Jumat, 31 Maret 2023

Bupati Bandung Dadang Supriatna, "Laksanakan Tarling Moment Pererat Silaturahmi"

Bandung, Jelajah News-Pelaksanaan salat sunat tarawih di bulan suci Ramadan 1444 H ini  menjadi momen penting untuk  mempererat tali silaturahmi antara  para pejabat Pemkab Bandung dengan masyarakat sekitar. 

Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung dan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat dan kepala desa di daerah pemilihan 5 melaksanakan tarawih keliling (tarling) di Masjid Besar Majalaya Kabupaten Bandung, Jumat (31/3/23).

Selain melaksanakan ibadah sunnah di bukan Ramadhan, hadirnya Bupati Bandung Dadang Supriatna itu juga dalam upaya menjalin silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Majalaya, Solokanjeruk, Paseh dan Kecamatan Ibun.

Sebelum melaksanakan salat sunat tarawih, Bupati Bandung meminta maaf kepada masyarakat jika masih ada janji politik yang belum terealisasi setelah dirinya memasuki 23  bulan menjabat orang nomor satu di Kabupaten Bandung.

Dalam kesempatan ini, atas keberhasilan Pemkab Bandung dalam mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) yang mencapai Rp 1,237 triliun pada 2022, Bupati mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu  meningkatkan PAD dalam upaya mewujudkan BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera).

Bupati Bandung pun menyampaikan program yang sudah terealisasi, di antaranya insentif guru ngaji untuk 17.000 ustadz/ustadzah se-Kabupaten Bandung dengan anggaran Rp 109 miliar. Para guru ngaji selain  mendapatkan uang insentif juga BPJS Kesehatan dan BPJS  Ketenagakerjaan.

"Jika ada yang meninggal dunia dapat jaminan kematian Rp 42 juta. Mudah-mudahan panjang usianya," katanya. 

Bupati Dadang Supriatna mengatakan program guru ngaji juga bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh marbot. "Program guru ngaji ini, InsyaAllah  akan terus digulirkan selama saya menjadi Bupati Bandung," katanya.

Selai itu Bupati Bandung mengatakan bahwa Pemkab Bandung mentargetkan 35.000 pengusaha baru melalui program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan pada tahun ini."Diharapkan program ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung," katanya.

Bupati Dadang Supriatna pun menyampaikan  program kartu tani Sibedas untuk memfasilitasi para petani di Kabupaten Bandung. "Pemkab Bandung menggulirkan hibah Rp 25 miliar untuk 50.000 petani pada tahun 2023  dan Pemkab Bandung pada tahun ini  membebaskan  pembayaran PBB bagi para petani pemilik lahan pertanian abadi. 

Bupati mengatakan bahwa pemkab Bandung telah mengunci 17.000 hektare lahan pertanian abadi untuk tidak digunakan sebagai pabrik dan perumahan."Ini dalam upaya mempertahankan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung," katanya.(Sumber:Pemkab Bandung/Asdar)

Bupati Bandung Laksanakan Jumling dan Pemberian 800 Paket Sembako

Bandung, Jelajah News-Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan di Kecamatan Majalaya dan Paseh Kabupaten Bandung pada Jumat (31/3/23).

Bupati Bandung meyakini bahwa hari Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari yang  memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam, salah satunya mustajabnya do'a.

Pada rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Dadang Supriatna mengawali kegiatannya dengan melaksanakan Jumat Keliling (Jumling) di Mesjid Besar Paseh Desa Sukamanah  Kecamatan Paseh.

Usai melaksanakan Jumling, Bupati Bandung membagikan sebanyak 800an lebih bantuan sembako kepada para tukang ojeg pangkalan di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Paseh, Kecamatan Solokanjeruk dan Kecamatan Majalaya dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bandung.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa membantu dan menstabilkan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung," kata Dadang Supriatna.

Dari 800 paket sembako yang dibagikan tersebut, Bupati Dadang Supriatna  membagikan sembako bagi sebanyak 266 orang di Kecamatan Paseh, 296 orang Kecamatan Solokanjeruk dan 203 orang di Kecamatan Majalaya.

"Kurang lebih 800 paket sembako yang digulirkan hari ini merupakan program ketahanan pangan. Dalam rangka menjaga inflasi, membantu masyarakat yang tentunya rawan pangan," katanya. 

Bupati Bandung berharap dengan adanya kegiatan pembagian paket sembako ini bisa membantu dan menstabilkan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung.

Pada kesempatan tersebut pula, Bupati Bandung turut  mendoakan semoga semua masyarakat Kabupaten Bandung sehat dan sejahtera.

"Kita selaku umat manusia tidak luput dari yang namanya ujian, semoga semua masyarakat Kabupaten Bandung bisa sehat dan sejahtera serta dapat melewati ujian yang diberikan Allah SWT kepada kita semua, Aamiin YRA." tutur Bupati Bandung. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania mengatakan, pembagian sembako ini digelar dalam rangka menghadapi situasi ekonomi, terutama pada kondisi bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Senin, 27 Maret 2023

Bupati Bandung Dadang Supriatna Laksanakan Rembug Bedas di Desa Sadu Soreang

Soreang, Jelajah News-Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna kembali melaksanakan Rembug Bedas di Kantor Desa Sadu Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, Senin (27/3/23) sore.

Rembug Bedas ini merupakan langkah Bupati Bandung dalam rangka  merekatkan silaturahmi, membangun partisipasi, mendengar aspirasi dan memberi solusi guna meningkatkan pembangunan  ekonomi di Kabupaten Bandung.

Pada pelaksanaan Rembug Bedas kali ini dihadiri pula oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna, jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Bandung,  Forkopimcam Soreang, para perangkat desa serta berbagai unsur di desa Sadu. 

Dalam pelaksanaan rembug bedas ini, Bupati Dadang Supriatna merespon apa yang menjadi aspirasi warga dengan adanya kawasan rawan longsor di Desa Sadu. 

"Saya instruksikan Pak Kalak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung, untuk meninjau lokasi lahan yang rawan longsor. Jangan menunggu kejadian longsor, lebih baik langsung dipantau dari sekarang," kata Dadang.

Selain merespon aspirasi terkait kawasan rawan longsor, Bupati Bandung juga turut merespon jalan rusak yang ada di Desa Sadu. Dirinya langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung untuk melakukan pengecekan dan menganggarkan perbaikan jalan rusak tersebut. 

Terkait dengan  aspirasi warga yang mengharapkan ada penambahan pembangunan SMPN di Desa Sadu, Bupati Dadang Supriatna mengatakan bahwa  Pemkab Bandung sudah memprogramkan penambahan sekolah baru SMPN di Desa Cingcin dan Desa Soreang.Kecamatan Soreang. 

"Tapi kalau di Desa Sadu ingin ada penambahan sekolah baru SMPN, ya kita pikirkan bersama-sama dan ayo kita musyawarah. Kalau mau datang ke Rumdin, silahkan kita bahas di Rumdin," katanya. 

Bupati Dadang pun turut mengungkapkan bahwa Jalan Raya Soreang-Ciwidey sampai Rancabali Kabupaten Bandung merupakan jalan nasional. "Tahun ini ada rencana pelebaran jalan dari Soreang sampai Rancabali," katanya.

Terkait  adanya aspirasi  warga yang mengharapkan ada pembangunan trotoar di Jalan Raya Soreang-Ciwidey, Bupati Bandung menangggapi bahwa dalam proses pembangunannya bisa  diusulkan melalui Dinas Pekerjaan Umum. 

"Sesuai dengan harapan warga, pembangunan trotoar itu di antaranya untuk mengantisipasi kemacetan lalulintas. Kemudian warga yang mengharapkan adanya jembatan penyebrangan di sekitar Sadu, juga menjadi catatan bagi kami bagaimana jembatan penyebrangan itu dibangun untuk meminimalisir kecelakaan lalulintas," tuturnya.

Pada pelaksanaan Rembug Bedas itu, Bupati Bandung memerintahkan kepada para Ketua RW untuk mendata warga yang membutuhkan bantuan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. 

"Kita akan langsung bantu dan dikomunikasikan dengan pihak bank, baik dengan BPR maupun dengan bank bjb," katanya. 

Pada pelaksanaan Rembug Bedas itu, didapatkan warga RW 04 Kampung Sadu Kaler Desa Sadu Kecamatan Soreang yang  mengusulkan kepada Bupati Bandung untuk perbaikan jalan karena kondisinya rusak. Selain itu, warga juga berharap ada penataan  trotoar di Jalan Soreang-Ciwidey. Harapan warga lainnya adanya jembatan penyeberangan orang di Jalan Soreang-Ciwidey guna meminimalisir kejadian laka lantas di kawasan Desa Sadu tersebut.( Sumber:Pemkab Bandung/Asdar)

Selasa, 14 Maret 2023

BPBD Kabupaten Bandung Laksanakan Sosialisasi Rencana Awal Penyusunan Dokumen RPB

Soreang, Jelajah News - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan sosialisasi rencana awal penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) di Hotel Grand Sunshine Soreang, Selasa (14/3/23). 

Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. H. Agus Firman Zaini mengatakan, dokumen RPB merupakan dokumen yang dimandatkan  Undang- undang Nomor 24 Tahun 2017.

"untuk menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana," kata Agus didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama di Soreang.

Agus menuturkan, berbagai jenis kejadian bencana yang kerap melanda Indonesia membuat seluruh pihak mengupayakan hal-hal yang dapat mengurangi risiko bencana tersebut. 

"Hal ini pula yang mendasari Pemkab Bandung untuk membuat target agar dapat menjadi Kabupaten yang tangguh bencana. Hal tersebut selaras dengan yang tertuangkan dalam Perpres Nomor 87 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) Tahun 2020-2044," tuturnya.

Menurut Agus, RIPB tersebut dilaksanakan dalam bentuk rencana nasional penanggulangan bencana yang berlaku selama 5 tahun.

"Adapun substansi dokumen tersebut meliputi pengenalan dan pengkajian ancaman bencana, pemahaman tentang kerentanan masyarakat, analisis kemungkinan dampak bencana, pilihan tindakan pengurangan risiko bencana, penentuan mekanisme kesiapan dan penanggulangan dampak bencana, alokasi tugas, kewenangan, dan sumber daya yang tersedia," jelas Agus.

Dengan disusunnya RPB bagi setiap daerah, imbuhnya, maka seluruh kegiatan yang berkaitan dengan upaya penanggulangan bencana seperti kegiatan pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan, harus mengacu pada dokumen RPB yang berada pada setiap daerah. 

Diharapkan pula agar setiap program/kegiatan yang direncanakan dapat diimplementasikan dengan baik sehingga kegiatan RPB akan dapat berjalan sesuai dengan tujuannya, yaitu menciptakan daerah yang aman dan tangguh dari bencana.

"Dokumen RPB juga merupakan suatu upaya agar perencanaan penanggulangan bencana dapat menjadi suatu acuan serta pedoman bagi pemerintah dalam pelaksanaan penanggulangan bencana, khususnya bagi pemerintah daerah. Sehingga, penyusunan dokumen RPB merupakan hal yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah, untuk dapat memenuhi amanat dari UU tersebut," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Agus, dengan adanya rencana penanggulangan bencana tersebut dapat dikategorikan sebagai master plan atau rencana induk penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Bandung selama kurun waktu 5 tahun. 

"Kegiatan ini merupakan rencana daerah yang harus merangkum semua perspektif penanggulangan bencana dari instansi terkait dan unsur TNI/Polri," katanya.

Disebutkan, rencana penanggulangan bencana sendiri nantinya akan ditetapkan dalam suatu produk hukum yang jelas dalam bentuk Peraturan Bupati atau Peraturan Pemerintah Daerah sehingga dapat memberikan kekuatan dalam penerapannya di Kabupaten Bandung.

"Saya harap sejumlah pihak untuk menyamakan visi dan misi kita dalam penanggulangan bencana sesuai dengan bidangnya masing-masing, baik dari dunia usaha, masyarakat, pemerintah, media massa, dan akademisi. Mari kita optimalkan proses penyusunan dokumen RPB agar menghasilkan yang baik dan sesuai dengan kondisi daerah serta responsif disabilitas dan kaum rentan lainnya," harapnya.

Agus mengungkapkan momentum ini juga diharapkan dapat mengkoordinasikan dan menyatukan komitmen bersama jajaran Perangkat Daerah serta pemangku kepentingan terkait.

"Dengan harapan dapat bekerja sama dalam merespon penanggulangan bencana secara efektif dan efisien, melalui rencana aksi yang akan dilaksanakan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Diki Sudrajat mengatakan, pada acara sosialisasi rancangan awal penyusunan dokumen RPB ini bertujuan untuk mensinkronisasi perencanaan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam penanggulangan bencana yang meliputi 7 (tujuh) kegiatan penanggulangan bencana, meliputi penguatan kebijakan dan kelembagaan; penilaian risiko dan perencanaan terpadu; pengembangan sistem informasi, diklat, dan logistik; penanganan tematik kawasan rawan bencana; peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana; penguatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana, dan pengembangan sistem pemulihan bencana.

Menurut Diki, membentuk tim teknis penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana di Kabupaten Bandung tahun 2023-2027 yang selanjutnya disebut tim teknis yang mempunyai tugas untuk melaksanakan penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana di Kabupaten Bandung tahun 2023-2027.

Pada sosialisasi itu dihadiri 50  orang yang terdiri dari Forkopimda dan SKPD serta perwakilan dunia usaha, akademisi dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Bandung. Narasumber dari Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Senin, 13 Maret 2023

IJTI Korda Bandung Raya Gelar Seminar, Kolaborasi Pentahelix dengan Diskominfo Kab. Bandung

Soreang, Jelajah News - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Bandung Raya menggelar seminar keterbukaan informasi publik dan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan yang ada di Kabupaten Bandung dan digelar di Gedung Dewi Sartika, Pemkab Bandung, Senin (13/3/2023).

Kegiatan yang diinisisasi oleh IJTI Korda Bandung Raya dan dilaksanakan melalui kolaborasi pentahelix dengan Diskominfo Kab. Bandung, Disdik kab. Bandung serta Polres Bandung ini dibuka langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dan menghadirkan sejumlah narasumber seperti Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, Kasat Reskrim Polresta Bandung Kompol Oliestha Ageng, Kadisdik Ruli Hadiana, Kadiskominfo Yosep Nugraha serta praktisi media Dery.

Seminar ini, dihadiri ratusan kepala sekolah di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), guru atau tenaga pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan pihak lainnya yang ada di Kabupaten Bandung.

Bupati Dadang Supriatna mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi seminar ini. Bupati menilai kegiatan ini berdampak positif bagi insan pendidikan di Kabupaten Bandung khususnya para kepala sekolah. “Tentunya apa yang dilaksanakan IJTI ini salah satu langkah yang bagus dan saya turut mengapresiasi

"Seminar ini sangat luar biasa, karena memang saya ingin membenahi sistem pendidikan di Kabupaten Bandung. Dengan seminar keterbukaan informasi publik ini jadi solusi," kata Dadang kepada wartawan.

Dadang menilai, para kepala sekolah kerap menjadi sasaran oknum wartawan sehingga dalam menjalankan tugasnya tidak maksimal. Dia ingin dengan seminar ini, para kepala sekolah ini memahami peran dan tugas media yang sebenarnya. Menurutnya terdapat hubungan di antara sebagian kepala sekolah sebelumnya pada takut oleh teman-teman di media. "Tidak semua insan pers, juga  seperti itu kan. Tapi ada di antaranya sebagian oknum yang perlu kita perhatikan," ucapnya

Dikatakan Bupati Bandung, dengan digelarnya seminar keterbukaan informasi publik  yang diinisasi IJTI ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan "Bagi kepala sekolah jangan ragu, kalau ada yang bertanya peruntukan dana BOS sampaikan saja, kalau sudah melanggar hukum laporkan saja, sampaikan saja ke Pak Kapolres kita kan negara hukum," tegas Bupati.

Terkait dengan adanya oknum media yang mengejar para kepala sekolah, Bupati Bandung sudah mengintruksikan kepada para kepala sekolah untuk tidak takut. "Sudah bekerja saja. Bekerja keras dengan menggunakan fisik, bekerja cerdas dengan menggunakan otak, bekerja ikhlas dengan menggunakan hati. Pokoknya enggak usah takut. Bekerja saja," tuturnya.

"Ini gerakan yang bagus, mudah-mudahan indeks pendidikan di Kabupaten Bandung meningkat," Bupati Dadang Supriatna menambahkan.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, dalam seminar itu pihaknya mendapatkan banyak keluhan terkait adanya oknum wartawan yang memiliki tendensi lain diluar kegiatan jurnalistik.

"Kami sampaikan dalam UU Keterbukaan Publik, badan publik memang harus memberikan informasi setiap kegiatan yang menggunakan APBN atau APBD, namun demikian ada hal yang dikembalikan rahasia pribadi, hak kekayaan intelektual dan yang dapat memperlambat proses penyidikan dan itu mereka harus tahu dan dilindungi undang-undang untuk tidak diinformsikan," tuturnya.

"Kalau ada oknum yang meminta uang dan mencari-cari kesalahan bisa langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian, itu masuk pada kategori pemerasan," tambah Kusworo.

Di dalam seminar tersebut, Kepala Diskominfo Kab. Bandung, Yosep Nugraha medorong agar setiap sekolah sebagai badan publik mulai mengelola informasi  secara terbuka sesuai amanat dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. “Mulai saat ini benahi pengeloaan informasi di masing-masing sekolah dan mulailah bentuk Pejabat Pengelelola Informasi Daerah (PPID) di setiap sekolah. Kenapa harus risih kalau kita bersih”, tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua IJTI Korda Bandung Raya Rezitya Prasaja berharap, para peserta yang hadir dalam kegiatan ini paham terkait informasi publik dan dapat membedakan wartawan yang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik dan oknum wartawan yang memberikan dampak negatif bagi profesi wartawan.

"Harapan kami dengan kegiatan ini kita sharing agar kepala sekolah dan unsur pendidikan lebih terbuka dengan wartawan, tidak takut sama wartawan, karena wartawan sebagai pilar keempat demokrasi kereta bisa jadi mitra strategis di lingkungan pendidikan," pungkasnya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Sabtu, 11 Maret 2023

Pelantikan Pengurus KONI Kabupaten Bandung 2023-2027, Implementasikan 100 Medali Emas

Soreang, Jelajah News - Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna menyatakan bahwa kepengurusan Komite Olahraga  Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung masa bakti 2023-2027 harus bisa mengimplementasikan target meraih 100 medali emas dan 3 besar pada Porprov tahun 2026 di Bogor. 

Hal itu diungkapkan Bupati Dadang Supriatna saat  menghadiri pelantikan pengurus baru KONI Kabupaten Bandung di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (11/3/23).

"Bisa sukses meraih 100 medali emas harus ada langkah-langkah strategis. Harus ada ikhtiar, apakah menambah cabor atau bagaimana. Apalagi sekarang pengurus KONI Kabupaten Bandung mencapai 100 orang," kata Dadang Supriatna.

Oleh karenanya, Bupati Bandung berharap  para pengurus tetap konsisten  dan fokus sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing sehingga target 100 medali emas tersebut betul-betul termapping. 

Selanjutnya, Bupati Bandung pun menyatakan akan tetap konsisten memberikan dukungan kepada KONI Kabupaten Bandung. "Bahkan ada pengalaman dari para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah)  dan para camat ini tetap mendorong dari sekarang, kita akan tunjuk sebagai bapak asuhnya di masing-masing cabor. Sehingga nanti dalam pelaksanaan Porprov 2026 sudah terbiasa untuk selalu mensuport cabor-cabor yang nanti akan dipertandingkan pada Porprov," tuturnya.

Bupati Dadang Supriatna berharap kepengurusan KONI Kabupaten Bandung yang baru dilantik ini dapat menjadi tumpuan pengembangan olahraga  semua pihak di Kab. Bandung. 

"Saya sepakat dengan apa yang dikatakan Pak Ketua Umum KONI Jawa Barat Dr. H. Muhammad Budiana, bahwa Kabupaten Bandung harus semakin dibedaskan sehingga nanti target Porprov 2026  menjadi tiga besar," harapnya. 

Bupati Dadang Supriatna mengaku bangga bahwa KONI Kabupaten Bandung pada Porprov XIV/2022 lalu, walau pascapandemi Covid-19, namun dapat memperlihatkan prestasi. 

"Target dari 63 medali emas, bisa mencapai 73 medali emas. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Herda M Gani (mantan Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung) bisa menaikkan prestasi," katanya.

Dalam upaya mendukung peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Suoriatna kedepannya akan memapping potensi penambahab cabor-cabor di Kab. Bandung meningkatkan potensi raihan prestasi pada Porprov mendatang. "Mapping ini sangat penting dan merupakan bagian dari pembinaan agar target bisa tercapai," katanya.

Bupati Bandung berpesan kepada kepengurusan KONI Kabupaten Bandung untuk mulai membuat rencana kerja yang harus terukur dan melakukan pendataan jumlah atlet eksisting di Kab. Bandung. 

"Mana yang masih aktif, dan mana yang sudah pensiun," katanya. 

Selain itu Dadang Supriatna berharap para atlet berprestasi untuk dapat diakomodir oleh BUMD. "Misalnya jika ada peluang untuk menjadi pegawai BUMD sesuai kemampuan dan skillnya, supaya atlet punya pendapatan," katanya. 

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Dadang  mengungkapkan kesiapan jelang Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat Kutawaringin Kabupaten Bandung pada Mei 2023 mendatang.

"Sore ini, Pak Menteri BUMN yang notabene sebagai Ketua PSSI dan Menteri Pemuda dan Olahraga akan hadir di SOR Jalak Harupat. Saya akan mengawal, saya akan upayakan agar pada akhirnya Stadion Si Jalak Harupat tetap menjadi tuan rumah persiapan Piala Dunia Usia 20," katanya.

Bupati Bandung berharap agar masyarakat agar  Kabupaten Bandung ikut mendukung mempesiapkan diri Kabupaten Bandung sebagai tuan rumah jelang penyelenggaraan Piala Dunia. 

"Kita persiapkan bagaimana menjadi tamu yang baik. Bagaimana menjadi tamu yang santun, yang pada akhirnya banyak pengunjung dan saya perkirakan tidak kurang sekitar 20.000 pengunjung nanti di Kabupaten Bandung. Bahkan bisa lebih, sehingga nanti bicarakan pula bagaimana untuk para pelaku UMKM, home stay, termasuk PHRI untuk membahas secara khusus bagaimana kita menjadi tuan rumah yang baik dan mensukseskan secara ekonomi," katanya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Ketum PSSI dan Menpora RI Tinjau SOR Si Jalak Harupat

Kutawaringin, Jelajah News - Jelang kesiapan pelaksanaan Piala Dunia U-20, Ketua Umum PSSI yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali, perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna, dan jajaran Forkopimda Jawa Barat dan Kabupaten Bandung melakukan peninjauan Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung Jawa Barat, Sabtu (11/3/23) sore.

Menpora RI yang juga Ketua INAFOC Zainudin Amali mengatakan, bahwa dirinya mewakili INAFOC (Indonesia FIFA U-20 World Cup 2023 Organizing Committee), dan Ketua Umum PSSI memiliki pembagian tugas jelang pelaksanaan Piala Dunia U-20. 

"Tugas dari INAFOC adalah memastikan komitmen pemerintah daerah yang sudah ditandatangani melalui host city agreement dijalankan dengan baik," kata Zainudin.

Menurut Zainudin, kedatangannya ke SOR Si Jalak Haeupat guna memenuhi harapan FIFA  agar   semua Stadion yang akan digunakan dalam ajang FIFA U-20 World Cup 2023 harus siap sesuai dengan jadwal. "Itu tujuan kedatangan kami, memastikan karena semua Gubernur, Wali Kota dan Bupati yang sudah menandatangani host city agreement. Itu FIFA pegang, apa yang sudah dijanjikan, apa yang sudah dikomitmenkan," katanya. 

Disamping itu, imbuh Zainudin,  pelaksanaan pertandingan nantinya menjadi tanggungjawab PSSI. Oleh karennya Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga datang ke Stadion Si Jalak Harupat untuk memastikan setiap  pertandingan bisa berjalan dengan baik di tempat yang sudah ditentukan. 

"Memang kita sedang menunggu FIFA akan datang kembali tanggal 21-27 Maret. Saya berharap Stadion Si Jalak Harupat tetap menjadi pilihan. Itu harapannya kita. Kita belum tahu, FIFA seperti apa. Makanya, tugas saya sebagai Ketua INAFOC untuk memastikan host city agreement itu benar-benar dijalankan dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, bahwa Stadion Si Jalak Harupat merupakan stadion yang kedua dilihat pada kunjungannya jelang persiapan Piala Dunia U-20 pada hari Sabtu ini. "Tadi kita ke Sumatera Selatan, melihat Stadion  Jakabaring bersama Pak Menpora bersama wakil dari Kementerian PUPR," kata Erick.

Erick mengatakan kehadirannya  di Stadion Si Jalak Harupat sebagai bentuk kepedulian dan bersungguh-sungguh hadir untuk mendukung pemerintah daerah memastikan stadion, Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung jangan sampai menjadi stadion yang FIFA dicoret FIFA. 

Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung sudah memberikan komitmen yang maksimal menjelang  kehadiran FIFA.

"Saya rasa kapan lagi Jawa Barat jadi tuan rumah kejuaraan U-20. Ini even yang terakhir datang di Asia Tenggara itu 23 tahun yang lalu dan belum tentu datang lagi ke Indonesia. Jadi dalam hal ini, saya rasa perlu keseriusan," katanya.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 merupakan kesepakatan pemerintah pusat dan Pemerintah daerah yang mendukung komitmennya.

"Kemarin kita rapat di PSSI,  FIFA sudah mengirimkan catatan-catatan. Daripada nanti kita menyesal, tanggal 21-27 Maret belum perbaikan, makanya kita langsung turun. Besok (Minggu, 12/3/23), kita ke Solo dan sorenya sudah di Bali. Senin (13/3/23) sudah di Jawa Timur dan sorenya di Jakarta, sekarang sudah tanggal 11 Maret, ada delapan hari lagi," katanya. 

Erick mengatakan, bahwa Piala Dunia U-20 merupakan even terbesar kedua FIFA. Oleh karenanya tugas PSSI adalah menyiapkan tim nasional dan juga persiapan teknis daripada kejuaraan tersebut. "masing-masing ada tupoksinya. Salah satunya saya sudah sampaikan, bagaimana pihak Kementerian Luar Negeri harus menyiapkan dari sisi-sisi politiknya," katanya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa Stadion Si jalak Harupat Kabupaten Bandung yang ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, melihat bahwa Kementerian PUPR yang sudah fokus dan serius dalam melakukan berbagai pembenhan. 

"Kelihatan hari ini. Kita terus melakukan langkah-langkah dan ikhtiar, sebelum tanggal 21 Maret kita akan selesai sesuai dengan tanggungjawab dari masing-masing. Kami selalu mensupport dan mengawal langsung dari perjalanan persiapan Piala Dunia U-20," kata Dadang Supriatna. 

Sementara itu perwakilan dari Kementerian PUPR berharap Stadion Si Jalak Harupat tetap menjadi pilihan untuk Piala Dunia U-20. 

"Jadi apapun kemarin, dari FIFA datang ke sini sampai tanggal 26 Februari tambahan-tambahan dari apa yang FIFA sampaikan ini sudah kita tindaklanjuti. Sekarang semuanya sedang on-progres dan kita harap di Maret ini sebelum FIFA tiba ini semuanya sudah beres. Kementrian PUPR sangat berkomitmen sekali untuk persiapan Piala Dunia U-20, " tegasnya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Selasa, 07 Maret 2023

Bimtek KORMI Kab. Bandung Dalam Rangka Persiapan FORMAS ke-VII Tahun 2023

Soreang, Jelajah News - Dalam rangka persiapan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) ke-VII/2023 yang akan digelar 2-11 Juli 2023, Sebanyak 70 peserta mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pembinaan dan pengembangan  organisasi keolahragaan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung di Hotel Sutan Raja Soreang Kab. Bandung (kamis, 7/3/23). 

Peserta yang mengikuti terdiri dari bimtek tersebut  dari 20 pengurus induk organisasi olahraga (inorga) tradisional, 19 pengurus KORMI Kabupaten Bandung dan 31 pengurus Korcam KORMI tingkat kecamatan se-Kabupaten Bandung. 

Bupati Bandung Dadang Supriatna hadir dan membuka kegiatan bimtek tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Bandung berharap melalui pelaksanaan Bimtek Organisasi Keolahragaan KORMI Kabupaten Bandung ini, pelaksanaan Fornas ke-VII/2023 yang akan digelar di Kabupaten Bandung dapat meraih kesuksesan. 

"Kita berharap agar bagaimana bisa meningkatkan lagi  inorga-inorga ini dan Kabupaten Bandung khususnya bisa lebih meningkat. Sehingga perlu ada sosialisasi kepada masyarakat," harap Bupati Bandung.

Untuk itu, Bupati Dadang Supriatna menginginkan melalui pelaksanaan bimtek ini didapatkan pemahaman- pemahaman secara utuh tentang inorga dan lain sebagainya oleh peserta

"Dalam rangka persiapan Fornas, tentu saya berharap sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses secara ekonomi," harap Dadang Supriatna.

Maka dari itu, imbuh Bupati Bandung, dirinya menginginkan adanya kolaborasi dengan semua komponen terutama para pelaku UMKM. 

"Karena dengan kehadiran tamu-tamu kita ke Kabupaten Bandung nantu kurang lebih 20.000 orang dari 34 provinsi di Indonesia, maka kita harus mempersiapkan home stay, tempatnya di mana diarahkan dari sekarang. Sehingga perlu dilakukan mapping, dan sudah saya sampaikan minimal di akhir April ini ada informasi secara utuh kesiapan dan sebagainya.  Sehingga nanti dalam pelaksananya bisa berjalan dengan baik," tegas Bupati Bandung. 

Selanjutnya Bupati Bandung mengatakan bahwa pemahaman tentang KORMI ini harus betul-betul bisa dipahami oleh para Korcam KORMI di tingkat kecamatan se-Kabupaten Bandung. "Masyarakat secara luas belum paham secara utuh, artinya harus ada strategi bagaimana masyarakat luas bisa paham dengan keberadaan KORMI," katanya.

Bupati Bandung pun menyebutkan salah satu tugas para Korcam selain mengumpulkan 20 cabang olahraga dari 75 inorga juga turut mengembangkan jumlah inorga. 

"Kita baru siap 20 inorga. Bagaimana supaya masyarakat luas paham, ternyata ada 75 inorga makanya untuk perlu dilakukan sosialisasi sehingga masyarakat paham," katanya.

Bupati Dadang Supriatna mengingatkan  bahwa Kabupaten Bandung telah ditetapkan sebagai tuan rumah tunggal perhelatan Fornas ke-VII/2023.

 "Kita akan kedatangan puluhan ribu orang, baik itu peserta, pengurus dan kepala daerah se-Indonesia  Sehingga perlu ada kesiapan yang matang. Mulai dari venue atau tempat-tempat pertandingan,  penginapannya atau home stay di mana. Kita juga harus bisa mengundang atau merekrut para pelaku UMKM," katanya.

"Fornas harus siap segala sesuatunya. Makanya, bimbingan teknis dalam rangka persiapan Fornas ke-VII ini jangan disia-siakan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Bandung H.  Kawaludin mengatakan, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk membina keolahragaan di daerahnya. "Baik organisasinya, atletnya maupun sistem keolahragaan di Kabupaten Bandung. Wajib hukumnya dibina untuk meningkatkan prestasi," katanya.

Kawaludin menyampaikan Kabupaten Bandung memiliki hampir 75 potensi olahraga rekreasi masyarakat. "sekarang baru terregistrasi 20 kepengurusan  sehingga baru 20 pelatih yang dihadirkan dalam bimtek tersebut. 

"Peserta bimtek ini selain 20 pelatih pada cabang olahraga rekreasi masyarakat itu, juga 31 Korwil KORMI  Kecamatan se-Kabupaten Bandung, serta 19  pengurus KORMI  Kabupaten Bandung, jadi pesertanya 70 peserta bimtek," katanya.

Kawaludin mengatakan, tujuan dari penyelenggaran bimtek dalam rangka penyiapan Kabupaten Bandung sebagai tuan rumah tunggal penyelenggaraan Fornas yang tentunya membutuhkan kesiapan semua komponen dan stakeholder yang terkait. "Baik itu kesiapan organisasi, kesiapan sinergitas dan koordinasi, kemudian dari sisi pelatihan, harus memiliki skill yang memadai dari kapasitas pelatihan terhadap atlet," katanya.

Kawaludin berharap Kabupaten Bandung sukses sebagai tuan rumah dan para atlet Kab. Bandung pun mampu berprestasi sehingga membawa nama baik Kabupaten Bandung.

"Pada pelaksanaan bimtek ini ada tiga kelompok, pertama pengurus KORMI  Kabupaten Bandung, kedua Korwil Kecamatan bagian pengurus KORMI dan ketiga pelatih. Tujuan kami memadukan kegiatan bimtek ini adalah untuk membangun sinergitas yang baik antara pengurus KORMI Kabupaten dengan Korwil KORMI Kecamatan dan termasuk dengan jajaran pelatih. Tiga kelompok itu diharapkan terjalin komunikasi yang baik," katanya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna mengatakan, bahwa pihaknya akan mengirimkan atlet-atlet mandiri. 

"Dengan harapan bisa menggairahkan para atlet di Kabupaten Bandung. Tentunya, persiapan- persiapan ini harus dilakukan. Mulai dari kesiapan para atlet maupun penggiatnya. Selain harus kesiapan home stay, juga tempat-tempat yang akan ditunjuk sebagai tempat pertandingannya," katanya.

Oleh karenanya Emma berharap persiapan Kabupaten Bandung sebagai tuan rumah Fornas ke VII/2023 harus semaksimal mungkin. 

"Kita terus melakukan sosialisasi ke semua inorga. Supaya semua inorga paham," katanya. (Sumber:Pemkab Bandung/Asdar)

Minggu, 05 Maret 2023

Presiden Jokowo Kunjungi Pasar Baleendah

Bandung, Jelajah News - Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Pasar Baleendah di Jalan Siliwangi Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Minggu (5/3/23). 

Dalam kunjungan nya Joko Widodo menemui para pedagang di kawasan pasar tersebut danmelakukan komunikasi dengan para pedagang terkait dengan pengecekan harga-harga kebutuhan pangan di 

Sambil berkeliling pasar kawasan Pasar Baleendah. Presiden Joko Widodo turut memantau perkembangan sekaligus persediaan bahan-bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat luas  memastikan kebutuhan stok pangan jelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri aman.

Kunjungan orang nomor satu di Indonesia itu disambut Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Dicky Anugrah, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, Forkopimda Jawa Barat dan pihak lainnya.

Ribuan warga terlihat antusias menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo, dan sejumlah warga pun berteriak. "Pak Jokowi. Pak Jokowi," teriak warga saat menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo tersebut.

Bahkan ada di antara warga yang menyanyikan, "Jokowi siapa yang punya. Yang punya, kita semua".

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo turut membagi-bagikan kaos, sembako, dan buku kepada masyarakat yang ada di sekitar Pasar Baleendah. 

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kunjungannya ke Pasar Baleendah untuk mengecek beberapa harga-harga komoditas kebutuhan pangan di pasar tersebut. "Memang ada kenaikan. Tapi untuk cabe rawit hijau dan cabe merah  memang ada kenaikan Rp 70.000 sampai Rp 80.000/kg," kata Joko Widodo di tengah-tengah kunjungan kerja pengecekan harga-harga kebutuhan pangan ke Pasar Baleendah. 

Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pangan itu merupakan fenomena tahunan, yang memang sulit untuk diselesaikan. "Ya memang petani juga harus dapat untung dan nanti bisa turun lagi harganya," katanya.

 Joko Widodo mengatakan, harga beras di Pasar Baleendah belum turun.

"Yang kedua harga beras disini belum turun. Tadi saya sudah telepon Bulog untuk juga diadakan operasi pasar di Pasar Baleendah Kabupaten Bandung untuk menurunkan harga. Untuk yang lain-lain saya rasa stabil," ungkap Jokowi.

Meski demikian, Jokowi memastikan stok pangan menjelang Ramadan dan Idulfiri aman karena sebentar lagi para petani akan panen raya.

"Panen raya ngga ada masalah, panen raya dimana-mana. Jadi apa secara otomatis kalau suplainya banyak pasokannya banyak ya (harga) pasti turun," kata Jokowi.(Sumber :Pemkab Bandung/Asdar)

Jumat, 03 Maret 2023

Bupati Dadang Supriatna Jumling ke-64 di Solokanjeruk

Solokanjeruk, Jelajah News - Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna melaksanakan Jumat Keliling (Jumling) ke-64 di Masjid Unwanul Fallah di Kampung Sukaraja RT 03/RW 08 Desa/Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Jumat (3/3/23). 

Sebelumnya Bupati Bandung  melaksanakan sidang promosi doktor di Universitas Trisakti Jakarta, Kamis (2/3/23). Dadang Supriatna mengatakan pelaksanaan Jumling itu sebagai tindaklanjut dari kegiatan sebelumnya saat ia menjadi Kepala Desa Tegalluar, sebagai giat keagamaan yang sudah biasa dilaksanakan saat menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

"Namun saat ini, Jumlingnya harus berkeliling ke desa-desa se-Kabupaten Bandung," kata Bupati Bandung.

Dikatakan kembali oleh Dadang Supriatna , Jumat Keliling ini merupakan upaya tepang sono dengan masyarakat. "Mudah-mudahan melalui media Jumling ini bisa terus meningkatkan silaturahmi. Apalagi sebelumnya, saya sempat melaksanakan salat Jumat di masjid ini," katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan program kerja yang sudah dilaksanakan antaranya, melaksanakan program guru ngaji dengan anggaran Rp 109 miliar per tahun.

"Para guru ngaji itu selain menerima uang insentif, juga dapat BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Bupati Bandung mengatakan para guru ngaji itu, jika nanti meninggal dunia ahli warisnya mendapatkan santunan sebesar Rp 42 juta. Selain itu, dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut, anak-anak guru ngaji itu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. 

"Selain guru ngaji, marbot juga dapat uang insentif. Semua anggaran itu berasal dari zakat profesi para ASN Kabupaten Bandung, yang dikeluarkan setiap bulannya. Dengan pendapatan Rp 7,1 juta per bulan, dengan besaran zakat profesinya sebesar 2,5 persen yang ditampung oleh BAZNAS. Sebanyak sekitar 4200 marbot yang mendapatkan uang insentif itu," katanya.

Turut disampaikan pula program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Program ini untuk meminimalisir merajelanya bank emok yang beredar di kalangan masyarakat.

"Program ini untuk masyarakat yang memiliki keinginan untuk membuka usaha baru," katanya. 

Dengan harapan, kata Bupati Bandung, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Dijelaskan pula bahwa pihaknya melaksanakan program kartu tani untuk para petani di Kabupaten Bandung. Tahun 2023 ini memberikan hibah Rp 25 miliar untuk 50.000 petani.

Bupati Bandung pun mengungkapkan ada program pembebasan pembayaran  pajak untuk para petani atau pemilik lahan yang memiliki lahan pertanian padi abadi. "Ini untuk mempertahankan produksi pertanian," katanya.

Bupati Bandung juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah merealisasikan pembangunan 2 RSUD, yaitu di Cimaung dan Kertasari. Tiga rumah sakit lainnya, akan dibangun di Ciwidey, Arjasari dan Bojongsoang, dari 5 RSUD yang diprogramkan.

"Pemkab Bandung juga memprogramkan 7000 unit rutilahu per tahunnya," katanya.* (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Bupati bandung Dadang Supriatna Bersama Ketua Fraksi PKB DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal Laksanakan Grand Opening SMP Habibi Bina Cendikia

Solokanjeruk, Jelajah News - Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna bersama Ketua Fraksi PKB DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal melaksanakan grand opening SMP Habibi Bina Cendikia di Desa Solokanjeruk Kecamatan Solokanjeruk Kab. Bandung, Jumat (3/3/23).

Hadir pula pada Grand Opening tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Bandung KH. Asep Jamaludin, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, dan Kepala Kementerian Agama Kab. Bandung H. Abdurahim,  pihak Yayasan Habibi Bina Cendikia Hj. Eneng Sumiati dan sejumlah pihak lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung mengatakan dalam proses belajar mengajar di lingkungan SMP Habibi Bina Cendikia perlu dudukung sarana prasarana yang memadai, oleh karenanya Ia mengintruksikan  Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung untuk membantu membangun laboratorium bahasa pada tahun ini. "Karena laboratorium bahasanya masih kurang," kata Dadang Supriatna. 

Selanjutnya Bupati Dadang Supriatna Menuturkan bahwa pendidikan merupakan hak untuk semua masyarakat. 

"Berdasarkan data BPS pada tahun 2020,rata-rata lama sekolah Kabupaten Bandung baru 8,8 tahun, tidak berbanding  lurus dengan harapan lama sekolah Kabupaten Bandung sekitar 12,9 tahun," kata Dadang Supriatna.

Namun, Bupati menambahkan setelah 9 bulan dilantik menjadi Bupati Bandung, indeks rata-rata lama sekolah mengalami peningkatan dari 8,8 tahun menjadi 9,0 tahun. 

Menurut Bupati Bandung, walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, ternyata berdasarkan data BPS tahun 2022, indeks kesehatan dan indeks daya beli masyarakat Kabupaten Bandung mengalami peningkatan. Namun  indeks pendidikan di tidak meningkat  signifikan. 

Oleh karenanya Bupati Dadang Supriatna berharap kepada Pemprov Jabar agar pengelolaan SMA dikembalikan lagi ke kabupaten/kota. 

"Jika SMA tidak terurus oleh provinsi, lebih baik pengelolaannya dikembalikan lagi ke kabupaten/kota," ujarnya. 

Menurutnya dengan kondisi tersebut, Pemkab Bandung sulit membuat kebijakan secara utuh  terhadap pendidikan SLTA sebagai upaya meningkatkan indeks pendidikan, khususnya meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung.

"Kenapa kita melaksanakan program pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Sebab tahun ini kita memprogramkan 50.000 orang untuk masyarakat yang belum punya ijasah SD, SMP dan SMA. Supaya mereka bisa memiliki ijasah," katanya.

Bupati Dadang Supriatna pun mengungkapkan  salah satu uapayanya untuk meningkat kan nilai rata-rata lama sekolah adalah dengan melaksanakan program Besti (Beasiswa Ti Bupati). Mengingat masih  banyaknya  masyarakat di Kabupaten Bandung yang memiliki kemampuan, kecerdasan tinggi serta berprestasi namun  secara ekonomi belum mampu  melanjutkan sekolah. 

Lebih lanjut, Bupati Dadang Supriatna sangat mengapresiasi dengan berdirinya SMP Habibi Bina Cendikia yang diprakarsai oleh Ketua Fraksi PKB DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal. 

"Ini merupakan karya nyata untuk masyarakat Kabupaten Bandung dalam bidang pendidikan," katanya. 

Bupati Bandung menyebutkan di Kabupaten Bandung masih membutuhkan 48 unit sekolah SMP baru.

"Tahun ini insya Allah Pemkab Bandung menyediakan 28 unit sekolah SMP baru. Sisanya, 20 unit sekolah  kita berikan kesempatan kepada swasta untuk mendirikannya. Seperti dilaksanakan oleh Pak Cucun, yang saat ini menyiapkan SMP Habibi Bina Cendikia. Inilah peran masyarakat dalam kolaborasi atau pentahelik. Tanpa bantuan dari masyarakat, program pemerintah tidak akan berjalan," ujarnya.

Dadang Surpiatna berharap kehadiran SMP Habibi Bina Cendikia dapat melahirkan generasi-generasi yang berkarakter dan berakhlakul karimah serta dapat menciptakan generasi pemimpin dimasa yang akan datang. 

Bupati Bandung mengatakan kehadiran SMP Habibi Bina Cendikia yang berfokus pada pendidikan teknologi dipandang  sangat luar biasa. mengingat kebutuhan teknologi tidak bisa dihindari dalam menghadapi perkembangan jaman kedepan.

" Kami berharap, hadirnya SMP Habibi Bina Cendekia ini bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Bandung," pungkasnya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Kamis, 02 Maret 2023

Bupati Bandung H M. Dadang Supriatna Raih Gelar Doktoral di Universitas Trisakti

Jakarta Barat, Jelajah News - Bupati Bandung H M. Dadang Supriatna menjalani prosesi sidang terbuka promosi Doktor Ilmu Ekonomi dengan Konsentrasi Ilmu Sumber Daya Manusia di Kampus A Universitas Trisakti Gedung S Lantai 8 Ruang Auditorium Jalan Kyai Tapa No 1 Grogol Jakarta Barat, Kamis (2/3/23).

Melalui sidang terbuka tersebut, Bupati Dadang Supriatna dinyatakan lulus dengan yudicium/predikat sangat memuaskan dan berhak mendapatkan gelar Doktor.

Dalam sidang terbuka ini, Bupati Dadang Supriatna mengambil judul disertasi pengaruh servant leadership, organizational culture, information and communication technology terhadap employee performance melalui absorptive capacity dengan work discipline dan employee competence sebagai variabel moderasi pada ASN Bandung Metropolitan. 

Usai menyelesaikan gelar doktor di Universitas Trisaksi, Bupati Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya, keluarga serta semua pihak yang telah mendukungnya sehingga dirinya mendapatkan gelar Doktoral. 

"Saya berharap disertasi ini bermanfaat dan mudah-mudahan dapat diikuti dan dilaksanakan sebagai pedoman atau referensi yang tentunya akan menghasilkan sebuah keberhasilan yang saat ini pernah kami rasakan," kata Bupati Dadang Supriatna.

Bupati Bandung  mengungkapkan bahwa untuk menyelesaikan promosi  doktor itu, dirinya mendapat dukungan dari banyak pihak walaupun mengalami berbagai hambatan.Mengingat  proses pendidikan yang ditempuhnya saat itu di tengah pandemi Covid-19. Selain itu  kesibukannya sebagai Bupati Bandung juga sangat menyita waktunya.  Dengan sisa waktunya yang selalu menyempatkan diri bertemu dengan penguji disaat kegiatan yang cukup padat. Namun disela-sela kesibukannya tersebut, Bupati Dadang Supriatna selalu memprioritaskan untuk menyelesaikan studinya.

"Saya mendapatkan motivasi dari Pak Cucun Ahmad Syamsurijal (Ketua Fraksi PKB DPR RI), untuk menyelesaikan pendidikan guna mendapatkan gelar doktor, sehingga bisa melaksanakan sidang promosi doktor ilmu ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta," katanya.

Selanjutnya Bupati Bandung menyatakan bahwa gelar doktor yang baru diraihnya teraebut akan dipersembahkan kepada masyarakat Kabupaten Bandung untuk lebih mengoptimalkan lagi dalam peningkatan pelayanan.

"Hasil disertasi ini akan betul-betul diimplementasikan di Kabupaten Bandung, maupun dikabupaten/kota lainnya. Terutama di Bandung Metropolitan karena titik lokusnya di Bandung Metropolitan," katanya.

Lebih lanjut, Bupati Dadang Supriatna berencana bersilaturahmi dan mengundang para  kepala daerah di wilayah Bandung Metropolitan, yaitu Wali Kota Bandung, Wali Kota Cimahi, Bupati Bandung Barat dan Bupati Sumedang guna  bersilaturahmi dan menyampaikan hasil penelitian yang berlokus di wilayah Bandung Metropolitan. 

Pada kesempatan sidang, Bupati Bandung sempat mengungkapkan didepan tim penguji bahwa  pemimpin haruslah hadir di tengah-tengah masyarakat. "Pemimpin bukan sebagai raja, tapi pemimpin sebagai pelayan. Pemimpin hadir sebagai pelayan di tengah-tengah masyarakat," katanya. 

Selain itu dirinya juga menambahkan dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas, ia akan mendorong jajaran OPD, Kabag, Camat dan para Kades untuk mengikuti pesantren kilat. 

"Memberikan pelayanan kepada masyarakat tak bisa berdiri sendiri. Pelayanan kepada masyarakat harus diimbangi dengan inovasi. Saya meyakini sebagai pemimpin memiliki karakter sebagai pelayanan. Artinya, sebagai pelayan  memberikan inovasi, wawasan, pengetahuan dan ngobrol bersama dan tak ada stag antara pimpinan dan bawahan," ujarnya. 

Ia mengatakan bahwa dirinya akan terus meningkatkan kedisiplinan, mulai dari disiplin tepat waktu dan disiplin dalam penyerapan anggaran. "Untuk meningkatkan disiplin itu, kita harus terapkan komitmen yang kuat dalam diri masing-masing," katanya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)




 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls