah tinggi," disampaikan Uka Suska Puji Utama  dalam keterangannya, usai mendampingi Bupati Bandung HM Dadang Supriatna menyerahkan bantuan sosial kepada para korban bencana longsor di Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan,  Minggu (20/3/2022) sore. 

Uka Suska Puji Utama mengungkapkan, ada beberapa arahan dalam penanggulangan bencana yang terjadi Kampung Giriawas itu. "Salah satunya yaitu pelaksanaan relokasi serta mitigasi struktural, agar tidak terjadi bencana susulan di kawasan tersebut," ujarnya. 

Dikatakan Uka, dalam proses penetapan relokasi mengalami kendala dan kesulitan. Dimana masyarakat korban tanah longsor maupun yang terancam longsor, merasa keberatan  untuk dipindahkan atau direlokasi ke tempat yang jauh dari tempat mereka bermukim saat ini, dengan alasan  memiliki lahan garapan pertanian. 

"Termasuk dari tempat lahan garapan mereka, sehingga menyebabkan alotnya penetapan dan tindaklanjut dalam tahapan pelaksanaan relokasi," tuturnya.

Untuk itu, Uka berharap kepada Camat Pangalengan maupun aparatur desa setempat untuk melakukan pendekatan atau sosialisasi kepada warga korban tanah longsor. Dengan harapan dapat mempercepat pelaksanaan relokasi, sesuai dengan lahan yang sudah ditentukan dan ditetapkan oleh pihak perkebunan. 

"Rencana pelaksanaan relokasi pun mengacu pada hasil kajian PVMBG sebelumnya, pasca kejadian tanah longsor tersebut, hal itu untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjadi korban longsor maupun yang terdampak tanah longsor," ujarnya. 

Untuk mengantisipasi serta memberikan pelayanan dasar dan kelayakan  kehidupan dan penghidupan untuk masyarakat yang berada di pengungsian,  diajukan bantuan sosial.

"Bantuan sosial itu yang tidak dapat direncanakan sebelumnya, sebagaimana yang tertuang dalam  Permendagri Nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah," kata Uka. 

Disebutkannya, bantuan sosial itu diperuntukan untuk sewa rumah selama satu tahun sebesar Rp 6 juta, dan jaminan hidup selama 3 bulan sebesar Rp 3 juta. 

"Dengan total masing-masing yaitu Rp 9 juta per kepala keluarga (KK), dimana sumber dana berasal dari anggaran belanja tidak terduga," ujarnya. 

Dengan adanya bantuan sosial itu diharapkan masyarakat dapat hidup layak selama proses relokasi selesai.  Para penerima bantuan sosial itu ada sebanyak   25 KK atau 74 jiwa yang sebelumnya mengungsi di GOR Para Pemilik Perkebunan Cukul. 

"Kejadian bencana longsor yang disebabkan tingginya intensitas curah hujan pada 15 Januari 2022 lalu itu, mengakibatkan 1 korban meninggal, 1 orang luka berat dan 6 orang luka ringan," katanya. (*)

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar

Pemkab Bandung Salurkan Bantuan Sewa Rumah Kepada Korban Bencana Longsor di Pangalengan


PANGALENGAN, JELAJAH NEWS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyerahkan bantuan untuk korban bencana longsor maupun yang turut terdampak longsor di Kampung Giriawas Desa Sakaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Minggu (20/3/2022) sore.

Penyerahan bantuan itu langsung dilakukan Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama kepada para korban bencana tersebut.

Tercatat, sebanyak 25 kepala keluarga (KK) yang menjadi sasaran penerima bantuan  Bencana Longsor  di Kampung Giriawa Pangalengan tersebut. Masing-masing KK menerima Rp 9 juta, dengan rincian Rp 6 juta untuk sewa rumah sementara dan Rp 3 juta untuk kebutuhan hidup sehari-hari. 

Dadang Supriatna mengatakan, penyerahan bantuan kepada para korban bencana longsor maupun yang terdampak bencana longsor segera dilakukan setelah sebelumnya BPBD dan pihak lainnya melakukan assesment pasca terjadi bencana longsor di Kampung Giriawas pada hari Minggu (16/1/2022). Sementara bencana longsor terjadi  pada Sabtu (15/1/2022) sore.

"Penyerahan bantuan pada tahap awal ini, untuk bantuan sewa rumah dulu. Karena kalau kondisi rumah mereka tetap dipaksakan untuk dihuni, dikhawatirkan terancam longsor," kata Bupati Dadang Supriatna dalam keterangannya usai penyerahan bantuan tersebut. 

Bupati Bandung mengatakan  penyerahan  bantuan untuk sewa rumah ini merupakan upaya Pemda dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak bencana longsor tersebut.

"Apalagi sebentar lagi kita menghadapi bulan suci Ramadhan, mereka diusahakan untuk menempati rumah atau sewa rumah yang aman," katanya.

Setelah penyerahan bantuan ini, lanjut Dadang Supriatna, BPBD tetap melakukan upaya koordinasi dengan PT Perkebunan Nusantara untuk melakukan relokasi warga yang rumahnya terancam longsor tersebut.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terealisasi," harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi tanah longsor di Kampung Giriawas Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu (16/1/2022). 

Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu sore (15/1/2022) itu, menimpa sebuah rumah setengah jadi, dan menelan korban 1 orang meninggal dunia, 1 luka berat serta 6 orang luka ringan.

Bupati mengatakan, lokasi tersebut cukup rawan. Kontur tanah dengan kemiringan 45 derajat iyang menjadi area longsor ditanami pemiliknya dengan tanaman kentang, dan tidak terdapat tanaman keras sebagai penahan.

Ia pun segera menginstruksikan BPBD, aparat kewilayahan dan Pemerintah Desa setempat agar segera berkoordinasi untuk melakukan relokasi. Hal itu menurutnya harus segera dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

"Setelah dicek di lapangan, ada sekitar 20 rumah di lokasi rawan bencana longsor, itu harus segera direlokasi dalam waktu seminggu ini. Kemudian di kemiringan 45 derajat, kita sudah melarang petani menanam sayuran dan lebih mengutamakan tanaman keras," tutur Bupati.

Saat melihat langsung rumah-rumah penduduk yang rusak terdampak, Bupati mengatakan akan melakukan mitigasi bencana dan perbaikan dengan melibatkan pentahelix.

Pria yang akrab disapa Kang DS  pun meminta para petani di Kabupaten Bandung, untuk belajar dari kejadian serupa agar tidak terulang lagi.

Selanjutnga Kang DS juga turut menginstruksikan Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup, untuk membantu penyediaan bibit tanaman keras untuk pemilik lahan di kemiringan. 

"Minimal jenis kopi lah, tidak boleh ditanami tanaman yang akarnya longgar. Kalau toh bersikeras ditanami sayuran, tolong lakukan tumpang sari. Harus ada tanaman keras dengan jarak dua meter setengah, itu solusinya," tegas Kang DS

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar.

Bupati Dadang Supriatna : "Berpikir Positif Akan Menghasilkan Karya Nyata Untuk Kepentingan Umat"

SOREANG, JELAJAH NEWS - Bupati Bandung HM Dadang Supriatna memiliki keyakinan spiritual sebagai manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan apapun, hanya Allah SWT yang memiliki segalanya. Dengan memiliki keyakinan dan keimanan, diyakini Dadang Supriatna akan menumbuhkan pola pikir yang positif dan mengeluarkan aura positif untuk menghasilkan karya-karya nyata untuk kepentingan umat.

"Itulah keyakinan spiritual Saya, bahwa Lahaula Walakuata Illabillah Hil Aliyil Adzim. Kita selaku manusia biasa tak punya apa-apa. Hanya Allah Yang Maha Segalanya," ungkap Dadang Supriatna dalam keterangannya kepada wartawan baru-baru ini. 

Dengan keyakinan itulah, Dadang Supriatna dengan menghormati ulama, menghargai ulama, dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendidikan agama kepada anak-anak, remaja maupun masyarakat Kabupaten Bandung.

"Memberikan pendidikan agama merupakan tanggungjawab kita. Melalui pendidikan agama dengan melibatkan para Ulama, kita yakin kata Allah berdoalah kepada Ku, maka Aku akan mengabulkan. Dengan adanya doa para Ulama, tentu ada keberkaham untuk kita," ungkap Dadang Supriatna yang selalu membiasakan diri menjalani ibadah puasa sunnah  setiap hari Senin dan Kamis sejak kelas 2 Sekolah Dasar sampai saat ini. 

Dengan adanya doa para Ulama itu, imbuh Dadang Supriatna, dibuktikan pada saat pembahasan APBD Kabupaten Bandung beberapa waktu silam. 

"Idealnya, kalau kita menganggarkan untuk guru ngaji itu sebesar Rp 109 miliar, maka secara logika berpikir kita, bahwa ada anggaran-anggaran yang terpotong. Kan begitu, logisnya seperti itu," tuturnya. 

Tetapi, kata Bupati Bandung, setelah dihitung dan diakumulasi, ternyata tidak seperti itu. "Bahkan saya kaget, dan TAPD juga kaget, yang seharusnya dari anggaran Rp 109 miliar itu untuk guru ngaji ada anggaran lain yang dikurangi. Tetapi kenyataannya bukan seperti itu, bahkan terdapat silpa. Dari pendapatan asal Rp 980 miliar menjadi Rp 1,1 triliun. Ini kan luar biasa. Artinya, ada keberkahan dari Allah SWT, bahwa kita transaksi dengan Allah SWT, ini yakin bahwa  Allah SWT akan mengganti dengan cara-cara yang lain. Saya alami saat ini," urainya.

TAPD pun, menurutnya, sempat bingung. "Ya, itulah pada dasarnya kita memuliakan ulama. Ini keberkahan bagi kita," ungkapnya.

Kang DS panggilan  Dadang Supriatna pun meyakini dari 17.000 guru ngaji, ada doa-doa dari para ulama maupun guru ngaji yang langsung didengar dan diijabah oleh Allah SWT. "Itu kekuatan spiritual saya. Kalau kita memiliki mimpi yang besar, itu harus dibarengi dengan spiritual dan keyakinan kita, keimanan kita. Kalau kita memiliki keyakinan, maka otak kita maupun hati kita akan berpikir positif. Kalau kita sudah berpikir positif, maka kita akan mengeluarkan aura-aura yang positif dan karya-karya yang nyata untuk kepentingan umat," pungkasnya. 

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar.

Pemkab Bandung Salurkan Bantuan Beras 12,5 Ton Untuk Korban Banjir di Rancaekek


RANCAEKEK, JELAJAH NEWS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dibawah kepemimpinan Bupati H.M. Dadang Supriatna memberikan perhatian khusus pada permasalahan lingkungan, di antaranya kejadian bencana banjir dan longsor. 

Pada Jumat (18/3/2022), Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Supriatna bersama Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania menyalurkan bantuan beras sebanyak 12,5 ton kepada korban banjir di Kecamatan Rancaekek. 

Mewakili korban banjir, bantuan pangan tersebut langsung diterima  oleh Camat Rancaekek Diar Hadi Gusdinar didampingi Sekertaris Kecamatan Rancaekek H. Saprudin dan Sekretaris TP PKK Kecamatan Rancaekek, Widia Ningrum di Aula Kantor Kecamatan Rancaekek. 

Pemberian santunan beras ini merupakan bantuan dari Pemkab Bandung setelah sebelumnya di Desa Rancaekek Kulon Kecamatan Rancaekek terjadi banjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Ciangsana, yang menyebabkan seorang lansia, Turyati (78) terbawa hanyut dan ditemukan meninggal dunia. Selain korban jiwa, akibat musibah tersebut banyak rumah warga yang terendam banjir sampai setinggi  100-150 cm. 

Hj. Emma Dety Supriatna yang juga merupakan istri dari Bupati Bandung, H. M. Dadang Supriatna mengatakan, bantuan beras dari Dinas Pangan dan Perikanan ini  merupakan cadangan pangan, di antaranya untuk para korban banjir.  Tidak hanya untuk Desa Rancaekek Kulon, bantuan beras juga didistribusikan untuk Desa Sangiang yang pada saat yang sama menjadi korban banjir. 

"Pemerintah Kabupaten Bandung sudah menyiapkan cadangan pangan untuk bantuan ketika ada musibah yang tidak terduga seperti banjir.  Warga yang terdampak banjir harus tetap mendapat makanan,"ujar Emma Dety. 

Selanjutnya Beliau mengatakan bantuan beras sebanyak 12,5 ton itu, masing-masing kepala keluarga menerima 5 kg. Bantuan itu diprioritaskan bagi korban banjir. 

“Kami berharap semoga dengan adanya bantuan beras ini dapat meringankan beban para korban banjir, khususnya dalam kebutuhan pangan. Semoga bantuan beras ini bermanfaat bagi warga  khususnya bagi masyarakat terkena dampak banjir," harapnya. 

Untuk penanganan korban bencana banjir, imbuh Emma Dety, tak hanya oleh pemerintah, m

elainkan dilakukan pula melalui program pentahelix yang selalu disampaikan Bupati Bandung H M. Dadang Supriatna dalam setiap kesempatan. 

"Kami berharap bantuan bagi korban banjir ini lebih banyak lagi yang bisa berkontribusi, seperti dari para donatur yang dapat membantu kepada para korban musibah banjir," ungkapnya.

"bantuan beras dari Dinas Pangan dan Perikanan ini, merupakan bantuan tambahan untuk korban banjir, Sebelumnya sudah ada bantuan dari Dinas Sosial, Kementrian Sosial RI  maupun dari Bupati Bandung, dan pada saat setelah kejadian banjir, Pak Bupati sudah mengontrol langsung ke lokasi terjadinya peristiwa" katanya.

Dalam menghadapi berbagai musibah di antaranya bencana  banjir, Emma Dety berharap warga untuk tetap bersabar

"Saya selalu menghimbau kepada masyarakat di lokasi rawan banjir harus tetap waspada dalam menghadapi musim hujan ini," Emma Dety menyarankan.

Sementara itu, Camat Rancaekek Diar Hadi Gusdinar mengucapkan terima kasih kepada Istri Bupati Bandung dan Kepala Dinas Pangan dan Perikanan yang sangat peduli terhadap para korban banjir di Kecamatan Rancaekek.

"Insya Allah kami akan langsung distribusikan atau menyampaikan bantuan beras dari Dinas Pangan dan Perikanan ini kepada warga melalui aparatur desa yang terkena dampak banjir," ujarnya.

beliau mengatakan, sebanyak 2.300 kepala keluarga korban yang terdampak banjir di Desa Rancaekek Kulon dan Desa Sangiang. 

"Pendistribusian bantuan ini akan dibagikan melalui kepala desa masing dan nantinya disalurkan ke warga yang terdampak banjir. Dalam pembagiannya bekerjasama dengan Ketua RT dan RW setempat," Ungkap Diar. 

Menurutnya, selain Desa Rancaekek Kulon dan Desa Sangiang, masih banyak desa-desa di Kecamatan Rancaekek yang terdampak banjir.

"Maka dari itu kami akan berusaha terus mengusulkan kembali kepada Pemerintah Daerah terkait penambahan bantuan bagi desa lain yang  terdampak musibah banjir," katanya. 

Sama halnya diungkapkan Sekcam Rancaekek, H. Saprudin. Beliau mengatakan, sebelumnya bantuan sudah tersalurkan dari BPDB, Dinsos dan Kemensos yang langsung didistribusikan ke warga terdampak banjir pada waktu terjadi banjir.

"Semoga bermanfaat untuk masyarakat terdampak banjir di Rancaekek," pungkasnya. 

Pemkab Bandung saat menyalurkan bantuan beras 12,5 ton kepada warga korban banjir di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Jumat (18/3/2022).

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar.

Jumling Di Desa Tegalluar Bojongsoang, Ini yang Diungkapkan Bupati Dadang Supriatna

BOJONGSOANG, JELAJAH NEWS - Jumat keliling (Jumling) menjadi salah satu program strategis untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Bandung yang selama ini sudah dilaksanakan puluhan kali oleh Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna di beberapa mesjid jami yang tersebar di 31  kecamatan di Kabupaten Bandung. 

Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan Jumling ini adalah dalam rangka menjalin silaturahmi antara  Pemerintah dengan masyarakat sekitar di Kabupaten Bandung. Karena sejatinya, beliau berpendapat pemimpin adalah pelayan rakyat. 

Kali ini, Bupati Dadang Supriatna beserta jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Bandung, jajaran Forkopimcam dan aparatur desa serta RW dan RT setempat melaksanakan Jumling di Masjid Jami di Kampung Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Untuk diketahui Desa Tegalluar merupakan tanah kelahiran Dadang Supriatna, dan saat ini masih menjadi domisili rumah beliau. Desa Tegalluar ini pula yang merupakan titik awal keberangkatan Dadang Supriatna sebagai  Bupati Bandung.

Pada kesempatan Jumling tersebut, Kang DS, biasa pria ini dipanggil, mengajak para camat, kepala desa, Ketua RW dan RT untuk terus mensosialisasikan program prioritas yang berkaitan dengan terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera). 

"Saya minta kepada para camat, kepala desa, Ketua RW dan RT untuk membantu mensosialisasikan program pinjaman dana bergulir tanpa bunga bagi masyarakat pelaku usaha di Kabupaten Bandung," kata Kang DS. 

Kang DS menyebutkan jika program ini disosialisasikan secara masif dan bisa dipahami oleh masyarakat sebagai pelaku usaha/UMKM, tentunya bisa memberikan manfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. 

"Dengan adanya pinjaman dana bergulir tanpa bunga ini, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Jika daya beli masyarakat meningkat, dan ekonomi masyarakat semakin sejahtera akan berpengaruh pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Peningkatan IPM ini selain ditopang oleh kemampuan daya beli masyarakat, juga ditopang dengan peningkatan di bidang pendidikan dan kesehatan," tutur Kang DS.

Kang DS menyebutkan, melalui program pinjaman dana bergulir tanpa bunga, Pemkab Bandung sudah melaunching anggaran sebesar Rp 40 miliar. "Jika setiap pelaku usaha mendapatkan pinjaman dana bergulir tanpa bunga sebesar Rp 2 juta per orang, maka dengan anggaran yang disiapkan sekitar Rp 40 milliar dapat melayani nasabah mencapai sekitar 20.000 orang," Ungkapnya.

Selanjutnya Kang DS berharap  program pinjaman dana bergulir ini dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kang DS  optimis  program pinjaman ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dari keuntungan usaha yang dilakukannya. 

"Jika program ini berjalan baik, dan cicilan lancar, maka akan menambah perguliran anggaran untuk masyarakat lainnya sehingga program ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya. 

Pada pelaksanaan Jumling ini, Kang DS kembali menyampaikan pemberian uang insentif untuk guru ngaji yang mencapai 17.000 orang di Kabupaten Bandung.

"Pemkab Bandung sudah menyiapkan anggaran Rp 109 miliar untuk insentif guru ngaji. Masing-masing guru ngaji mendapatkan Rp 350.000 plus BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan," Ungkapnya.

Beliau mengatakan, melalui layanan BPJS Kesehatan, pemerintah memberikan jaminan pelayanan kesehatan untuk guru ngaji plus istri dan dua anaknya. "Jadi guru ngaji tak bingung lagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.  Sedangkan bagi guru ngaji yang meninggal dunia akan mendapatkan asuransi jiwa sebesar Rp. 42 juta  juta. "Namun, lanjut Kang DS , yang paling penting kita tetap berdoa dan diberikan kesehatan serta umur panjang, pungkasnya

Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna saat melaksanakan Jumat Keliling di Kampung Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jumat (18/3/2022).

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar.

Bupati Bandung Tinjau Akses Jalan Penghubung Dua Desa di Kecamatan Nagreg

NAGREG, JELAJAH NEWS - H. M. Dadang Supriatna sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini terlihat  tanpa lelah dalam melaksanakan tugas dan fungsi pelayanannya kepada masyarakat. Salah satu hal yang menjadi harapannya adalah fokus pada peningkatan infrastruktur di Kabupaten Bandung, serta program prioritas lainnya sesuai dengan visi Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera).

Pada rangkaian Program Saba Desa yang ke-6 di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung yang dilaksanakan sejak Kamis sampai dengan Jumat (17-18/3/2022), Bupati Bandung Kang DS panggilan akrab H.M.Dadang Supriatna didampingi Camat Nagreg Akhmad Aripin dan jajaran para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Bandung melaksanakan peninjauan pembangunan jalan yang belum selesai dibangun. 

"Jalan yang dibangun belum selesai ini yang menghubungkan Desa Ciherang dan Desa Bojong Kecamatan Nagreg," imbuh Dadang Supriatna pada kesempatan giat peninjauan akses jalan tersebut yang merupakan rangkaian program  Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa) di Desa Ciherang Kecamatan Nagreg, Jumat pagi.

Akses jalan yang menjadi penghubung antara Desa Ciherang dan Desa Bojong merupakan akses wilayah  potensi pertanian jagung yang menjadi salah satu andalan ekonomi masyarakat di Kecamatan Nagreg. 

"Untuk melanjutkan pembangunan akses jalan penghubung itu, kita akan anggarkan tahun ini minimal  di dua titik. Dengan harapan kedepan, pembangunannya bisa segera selesai," ungkapnya. 

Bupati Dadang Supriatna berharap dengan adanya perbaikan akses jalan ini dapat mempercepat dan mengurai kemacetan di akses jalur utama di Kecamatan Nagreg. 

"Akses jalan penghubung Desa Ciherang dan Desa Bojong ini akan mempercepat lalulintas penduduk antar desa tersebut di Kecamatan Nagreg," harapnya.

Semoga, lanjutnya, dengan adanya survei akses jalan penghubung itu ada tindaklanjut yang signifikan.

"Dengan harapan ekonomi masyarakat akan lebih meningkat kedepannya," harapnya lagi.

Peninjauan akses jalan itu, setelah sebelumnya Bupati Bandung bersama jajaran Perangkat Daerah dan masyarakat di Desa Ciherang melaksanakan senam Bedas Jumat pagi, sekaligus menjalin komunikasi dengan masyarakat terkait dengan program dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus dipahami oleh masyarakat Kabupaten Bandung.

"Masyarakat harus paham dari masing-masing tugas dan fungsi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Bandung itu. Makanya, kita melakukan tanya jawab atau berkomunikasi dengan warga terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing Perangkat Daerah di Kabupaten Bandung," Ungkapnya lebih lanjut.

Setelah melaksanakan Senam Bedas bersama masyarakat setempat, katanya, pihaknya melaksanakan launching pinjaman dana bergulir tanpa bunga dengan sasaran para pelaku usaha di Kecamatan Nagreg khususnya dan umumnya di Kabupaten Bandung.

"Program pinjaman dana bergulir tanpa bunga ini diharapkan benar-benar bisa diterima oleh masyarakat, sehingga akhirnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Dan secara otomatis akan meningkatkan daya beli masyarakat yang berpengaruh pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," pungkasnya. 

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna saat meninjau akses jalan penghubung antar desa di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Jumat (18/3/2022).

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar

Jumat, 18 Maret 2022

Kang DS Sebut Pinjaman Dana Bergulir Tanpa Bunga Bisa Diusulkan Perorangan dan Kelompok



NAGREG, JELAJAH NEWS - Sejumlah warga yang berasal dari para pelaku usaha kecil, mikro dan menengah  (UMKM) terlihat antusias dalam mengikuti rangkaian  kegiatan Saba Desa Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna yang merupakan bagian dari rangkaian acara program Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa) di Desa Ciherang Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Jumat (18/3/2022) pagi, yang dilaksanakan sejak Kamis (17/3/2022).

Bunga Desa ini bagian dari program prioritas Bupati Dadang Supriatna, dalam menyampaikan sejumlah program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat. Di antaranya pemberian pinjaman dana bergulir tanpa bunga, selain pemberian insentif kepada guru ngaji dan kartu tani Sibedas. 

Bupati Dadang Supriatna  didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana, Direktur PT BPR Kertaraharja H. Aep Hendar dan sejumlah pihak melakukan penyerahan dana bergulir tanpa bunga kepada sejumlah pelaku usaha di Kecamatan Nagreg, setelah sebelumnya pinjaman dana bergulir tanpa bunga tersebut diluncurkan di Gedung Moch. Toha Soreang beberapa waktu lalu. Para penerima bantuan dana bergulir itu terdiri dari kalangan ibu-ibu yang memiliki usaha di rumahnya masing-masing. 

"Pinjaman modal usaha bergulir tanpa bunga ini, bisa diusulkan secara perorangan atau kelompok. Setiap kelompok usaha minimal  antara 10 sampai 20 orang," kata Dadang Supriatna di hadapan para pelaku usaha di Desa Ciherang Kecamatan Nagreg, Jumat pagi. 

Menurutnya, dalam mengusulkan pinjaman modal usaha tanpa bunga ini, prosedur dan peraturan tetap harus ditempuh. "Intinya, pinjaman modal usaha tanpa bunga ini untuk keberlangsungan usaha masyarakat Kabupaten Bandung. Dengan harapan masyarakat Kabupaten Bandung sejahtera," kata Dadang Supriatna. 

Selanjutnya beliau mengatakan jika program ini berjalan dengan baik, dan proses pengembaliannya lancar, diharapkan bank emok tidak akan merajalela di Kabupaten Bandung.

Dikatakan Bupati Bandung, jika program ini berjalan efektif, kemudian dilakukan evaluasi berjalan mulus, pada bulan Mei dan Juni 2022 mendatang akan ada penambahan lagi pinjaman dana bergulir tanpa bunga ini.

"Pada tahap awal, pinjaman dana bergulir tanpa bunga ini sudah disalurkan sebesar Rp 40 miliar dari target 250 milliar yang  direncanakan. Jika program ini terjadi perputaran uang atau cicilannya lancar pada setiap bulannya, insya Allah akan menambah perputaran anggaran lainnya," katanya. 

Kang DS, panggilan akrab Dadang Supriatna berharap kepada Ketua RT dan RW, bisa mengawal program ini. "Setiap RW ditargetkan Rp 60 juta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

Kang DS berharap program ini bisa terus bergulir, supaya para pelaku usaha bisa mendapatkan dan menerima program yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bandung itu. 

"Dengan harapan kegiatan usaha masyarakat berjalan lancar," harapnya. 

Menurutnya, para petani juga bisa mengusulkan pinjaman dana bergulir ini, dengan harapan bisa digunakan untuk kegiatan usaha. "Kami berharap, program ini membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung," pungkasnya. 

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar

Rasa Haru dan Bahagia Ibu Sarimanah dikunjungi Bupati Bandung



Nagrek, Jelajah News - Rasa haru bercampur bahagia dirasakan oleh Ibu Sarimanah dan Suaminya Sumarna Warga Lebak Jero, Kampung Jati Desa Ciherang, Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung.

Sarimanah dan keluarga meneteskan air mata karena terharu bercampur bahagia. Tak terbayang sebelumnya rumah panggungya yang berdinding bilik ini tiba-tiba, Kamis (17/3/22) malam didatangi Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si dan Istri Hj Emma Dety Supriatna.

Tidak tanggung-tanggung, Bupati Bandung yang tiba sekitar jam 21.00 malam setelah berdialog dengan keluarga Ibu Sarimanah tentang berapa lama tinggal di rumah ini, dan apa yang dikerjakan oleh suaminya dimasa  tua dan bagaimana cara mereka mencari nafkah.

Dalam kunjungannya tersebut Bupati minta izin untuk tidur semalam di rumah ini bersama Istri tercintanya.

Dengan rasa tak percaya Sarimanah mengatakan, "Mangga Pak Bupati lamun kersa mah, tapi kondisi rumah sareng kamar saaya-aya,". Pak Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menjawab "Hatur nuhun Ibu, teu sawios,".

Kunjungan dan dialog Kang DS panggilan akrab Bupati Bandung ini membuat para warga yang ada di sekitar dan rombongan Bupati Bandung terharu dan membuat beberapa tetangga dan keluarga meneteskan air mata.

Pada kesempatan tersebut Bupati Bandung, Dadang Supriatna juga meminta KTP Ibu Sarimanah dan Sumarna untuk masuk ke dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan perbaikan jaringan air bersih dan MCK.

"Saya sedih bercampur bahagia, karena kedatangan gegeden, yaitu Pak Bupati Bandung dan Istri. Tidak terbayang sebelumnya, dan merasa mimpi. Sedihnya kasian ke Pak Bupati dan Istri kok mau tinggal di rumah gubuk ini," kata Sarimanah .

Sarimanah akui bahagia, karena Pak Bupati akan memperbaiki rumahnya dan membangun fasilitas air bersih dan MCK yang layak.

Keluarga Sarimanah hampir 28 tahun tinggal di rumah ini, karena rumah sebelumnya tergerus banjir. Kini, untuk mendapatkan nafkah mengandalkan suaminya yang hampir berusia 70 tahun bekerja serabutan di lahan pertanian milik warga lain.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, untuk mendekatkan diri dengan warga masyarakat dan mengetahui keluhan dan aspirasi warga desa maka dibuat program kerja Bupati  Ngamumule Desa (Bunga Desa).

Program Bunga Desa malam ini, dilaksanakan di Lebak Jero, Kampung Jati, Desa Ciherang, Kecamatan Nagrek Kabupaten Bandung, sebelumnya program ini juga dilaksanakan di Kecamatan Rancabali dan beberapa kecamatan lainnya.

Dalam kegiatan ini Kang DS didampingi Sekda Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Bandung H. Abdurrahim dan beberapa Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Bandung terkait serta Forkopimcam Nagrek. 

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar.

Temui Guru Ngaji, Bupati Bandung : Tak Ada Potongan Uang Insentif

NAGREG, JELAJAH NEWS - Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna menyapa dan menemui para guru ngaji di GOR Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Kamis (17/3/2022) sore.

Pertemuan Bupati Bandung dengan sekitar 100 guru ngaji tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara pada kegiatan Saba Desa Bupati Bandung dalam Program Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa) yang ke-6. 

Dalam diskusinya dengan para guru ngaji tersebut, Bupati Bandung sempat bertanya kepada para mereka apakah sudah menerima uang  insentif guru ngaji yang ditransfer melalui rekening masing-masing, para guru ngaji pun dengan serentak menjawab, bahwa uang insentif guru ngaji sudah diterima melalui rekening masing-masing.

Di Kecamatan Nagreg tercatat ada 280 guru ngaji yang sudah menerima insentif dari program Bupati Dadang Supriatna dan termasuk dari sekitar 17.000 guru ngaji yang ada di Kabupaten Bandung yang menjadi sasaran penerima manfaat bantuan uang insentif tersebut. Sementara saat ini total guru ngaji di Kabupaten Bandung mencapai 23.000 orang dan Pemerintah Kabupaten Bandung sudah menganggarkan Rp 109 miliar untuk bantuan insentif guru ngaji.

"Ini program simkuring dalam upaya  memuliakan guru ngaji. Niat saya, memuliakan para guru ngaji adalah yang paling diutamakan dan diprioritaskan. Memuliakan guru ngaji menjadi program unggulan," kata Dadang Supriatna.

Beliau mengatakan, uang insentif guru ngaji yang disalurkan kepada para ustadz/ustadzah  itu tanpa ada potongan, setelah uang sebesar Rp 350.000/guru ngaji ditransfer ke rekening masing-masing. 

"Para guru ngaji juga mendapatkan asuransi Rp 42 juta, disaat  meninggal dunia. Kita berusaha untuk memperhatikan guru ngaji," katanya. 

Kang DS, panggilan akrab Dadang Supriatna mengatakan bahwa Ia lebih memperhatikan nasib guru ngaji karena ada pengalaman yang memprihatinkan dialami oleh ustadz yang notabene guru ngaji.

"Saat sakit dan dibawa ke rumah sakit, ustadz tersebut tak punya uang untuk berobat. Sekarang tak bingung lagi, begitu sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan, para guru ngaji sudah diberi kesempatan mendapatkan pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Tetapi kita berdoa saja, semoga semuanya sehat dan dipanjangkan umur," tuturnya. 

Dalam diskusinya dihadapan para guru ngaji, Kang DS  menitipkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa kepada para ustadz untuk mendidik mereka di bidang keagamaan, di antaranya membaca Alquran.

"Mendidik anak-anak membaca Alquran, bukan hanya tanggungjawab para orang tuanya saja, makanya, jika ada anak yang tak bisa mengaji, tanggungjawab guru ngaji. Ini menjadi salah satu program prioritas dalam upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa, khususnya dalam bidang keagamaan," Pungkasnya. 

Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna saat menemui para guru ngaji di Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Kamis (17/3/2022).

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar

Bupati Bandung Lakukan Panen Raya Jagung di Ciaro Nagreg


NAGREG, JELAJAH NEWS - Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Supriatna melaksanakan panen raya jagung di Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Kamis (17/3/2022) sore. 

Di Kabupaten Bandung memang tercatat ribuan hektare lahan pertanian jagung yang saat ini memasuki masa panen raya. 

Dalam kegiatan panen raya ini, Bupati Dadang Supriatna didampingi jajaran Kepala Perangkat Daerah serta beberapa perwakilan dari PT Pupuk Kujang,  BNI, pengurus serta anggota Koperasi Sinar Agung Priangan, jajaran Forkopimcam Nagreg serta aparatur desa setempat. 

Panen jagung tersebut merupakan bagian sari Program Makmur dari PT Pupuk Kujang bekerjasama dengan Koperasi Sinar Agung Priangan, BNI dan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung. 

Dadang Supriatna mengungkapkan di Kecamatan Nagreg sangat luar biasa potensi pengembangan budidaya pertanian jagung. 

"Hal itu bisa dilihat dari saat masuk ke kawasan Desa Ciaro, para petani terlihat sedang melakukan panen jagung dan menyimpan hasil panen jagung di sekitar rumahnya masing-masing", ungkap Dadang Supriatna kepada wartawan di sela-sela panen raya jagung.

Selanjutnya Kang DS panggilan akrab Dadang Supriatna mengungkapkan adanya potensi pengembangan jagung di Kecamatan Nagreg ini merupakan  keberhasilan yang dilakukan para pengurus Koperasi Sinar Agung Priangan sebagai korporasi dalam melakukan komunikasi dengan para petani di Kecamatan Nagreg. 

"Disaat melaksanakan tanam dan panen jagung sudah terkondisikan oleh pihak koperasi sebagai korporasi dalam pengembangan budidaya jagung. Ini artinya ada komunikasi dua arah, yang saling memahami antara petani dengan pihak koperasi yang didukung pula oleh PT. Pupuk Kujang dan BNI. Ini salah satu kerja sama yang sangat luar biasa," kata Dadang Supriatna.

Kang DS berharap pola kerjasama dalam pengembangan jagung ini bisa diikuti oleh kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung. Apalagi sebelumnya, menurutnya, dalam pengembangan pertanian jagung yang melibatkan koperasi tersebut dengan anggotanya tersebar di lima kecamatan, kini berkembang atau bertambah sampai ke delapan kecamatan. 

Dikatakannya, semula  di Kecamatan Nagreg, Cicalengka, Cikancung, Cileunyi, dan Cimenyan anggota koperasi tersebut. Dan sekarang bertambah di tiga kecamatan lainnya, di antaranya Arjasari, Baleendah dan kecamatan lainnya. 

Bupati Bandung akan terus berusaha untuk  mendukung pengembangan pertanian jagung tersebut, selain pertanian singkong yang juga bisa dikembangkan di Kabupaten Bandung.

"Dengan adanya Program Makmur, dan nantinya ada program Mekar, diharapkan masyarakat petani bertambah makmur," ungkapnya.

Dalam kegiatan ini Kang DS menawarkan kepada para petani di Kecamatan Nagreg untuk mengembangkan pertanian singkong, sekaligus dibarengi dengan pabrik pengolahannya untuk memproduksi tapioka. 

"Karena di sini (Nagreg, red) lebih dominan tanam jagung, maka tanam singkong bisa dilakukan dengam cara tumpang sari dan nantinya disiapkan langkah-langkah kedepan, termasuk tempat pengolahannya," Imbuhnya. 

Dadang Supriatna pun berharap warga untuk memanfaatkan lahan tidur, dalam upaya memperluas lahan pertanian jagung. "Ada lahan tidur di kawasan Serewen Nagreg, bisa digunakan untuk pertanian jagung," ungkapnya.

Bupati Bandung pun mengajak para pemuda untuk bangkit dan jangan gengsi untuk menjadi petani. "Ayo, pemuda jangan tidur, ayo bangkit untuk menjadi petanu dan jangan gengsi. Apalagi mayoritas petani saat ini sudah tua. Makanya, pemuda ayo menjadi petani," ungkapnya. 

Ia mengungkapkan industri pertanian tak pernah terganggu dalam kondisi apapun. Bahkan industri pertanian, katanya, menjadi salah satu andalan di Kabupaten Bandung dalam menopang ekonomi masyarakat. 

"Yang jelas, industri pertanian tak pernah berhenti, meskipun dalam kondisi Covid--19. Industri pertanian tetap bertahan dalam kondisi apapun," katanya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Sinar Agung Priangan Jajang mengatakan, koperasi yang dikelolanya melibatkan 6000 anggota, namun yang aktif 400 anggota.

"Produksi jagung yang dihasilkan di Nagreg ini, yang semula hanya menghasilkan 3-4,5 ton per hektare, sekarang tembus 8 ton," katanya. 

Jajang memgatakan, untuk pengembangan jagung, sudah digulirkan anggaran mencapai Rp 9 miliar. "Anggota siap membayar 100 persen," katanya. 

Ia berharap dengan adanya Program Makmur ini, penghasilan masyarakat petani meningkat. "Kami berharap produksi jagung lebih meningkat dan bisa bermanfaat dan mensejahterakan petani," pungkasnya. 

Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna saat melaksanakan panen raya jagung di Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Kamis (17/3/2022)

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar.

Bupati Bandung Paparkan Langkah Konkrit Meningkatkan IPM

SOREANG, JELAJAH NEWS -  Dalam rangka meningkatkan IPM di tahun mendatang ada beberapa langkah konkrit yang harus dilakukan pada tahun 2022 ini. Terutama langkah konkrit peningkatan infrastruktur di bidang kesehatan dan pendidikan.

Hal ini dijelaskan Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si saat melakukan rapat internal dengan beberapa Kepala Perangkat Daerah, Dirut BPR Kerta Raharja dan  Pengurus KONI Kab. Bandung serta elemen masyarakat lainnya di Rumah Jabatan Bupati Bandung, Kamis siang(17/3/2022).

Kang DS panggilan akrab Dadang Supriatna mengatakan bahwa beliau  pernah berbicara kepada Gubernur Jawa Barat,  agar kewenangan pengelolaan SLTA dikembalikan lagi ke kabupaten dan kota. Namun seperti yang disampaikan Pak Gubernur, " Kewenangan pengelolaan SLTA  dipindahkan ke Provinsi adalah kebijakan Menteri bukan keinginan Pemprov atau Disdik Provinsi,".

Bupati menyatakan, "Untuk meningkatkan IPM,  rata-rata lama sekolah adalah 10 tahun. Oleh karena itu maka di Kabupaten Bandung akan dibangun  23  unit sekolah SMP dan SMA baru di beberapa kecamatan termasuk dengan penyediaan tanahnya, dan hal tersebut sudah mendapat izin dari Bapak Gubernur".

Salah satu cara untuk meningkatkan IPM dijelaskan Dadang Supriatna, bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung telah  meluncurkan pinjaman modal tanpa bunga yang melibatkan Bank  Jabar Cabang Soreang serta BPR Kerta Raharja.

Bupati optimis IPM Kabupaten Bandung  akan kembali naik satu digit di tahun mendatang. Pada tahun 2022 saja, IPM  Kabupaten Bandung mengalami kenaikan dari 72,39 menjadi 72,73, padahal  Pemerintahan BEDAS baru  berjalan 9 bulan, apalagi apabila sudah berjalan lebih dari satu tahun," demikian disampaikan Bupati Bandung.

Selanjutnya dalam rangka meningkatkan IPM dari sektor Perindustrian, Pemkab Bandung telah melakukan kebijakan dalam memudahkan pelayanan perizinan kepada para pelaku industri dan tidak terlalu  memperketat mereka, "yang penting tetap menjaga protokol kesehatan pada saat pandemi covid-19", imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Kang DS  menyatakan,  "Saya mewajibkan  program pentahelix di Kabupaten Bandung, "Alhamdulillah angka pengangguran berkurang,  Laju pertumbuhan ekonomi dari minus 1,87% ketika saya baru dilantik , saat ini mengalami peningkatan  setelah bekerja secara alami  menjadi +3,48%," pungkasnya. 

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar.

Bupati Bandung Akan Berikan Uang Kadeudeuh bagi Tim Persikab




SOREANG, JELAJAH NEWS - Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna menyambut Tim Beserza Official Persikab  Kabupaten Bandung dan Jajaran PT. PBB (Persikab Bandung Bedas)  di Rumah Jabatan Bupati Bandung, Kamis  (17/3/22).

Dalam pertemuan ini Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna memberikan uang Kadeudeuh yang disesuaikan dengan  alokasi anggaran  disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia di Dispora Kabupaten Bandung.

Selain memberikan uang kadeudeuh untuk Persikab. Kang DS  panggilan akrab Dadang Supriatna, mewakili seluruh warga Kabupaten Bandung, mengucapkan terimakasih dan apresiasi tinggi atas prestasi dan  perjuangan skuad Persikab selama mengarungi Liga III

Bupati Bandung berharap, Persikab kedepannya bisa masuk Liga I dan akan berusaha mencari sponsor agar Persikab tetap berprestasi . Hal tersebut diksampaikan Bupati Bandung saat menyambut kehadiran Pimpinan PT. Persikab Bandung Bedas, Manager, Pelatih dan Pemain Persikab serta official di Rumah Jabatan Bupati Bandung, Kamis (17/3)

Dalam kesempatan tersebut, Dirut PT. Persikab Bandung Bedas, Edy Mulyo sangat berterimakasih  atas dukungan Pak Bupati dan jajarannya apalagi Persikab bisa menggunakan Fasilitas olahraga yang ada  di SOR Jalak Harupat. Saat ini tegas Edi Mulyo, Tim Persikab masih tetap solid, karena perjuangan di Liga II akan semakin berat, sehingga kekompakan harus tetap solid dan dipertahankan

Selanjutnya, Bupati Bandung menyarankan agar Persikab  banyak membuka  peluang bisnis diantarannya penjualan kaos, souvenir,  syal dan lainnya dan SOR di Jalak Harupat juga bisa di buat tempat penjualan souvenir Persikab.

Pada kesempatan ini Bupati Bandung juga berharap Persikab harus kembali menjadi ikon Kabupaten Bandung, dan Stadion di Jalak Harupat kembali menjadi home basenya Tim Sepak Bola kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung.

Selanjutnya menurut Dadang Supriatna,  bersama dinas terkait, beliau akan merancang langkah dan strategi dengan bangkitnya Persikab agar prestasi yang diraih oleh Persikab saat ini harus juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Langkah dan strategi  kedepan  bagaimana dapat  meraih dan merekrut para pelaku UMKM," Jelas Bupati.

Pada kesempatan ini Bupati juga berharap kepada para main sepakbola asal Kabupaten Bandung yang tengah berlaga di Liga 2 atau Liga lainnya untuk siap bergabung dengan Persikab.

 "Persikab sangat menanti banyak pemain warga Kabupaten Bandung. Maka saya sebagai Bupati Bandung mengundang mereka untuk bergabung dengan Persikab agar menjuarai Liga II dan berlaga di Liga I," pungkas Dadang Supriatna.

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar

Kamis, 17 Maret 2022

Pemkab Bandung Suport Penataan Situ Sipatahunan Baleendah

BALEENDAH, JELAJAH NEWS - Bupati Bandung HM Dadang Supriatna melaksanakan Saba Situ Sipatahunan Baleendah Kabupaten Bandung, Rabu (16/3/2022). 

Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung H. Wawan A Ridwan dan Kadisperkimtan Kab. Bandung   Wahyudin berharap, kawasan Situ Sipatahunan menjadi tempat untuk keberkahan masyarakat di sekitarnya.

Situ Sipatahunan merupakan tempat kaulinan dan salah satu tempat rekreasi bagi masyarakat sekitar. 

"Situ Sipatahunan ini, adalah  tempat milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Secara peraturan bisa ditempuh. Intinya, kita dari pemerintah siap mendukung, tempat ini jadi tempat untuk keberkahan masyarakat," ungkap Dadang Supriatna

Bupati Bandung pun mengintruksikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung untuk segera membuat DED (Detail Engineering Development). Untuk memanjakan wisatawan  bisa dibangun di tengah-tengah Situ Sipatahunan untuk dibuatkan saung, dan tempat-tempat yang bisa digunakan untuk tempat selfie.

"Dalam proses pembuatannya untuk tidak mengurangi adat istiadat di sekitar lingkungan Situ  Sipatahunan," ungkapnya. 

Kang DS, panggilan akrab Dadang Supriatna mendorong kepada para pihak untuk menempuh aturan sesuai dengan Perundang-Undangan. "Intinya dari Pemerintah Daerah siap ngarojong penataan Situ Sipatahunan menjadi tempat rekreasi masyarakat," katanya. 

Kang DS kembali mengungkapkan, Situ Sipatuhanan menjadi tempat rekreasi dan tempat yang dapat memberikan manfaat dan berkah bagi masyarakat.

"Kita dari pemerintah akan  mendorong dan mensuport Situ  Sipatahunan yang merupakan situs  bersejarah yang ada di Baleendah. 

Bupati  meminta ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadikan Situ Sipatahun dijadikan tempat rekreasi warga sekitar maupun domestik, untuk  master plan sendiri,  penataan Situ Sipatahunan sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan DED. Nantinya diharapkan kedepan ada tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan spot-spot untuk selfie para pengunjung. 

Bupati mengatakan dalam proses pengelolaan Situ Sipatahunan itu, nantinya ada sebuah kerjasama antara Disperkimtan Kabupaten Bandung dengan Lembaga Adat Situ Sipatahunan. Selain disepakati oleh RT dan RW sekitar, bentuk kerjasamanya sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung H. Wawan A Ridwan mengatakan, setelah Bupati Bandung melaksanakan kunjungan Saba Situ Sipatahunan, bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan administrasi karena situ itu milik pemerintah daerah.

"Minimal harus ada perdesnya, karena ini aset pemerintah daerah Kabupaten Bandung. Nanti mungkin secara administrasi, bagaimana penyerahan aset ini dikelola oleh lembaga adat, tentu ada aturan berdasarkan peraturan yang ada," katanya.

Terkait anggaran yang disiapkan, anggarannya bertahap dan tidak mungkin satu kali anggaran. "Untuk tahap awal, penataan jogging track, kemudian penataan lainnya,  Insya Allah tahun 2022, ada anggaran yang bisa digunakan untuk penataan Situ Sipatahunan," katanya.

Wawan A Ridwan mengatakan, anggaran yang disiapkan bergantung pada kemampuan anggaran yang ada. "Minimal tiap tahun ada anggaran yang bisa disalurkan atau digunakan untuk penataan Situ Sipatahunan," katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Situ Sipatahunan Baleendah Ujang berharap, ada upaya untuk mengembangkan dan melestarikan Situ Sipatahunan ke arah masa depan. 

"Situ Sipatahunan kondisinya seperti ini,  di sekitarnya ada permukiman, bendungan sudah sepuh (tua) dan berusia puluhan tahun.

Dengan hadirnya Bupati Bandung ke Situ Sipatahunan, kami berharap ada perhatian. Situ Sipatahunan ini yang  dibangun manual tanpa kontruksi, ke depan Sipatahunan bermanfaat untuk masyarakat Baleendah khususnya dan umumnya Kabupaten Bandung," tuturnya. (*)

Sumber: Pemkab Bandung/Asdar.

Kadis DPMPTSP Kab. Bandung, H. Ben : "Dukung Visi Bupati Bandung BEDAS" Tingkatkan Layanan Berkualitas, Permudah Pelayanan Perizinan



SOREANG, JELAJAH NEWS - Dalam  rangka meningkatkan daya saing daerah, Pemerintah Kabupaten Bandung memfokuskan perhatian pada faktor-faktor pendorong daya saing  yaitu investasi penanaman modal dan pelayanan perizinan satu pintu, dimana  sebenarnya dua aspek ini dituntut untuk meningkat setiap tahunnya, demikian disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab. Bandung H. Ben Indra Agusta ST.,MM pada acara Talkshow Radio Kandaga pagi ini, Rabu (16/3/22) 

Dalam talkshow tersebut Ben Indra menyatakan bahwa untuk investasi  penanaman modal  sudah cukup besar mencapai sekira 28.6 T dan itu cukup besar bagi Kabupaten Bandung

Selanjutnya, untuk mendukung visi Bupati Bandung yaitu BEDAS,  dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat salah satunya layanan  pendidikan dan kesehatan yang merata dan berkualitas, maka DPMPTSP melakukan berbagai upaya dengan  mempermudah dalam  penerbitan dan percepatan proses izin praktek, hal tersebut sebagai salah satu penyederhanaan dan percepatan pelayanan perizinan melalui digitalisasi layanan pada pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

Inovasi program kedepan yang lainnya dikatakan Ben Indra Agusta adalah penerapan Program SI MANG AJI (Sistem Mobil Anu Ngajemput Izin) yang dilaksanakan sejak bulan Februari sampai dengan April  2022 dengan mengoptimalisasi mobil layanan perizinan secara terjadwal ke setiap Kecamatan untuk menjemput dan memberikan kemudahan dalam pelayanan perizinan selain itu ada Tracking System/ Monitoring Perizinan dan Pengawasan dimana pada bulan Feb-April 2022 memberikan kemudahan bagi pemohon untuk melacak izin secara 24 jam yang dapat di akses  pada aplikasi SAMIRINDU dan membuat  sistem pengawasan terkait izin melalui OSS dan SIMBG.

Ditambahkan Ben Indra, inovasi lainya adalah adanya DATA CENTER pada Mall Pelayanan Publik (MPP) , Sistem Informasi Mapping Perusahaan yang rencana aksi dimulai bulan Feb-Mei 2022.

Prestasi DPMPTSP Kabupaten Bandung Tahun 2021 adalah masuk 9 Besar Nominasi Penilaian Kinerja PTSP dan Penilaian PPB Pemerintah Kabupaten Terbaik Tingkat Nasional.

Dikatakan Ben Indra Agusta, SAMIRINDU PASTI BEDAS merupakan sistem pelayanan perizinan secara digital pada DPMPTSP kabupaten Bandung yang bertujuan untuk menciptakan sistem perizinan berusaha terintegrasi bersih dan tuntas pada sistem ini melayani pelayanan perizinan OSS RBA dan  sebagai sistem pendukung OSS RBA

Talkshow Radio Kandaga ini ditutup dengan pernyataan dari Ben Indra Agusta bahwa DPMTSP  sedang melakukan pelayanan,  yang dapat diukur dari indeks kepuasan Masyarakat, agar kita dapat mengetahui sejauh mana di bidang perizinan bisa memberikan kepuasan kepada masyarakat sesuai dengan MOTO DPMPTSP, "Izin Itu PENTING" , maksudnya  Penyelenggaraan layanan perizinan dan nonperizinan di Kabupaten Bandung harus mampu diselenggarakan secara PASTI, EFEKTIF,  NORMATIF  TRANSPARAN,  INOVATIF, DAN GESIT (PENTING) .

Sumber : Pemkab Bandung/Asdar.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls