Senin, 30 Januari 2023

Bupati Bandung Resmikan Masjid Al Mu'aawanah Komplek Sukamenak Indah



Margahayu, jelajah News - Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna meresmikan Masjid Al Mu'aawanah di Komplek Sukamenak Indah Desa Sayati Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Senin (30/1/23).

Dalam sambutannya, Bupati Bandung mengucapkan terima kasih dan  penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang memprakarsai  pembangunan Masjid Al Mu'aawanah yang berdiri diatas bangunan dua lantai tersebut. 

"Semoga segala yang telah dicurahkan untuk pembangunan mesjid ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak," harap Dadang Supriatna. 

Dalam ajaran Islam, dikatakan Bupati Bandung, mesjid merupakan sebaik-baik tempat di muka bumi ini. "Jika kita membuka sejarah Rasulullah SAW, mendirikan masjid adalah salah satu dari tujuh langkah strategis yang dilakukan beliau dalam membangun masyarakat madani," tutur Bupati Dadang Supriatna. 

Menurutnya, Konsep mendirikan mesjid bukan hanya sebagai tempat beribadah atau tempat berkumpul, namun juga memiliki peran untuk  membangkitkan kekuatan iman. 

Di zaman Rasulullah SAW, kata Bupati Dadang Supriatna, mesjid bahkan berfungsi sebagai markas mengatur strategi peperangan. "Yang mungkin di zaman sekarang, dapat difungsikan sebagai tempat musyawarah untuk menstrategikan permasalahan umat di setiap kampung," jelasnya. 

Bupati berharap mesjid Al Muaawanah tidak hanya menjadi tempat peribadatan saja, melainkan juga sebagai pusat kegiatan umat Islam. 

"Kita berharap, Masjid Al Mu'aawanah ini, insya Allah akan dapat memancarkan cahaya Islam, mendorong terciptanya masyarakat yang agamis. Selain itu menyebarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan serta persaudaraan dan kerukunan umat," harap Bupati Bandung. 

Oleh karenanya, Bupati Bandung meminta agar semua pihak dapat bersama-sama memakmurkan mesjid tersebut dan  menjadikannya sebagai pusat kebudayaan dan pengetahuan kajian ilmu Islam.

"Tanggungjawab besar bagi kita bersama, adalah untuk memakmurkannya," Tegasnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati  meminta kepada camat dan kepala desa agar lebih memperhatikan keberadaan mesjid dan tempat-tempat ibadah lainnya. 

"Jadilah tauladan dan dorong masyarakat untuk memakmurkan masjid," harapnya.

Selain itu, Bupati Bandung berpesan kepada khalayak yang hadir agar  memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui mesjid. "Niscaya masyarakat akan merasa tenteram hatinya," ujarnya.

Bupati Dadang menjelaskan pula bahwa dalam  pembangunan bidang keagamaan yang menjadi  prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung adalah peningkatan fasilitas pondok pesantren beserta  Perda tentang pondok Pesantren, pemberian insentif guru ngaji, insentif takmir dan marbot masjid, pemberian beasiswa hafiz Qur'an, program sekolah Qur'an, program mengaji dan berbagai program unggulan lainnya," tuturnya.

Bupati Bandung mengajak semua pihak agar mendukung program- program tersebut  dalam rangka melanjutkan pembangunan menuju masyarakat Kabupaten Bandung yang bangkit, edukatif, dinamis, agamis dan sejahtera. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Atasi Kenakalan Remaja, Pemkab Bandung Kolaborasi dengan Polresta



Baleendah, Jelajah News - Maraknya pemberitaan terkait kenakalan remaja seperti aksi kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, free sex dan kontaminasi ajaran menyimpang sangat menyita perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung.

Menyikapi hal itu, pemerintah daerah bersama Polresta Bandung berkolaborasi menggelar sosialisasi ke sekolah – sekolah, sebagai langkah preventif menekan aksi – aksi melenggar hukum yang dilakukan anak usia transisi tersebut.

Bupati Bandung Dadang Supriatna berpendapat, orangtua, guru serta lingkungan sangat berperan penting dalam pembentukan karakter remaja. Mengingat, di usia tersebut para remaja akan mencari jati diri dan mencoba hal – hal baru.

“Masa Remaja biasa disebut juga masa pubertas. Perubahan ini juga yang berdampak pada kepribadian remaja yang menjadikan mereka berani untuk mencoba berbagai hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Tentunya di tahap inilah orangtua memiliki peran vital terhadap tumbuh kembang seorang anak agar tidak terhanyut oleh modernisasi zaman,” ucapnya seusai bertindak sebagai Inspektur Upacara di SMAN 1 Baleendah, Senin (30/01/2023).

Di hadapan para pelajar, bupati yang akrab disapa Kang DS juga mengingatkan tentang bahayanya pernikahan di bawah umur. Pasalnya, pernikahan dini merupakan salah satu penyumbang kasus stunting.

“Beberapa pekan terakhir kita dikejutkan dengan banyaknya permohonan dispensasi nikah yang diajukan remaja. Padahal perkawinan dibawah umur sangat berisiko bagi ibu dan calon bayi. Oleh karenanya, diperlukan edukasi kepada remaja tentang kesiapan menikah,” jelas Kang DS.

Selain menikah di usia matang, bupati juga mengajak para remaja perempuan untuk mencegah stunting sedini mungkin, diantaranya dengan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) sebanyak 1 tablet per minggu bagi remaja putri, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari serta menerapkan pola makan sesuai pedoman gizi seimbang.

Di samping itu, Bupati menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo pada Rakornas bersama Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, beberapa waktu lalu.

Di tempat yang sama, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo berharap, sosialisasi tersebut dapat mencegah tawuran pelajar dan tindak kriminalitas lainnya, sehingga angka pelanggaran hukum yang dilakukan pelajar bisa ditekan.

“Kami juga menyosialisasikan bahaya narkoba serta cara bijak bermedia sosial. Harapan kami bahwa anak – anak generasi mendatang ini bisa menjadi harapan Bapak Presiden yakni Mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045,” harapnya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Sabtu, 28 Januari 2023

Atraksi Barongsai Tonggak Bangkitkan Pariwisata dan Ekraf Kabupaten Bandung


Rancabali, Jelajah News - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Perhutani menggelar event Barongsai Tonggak di kawasan wisata alam Kawah Putih Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Sabtu (28/1/23) sebagai upaya membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Bandung. 

Event ini juga merupakan langkah percepatan kebangkitan pariwisata yang selaras dengan harapan Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna dan Menteri Pariwisata dan Ekkraf Sandiaga S Uno. 

Kepala Disbudpar Kab. Bandung H. Wawan A Ridwan mengatakan, pagelaran barongsai tonggak sengaja digelar di kawasan wisata alam, khususnya di Kawah Putih Rancabali dalam upaya lebih menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut. 

"Dengan adanya atraksi barongsai tonggak ini, akan menambah animo masyarakat untuk datang ke lokasi wisata," kata Wawan Minggu (29/1/23).

Menurut Wawan  para wisatawan tertarik untuk datang melihat atraksi barongsai tonggak sekaligus melihat destinasi pesona keindahan wisata alam  Kabupaten Bandung.

Wawan juga mengungkapkan dengan adanya berbagai pagelaran seni sepertu barongsai tonggak maupun pagelaran seni  lainnya  tentu akan membangkitkan ekonomi kreatif yang ada di kawasan wisata alam. "Apalagi di kawasan destinasi wisata Kawah Putih banyak sekali masyarakat yang terlibat. Barongsai ini adalah salah satu subsektor ekraf,  tentunya akan menarik animo masyarakat untuk datang ke kawasan wisata. Mereka akan hadir dan berbelanja produk- produk ekraf yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar dan berbelanja produk kuliner," tutur Wawan.

Wawan mengungkapkan  even berdampak positif karena , menunjukkan kebangkitan dunia pariwisata setelah dicabutnya PPKM  oleh Presiden pada akhir Desember 2022 lalu. 

"Bisa dibuktikan dengan kunjungan wisatawan dari luar kota menuju Bandung Selatan, melalui pemantauan arus kendaraan yang masuk melalui Tol Soroja cukup padat. Baik dari arah Bandung menuju Soreang pada Sabtu pagi hari, maupun maupun sebaliknya dari arah Soreang menuju Bandung pada sore hari setelah mereka pulang berwisata dari kawasan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali," tuturnya. 

Wawan berharap melalui pagelaran even barongsai tonggak ini, kedepannya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Bandung 

"Apalagi pada tahun 2023 ini, kita akan menghadapi beberapa even besar yaitu Piala Dunia U-20, City Sanitation Summit XXI tahun 2023 dan Festival Olahraga Tradisional (Fornas)," katanya. 

Oleh karenanya Wawan berpesan agar masyarakat Kab. Bandung bersiap diri dalam menghadapi berbagai even tersebut. 

"Ini merupakan peluang untuk kita membangkitkan perekonomian dengan datangnya para wisatawan dari Indonesia maupun internasional," ungkapnya.

Wawan menyebutkan atraksi barongsai tonggak yang digelar ini mendapat perhatian para wisatawan mancanegara, di antaranya dari Taiwan, Jerman, Swedia, Prancis, dan Belanda. "Mereka sengaja datang kesini, seperti halnya pada bulan Juni ketika ada panen raya kopi. Para wisatawan asal Belanda datang ke Desa Wisata Alamendah," ujarnya.

Pada hari Sabtu ini, kata dia,  sekitar 20 wisatawan mancanegara termasuk kelima negara tersebut hadir di Desa Wisata Alamendah. 

"Mereka sangat terkesan dengan keramahan para pengurus yang ada di Desa Wisata Alamendah," katanya.

Sesuai arahan Bupati Bandung, Wawan menuturkan, bahwa kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif, pasca pandemi Covid-19, harus dilakukan dengan gerak cepat, gerak bersama dengan memanfaatkan semua potensi melalui pola pentahelix dengan jargon Bedas (bangkit, edukatif, dinamis, agamis dan sejahtera). Selain itu, berbudaya, berwisata dan beraksi. 

Perlu disampaikan pada event barongsai tonggak ini juga turut dimeriahkan  oleh tarian kolosal, Seniman dan budayawan Yogyakarta dari Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber:Pemkab Bandung/Asdar)



Selasa, 24 Januari 2023

Dengan Rekor Peserta Terbanyak, Bupati Bandung Kukuhkan 2251 Peserta KMD Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung


Soreang, Jelajah News - Jajaran Pramuka telah dikenal luas sebagai wadah yang ideal bagi generasi muda dalam upayanya mendidik diri sebagai generasi yang memiliki karakter, tangguh dan berakhlak mulia serta memilki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Hal tersebut diungkapkan Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelantikan Pengurus Mabiran dan Kwartir Ranting, Pengurus Satuan Kerja Pramuka, Pengurus Satuan Komunitas Pramuka dan Inagurasi Kursus Pembina Pramuka Mahir Tkt. Dasar (KMD) di Dome Bale Rame Soreang  pada hari Selasa pagi (24/01/23).

Dalam sambutannya, Bupati Bandung  mengatakan citra Pramuka yang telah terbangun  harus terus dipertahankan dengan penuh kesungguhan oleh seluruh anggotanya dengan cara berperan aktif dalam pembangunan di berbagai aspek kehidupan masyarakat  yang selaras dengan Trisatya dan Dasa Dharma serta seyogyanya mengakar pada setiap sanubari anggota Pramuka.

Bupatii Dadang Supriatna berharap agar gerakan Pramuka dapat terus berinovasi dan merancang kegiatan yang proaktif mengingat tantangan kedepan yang harus dihadapi.

“Gerakan Pramuka harus mampu tampil  sebagai benteng generasi muda dari pergaulan bebas, narkoba, seks bebas, minuman keras serta ikut mensosialisasikan bahaya pernikahan dini’. Kata Bupati Dadang Supriatna.

Dalam menghadapi ancaman krisis global dan tingginya inflasi , Bupati Bandung berpesan agar gerakan pramuka dapat beperan dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Karena, kaum muda akan lebih tertarik apabila gerakan pramuka di Kabupaten Bandung dapat memfasilitasi kegiatan-kegiatan  bernuansa ekonomi masyarakat dan mampu mencetak bibit-bibit unggul dan berkualitas untuk  melanjutkan kepemimpinan baik di tingkat regional maupun nasional.

Selanjutnya Bupati Dadang Supriatna mengajak seluruh insan pramuka di kabupaten Bandung untuk tetap solid dan berperan aktif dalam mmensukseskan program-program Kabupaten Bandung demi terwujudnya masyarakat yang bangkit, edukatif, dinamis, agamis dan sejahtera dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan.

Apresiasi yang besar diberikan  Bupati Bandung bagi seluruh keluarga besar Pramuka Kabupaten Bandung yang telah berperan aktif memberikan kontribusi pada raihan 130 penghargaan bagi Kabupaten Bandung di tingkat regional maupun nasional pada tahun 2022, peran pramuka dalam penanganan covid 19 serta peningkatan pendapatan asli daerah dari 960 milyar rupiah pada tahun 2021 menjadi 1,244 triliun rupiah di tahun 2022.

Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan kepada kwarcab Pramuka Kab. Bandung agar melakukan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan karakter masyarakat yang diselaraskan dengan tiga muatan lokal di sekolah yaitu Pancasila dan UUD 45, pendidikan budaya dan Bahasa sunda serta Pendidikan mengaji dan menghapal Al-Qur’an.

Sementara itu dalam laporan kegiatannya, Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Bandung, Emma Dety Supriatna mengatakan bahwa penyelenggaraan  pembinaan Pramuka mahir tingkat dasar (KMD) ini bertujuan untuk menghasilkan pembina-pembina pramuka yang Tangguh dan mahir.Yaitu pembina profesi yang memahami kebutuhan peserta didik serta mampu menerapkan sistem among dalam pengembangan gugus depannya dan mengamalkan Dasa Darma dan Trisatya.

Dijelaskan Emma Dety bahwa Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Bandung pada tahun 2022 telah menciptakan rekor KMD terbanyak dalam jumpa Angkatan dan peserta dengan melibatkan 53 angkatan dan 2251 peserta yang terdiri dari 963 orang peserta  pembina putra, 1288 orang peserta  pembina putri yang pada kegiatan ini dikukuhkan oleh Bupati Bandung sebagai Ketua Mapicab Kabupaten Bandung. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)



Rabu, 18 Januari 2023

Rembug Bedas di Kecamatan Margaasih, Bupati Dadang Supriatna : "Saya Hadir Untuk Beri Solusi"


Margaasih, Jelajah News - Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna disambut antusias ratusan warga saat melaksanakan program Rembug Bedas di Kampung Musik Nanjung Desa Nanjung dan Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung, Rabu (18/1/23). 

Di Kampung Musik Nanjung, sejumlah warga menyampaikan aspirasi dan harapannya kepada Bupati Dadang Supriatna. 

Mulai dari pengembangan kampung musik, bantuan  pembangunan Masjid Al Istiqomah, kemudahan pembelian bahan bakar solar untuk alat mesin pertanian, serta kemudahan proses ijin bangunan. 

Di Desa Margaasih, aparatur desa  berharap agar kegiatan Rembug Bedas menjadi agenda tetap karena dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Warga lainnya meminta saran kepada Bupati Bandung  solusi terkait keberadaan anak-anak yang sudah masuk usia sekolah namun belum mengenyam pendidikan.

Dalam diskusinya  dengan Bupati Bandung, Perwakilan karang taruna meminta  dukungan sarana pelatihan yang dapat menunjang kapabilitas mereka agar kedepannya para anggota Karang Taruna dapat berkecimpung di dunia kerja.

Terkait aspirasi warga tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung  memberikan respon dan solusi atas apa yang disampaikan masyarakat di rembug bedas kali ini. 

Apa yang menjadi harapan pengelola Masjid Al Istiqomah Desa Nanjung, Bupati Bandung siap memberikan bantuan dalam bentuk bahan bangunan untuk  penyelesaian pembangunan masjid tersebut. 

Bupati Dadang Supriatna pun siap membantu dan memfasilitasi apa yang menjadi keluhan petani dalam pengadaan bahan bakar solar. 

"Ini akan menjadi pembahasan pada rapat nanti di jajaran Pemkab Bandung," 

Mensikapi  aspirasi masyarakat, terkait proses perijinan, Bupati menegaskan bahwa dirinya hadir di Rembug Bedas, untuk memberikan solusi dalam proses perijinan. 

Di bidang  pendidikan, Bupati Bandung mengatakan, bahwa Pemkab Banudng siap membantu penambahan ruang belajar bagi sekolah yang ada di Desa Nanjung dan Margaasih. 

"Tapi saya minta kejelasan lahan, untuk tertib administrasi. Apakah nanti lahannya dalam bentuk pelepasan lahan atau hibah," katanya.

Bupati pun mengatakan angka pengangguran di Kabupaten Bandung mengalami penurunan menjadi 6,98 persen dari sebelumnya 8,52 persen.

"Rembug Bedas ini untuk mengurangi angka pengangguran," katanya. 

Bupati Dadang  mengaku khawatir jika masih ada warga yang nganggur. 

"Saya berharap warga yang masih nganggur itu untuk mengikuti pelatihan perbengkelan, perbaikan handphone, servis motor, las dan lainnya. Pelatihan itu gratis," katanya.

Dalam sambutannya di rembug Bedas kali ini Bupati Dadang Supriatna mengatakan bahwa walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 namun pihaknya sanggup memberikan insentif kepada guru ngaji  senilai Rp 109 miliar di tahun 2022 dan berlanjut pada 2023 ini. Bupati menegaskan bahwa Program guru ngaji berikut uang insentifnya akan selalu ada, selama dirinya menjadi Bupati Bandung.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Bandung telah menganggarkan insentif untuk  RT, RW, perangkat desa, Linmas, PKK dan pihak lainnya, dengan anggaran total mencapai Rp 340 miliar serta anggaran untuk pinjaman dana bergulir dan tanpa jaminan yang mencapai Rp 70 miliar.

Dalam kesempatan ini pula, Bupati Bandung  mengingatkan agar para kepala desa  menyiapkan cadangan pangan untuk kepentingan masyarakat.

"Saya tak mau dengar ada warga yang kelaparan". 

Terkait aspirasi warga dalam hal pendidikan, Bupati Bandung menyarankan agar anak yang tidak sekolah untuk ikut sekolah terbuka paket C dan B. 

"bisa menemui kades dan Kepala Dinas Pendidikan, supaya mereka bisa memiliki ijasah. Sekolahnya bisa di desa" katanya. 

Menyambung penjelasannya tentang pendidikan, Bupati Bandung menjelaskan bahwa dirinya memiliki target mendirikan 28 SMP baru dan 22 SMA baru di Kabupaten Bandung guna mengejar lamanya sekolah sampai 10 tahun dan terus berupaya mengoptimalkan pembelajaran tiga muatan lokal untuk para siswa di sekolah, yaitu Pendidikan Pancasila dan UUD 1945, Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda serta Belajar Mengaji dan Menghafal Al-Quran. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Bupati Bandung Sambangi Tukang Sound System Cigondewah


Margaasih, Jelajah News - Disela-sela kesibukannya, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna hadir pada kegiatan silaturahmi dengan komunitas Tukang Sound Cigondewah Rahayu (TSCR) di Lapangan Cibeureum RT 04/RW 27 Desa Mekar Rahayu Kecamatan Margaasih Kab. Bandung, Rabu (18/1/23) sore.

Kegiatan ini dalam rangka anniversary TSCR ke-2 yang juga diisi  dengan gelaran festival sound system yang melibatkan para pengusaha sound system.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, pasca pandemi Covid-19, merupakan momentum untuk bangkitnya para pengusaha guna meningkatkan ekonomi masyarakat termasuk para yang pada saat pandemic  Covid-19 merasakan langsung dampaknya apalagi untuk mengembangkan usahanya. 

Bupati Bandung sangat mengapresiasi dengan adanya festival sound system ini. 

"Tentunya, para pengusaha sound system akan membuat sound system yang lebih bagus. Dengan adanya kegiatan festival sound system ini diharapkan bisa mendekatkan silaturahmi yang lebih baik dengan para pengusaha sound system," harapnya.

Bupati Bandung pun sangat mengapresiasi atas  kekompakan yang dibangun para  pengusaha sound system di Cigondewah Rahayu. 

"Saya yakin orang Cigondewah Rahayu, selalu kompak dalam menjalin silaturahmi," ujarnya.

Bupati Dadang Supriatna juga berharap kepada para pengusaha sound system untuk saling membantu. "Kita berharap para pengusaha sound syaten lebih sukses lagi," harapnya. 

Ia mengatakan, festival yang digelar para pengusaha sound system ini berkaitan dengan visi misi Kabupaten Bandung yaitu terwujudnya Bandung Bedas. 

"Bagaimana membangkitkan atau meningkatkan  ekonomi masyarakat, diantara pengusaha sound system. Karena suksesnya pengusaha sound system dapat menambah lapangan kerja, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran," tutur Kang DS, panggilan akrab Dadang Supritna.

Selanjutnya Kang DS mengatakan, dengan dicabutnya PPKM oleh Presiden Joko Widodo pada akhir Desember 2022 lalu maka iuj menjadi momentum bagi para pengusaha untuk menjalankan usahanya termasuk para pengusaha sound system. 

"Silahkan bekerja seperti biasa, tanpa harus pakai masker. Tetapi di tempat-tempat tertentu, wajib pakai masker," ungkapnya. 

Dalam kunjungannya tersebut, Kang DS menyempatkan diri  melihat langsung berbagau sound system unit yang digelar pada festival sound system tersebut. 

"Suara sound system pada giat festival sound system ini sangat luar biasa. Kita berharap para pengusaha sound system untuk saling mendukung guna meningkatkan ekonomi," pungkasnya. (Sumber:Pemkab Bandung/Asdar)

Selasa, 17 Januari 2023

Hadiri Rakornas, Bupati Bandung Fokus Bangkitkan Penguatan Sektor Pemulihan Ekonomi Rakyat


Bogor, Jelajah News - Bupati Bandung H.M Dadang Supriatna merespon cepat arahan Presiden RI Joko Widodo untuk berupaya dalam penguatan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan inflasi tahun 2023. 

Pada Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia, yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Selasa (17/1/2023), bupati mengungkapkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti seluruh arahan Presiden RI Joko Widodo  untuk pemerintah daerah agar fokus dan optimis, pada upaya penguatan pertumbuhan ekonomi msayarakat di tengah resesi dan inflasi.

 “Sesuai arahan pak presiden, Pemkab Bandung akan fokus pada upaya bagaimana membangkitkan kembali perekonomian rakyat di bawah bayang-bayang resesi dan inflasi, khususnya di daerah. Tentunya ini akan menjadi perhatian kami bersama,” ungkap Bupati Dadang Supriatna.

Dirinya meyakini, sumber daya alam dan manusia yang dimiliki Pemkab Bandung merupakan potensi yang mampu membangkitkan perekonomian daerahnya. Menurutnya, jika terkelola dengan baik dan terintegrasi, tentu akan berdampak besar.

“Potensi yang sangat luar biasa ini menjadikan Kabupaten Bandung sebagai daerah unggul dalam investasi. Untuk menarik para investor, kami akan mempermudah proses perizinan. Tak hanya berdampak pada PAD (Pendapatan Asli Daerah), investasi ini juga dapat membuka peluang lapangan pekerjaan baru,” jelasnya.

Tak hanya memulihkan sektor perekonomian, Bupati yang akrab disapa Kang DS itu juga menyampaikan, peningkatan kesejahteraan masyarakat pun menjadi salah satu perhatian jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Pemkab Bandung akan terus mendorong agar masyarakat bangkit dan berdaya saing, dengan memaksimalkan program yang ada. Untuk itu, saya harap semua stakeholder responsif terhadap kebutuhan masyarakat, baik dalam hal penyebaran informasi serta pelaksanaan program,” ujar bupati.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo memaparkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 diperkirakan 5,2%-5,3%. Meski bisa melalui tahun turbulensi ekonomi di 2022, dirinya tetap mengingatkan para kepala daerah untuk berhati-hati dalam membuat kebijakan.

“Hati-hati tahun 2023 ini masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi kita juga bagi ekonomi global. Kebijakan itu harus berbasis pada data dan fakta di lapangan,” terang Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mensyukuri inflasi di Indonesia sepanjang 2022 masih terkendali, yakni berada pada kisaran 5,5%. Angka inflasi tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi di negara-negara lainnya.

"Coba dilihat negara lain ada yang sampai 9,2%. Uni Eropa berada di 9,2%," ucap Jokowi.

Dirinya juga meminta seluruh kepala daerah untuk terus memantau harga barang dan jasa yang ada di lapangan.

“Saya minta seluruh gubernur, bupati dan walikota selalu melakukan pemantauan, sehingga selalu terdeteksi sedini mungkin sebelum kejadian besar datang,” pungkasnya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Bupati Bandung Gelar Rembug Bedas di Kec. Margahayu



Margahayu, Jelajah News - Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna kembali melaksanakan Rembug Bedas di Desa Margahayu Selatan dan Kelurahan Sulaiman Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Senin (17/6/1/23) dalam upaya  mendorong percepatan  terciptanya 35.000 pengusaha baru atau lapangan kerja di Kabupaten Bandung pada 2023 ini.

Seperti giat Rembug bedas sebelumnya, Bupati Bandung bersama jajaran Perangkat Daerah hadir di tengah-tengah masyarakat dua desa tersebut pada sesi acara riungan sareng masyarakat Kabupaten Bandung Bedas  untuk menggali informasi dan aspirasi masyarakat  berkaitan dengan pengembangan ekonomi. Berbagai ragam keluh kesah disampaikan warga kepada Bupati Bandung. 

Pada pelaksanaan Rembug Bedas kali ini turut hadir para pemuda dan pemudi pencari kerja dan Bupati Bandung pun turut menampung keluh kesah masyarakat yang hadir pada kegiatan Rembug Bedas tersebut. 

Dalam riungan tersebut para pelaku UMKM di Desa Margahayu Selatan menyampaikan harapan mereka agar ada perhatian  permodalan dan pemasaran produk meraka. 

"Kita suka bingung, ada produk namun pemasarannya kemana," kata salah seorang warga.

Dalam hal infrastruktur, Warga juga mengungkapkan adanya bangunan di atas saluran air di Desa Margahayu Selatan yang  menghambat aliran dan pemeliharaan saluran air tersebut. Selain itu ada besi yang mengganggu aliran air. "Setiap hari sampah tertahan di besi tersebut," kata warga lainnya. 

Dalam diskusinya dengan guru ngaji, para guru ngaji berharap ada pelatihan  dalam upaya meningkatkan kualitas guru dan program umrah gratis untuk guru ngaji.

Menanggapi keluhan kesah warga tersebut Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa apa yang  menjadi harapan warga tersebut bisa ditangani melalui program pentahelix, khusus dalam penanganan sungai maupun aliran sungai di Desa Margahayu Selatan, 

Bupati Bandung mencontohkan  penanganan sungai di Kecamatan Rancaekek, Ciwidey dan Ciparay melalui program pentahelix.

"Program pentahelix ini dengan menggunakan anggaran pribadi, bukan APBD. Mulai dari iuran untuk pembelian bahan bakar solar untuk operasional alat berat backhoe hingga kebutuhan lainnya," katanya. 

Bupati Bandung mengatakan, kegiatan Rembug Bedas ini dilaksanakan untuk desa-desa yang pada pelaksanaan Bunga Desa/Saba Desa belum terjangkau serta dalam upaya lebih mendekatkan silaturahmi antara dirinya dengan masyarakat. 

Lebih lanjut Bupati Bandung mengatakan bahwa Pemkab Bandung sudah menyiapkan permodalan untuk para pelaku usaha. Bahkan untuk pemasarannya bisa melalui program Bedas Market yang akan segera di-launching, dengan melibatkan 10 orang per desa. 

"Pemkab Bandung sudah menyiapkan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan jaminan, yang disiapkan di BJB dan BPR Kerta Raharja," katanya.

Lebih lanjut Bupati Bandung menjelaskan ada sekitar 16.000 pelaku UMKM di Kabupaten Bandung. 

Selain itu Bupati Bandung mengatakan bahwa pihaknya akan memperhatikan atlet berprestasi. Apakah nantinya mereka diarahkan bekerja di perusahaan BUMD  di antaranya  BJB, PDAM, BPR Kerta Raharja. 

"Atlet berprestasi bisa bekerja di BUMD. Kalau mau jadi PNS, saya tak bisa bantu. Para atlet berprestasi bisa ditampung dan nantinya disalurkan," katanya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Senin, 16 Januari 2023

Bupati Bandung : Anak-anak Disabilitas Miliki Hak yang Sama


Pacet, Jelajah News -Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna menghadiri kegiatan forum penyandang disabilitas se-Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, Minggu (15/1/23) yang diselenggarakan Yayasan Manggala Putera Rumah Alifa di lingkungan Pondok Pesantren Al-Istiqomah Desa Maruyung Kecamatan Pacet. 

Bupati Bandung didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna secara simbolis menyerahkan bantuan kursi roda kepada anak disabilitas, sebagai alat bantu untuk aktivitas sehari-hari.

Selain kursi roda, Bupati Bandung pun siap memfasilitasi dan membantu alat pendengaran maupun peralatan untuk anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. 

Bupati Dadang Supriatna sangat mengapresiasi kehadiran Rumah Alifa untuk penyandang disabilitas yang ada di Kecamatan Pacet ini. selain itu dirinya mendorong agar pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) disana terlaksana sesegera mungkin. 

"Pengadaan bangunan kita dorong dan  suport, supaya bisa terselenggara pendidikan SLB secepatnya," kata Dadang Supriatna.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bandung juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jabar terkait perijinan pendirian SLB karena merupakan kewenangan provinsi. 

"Dengan adanya SLB nanti kedepan, bahwa bisa dijadikan tempat pendidikan. Karena berdasarkan Undang-undang No 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,  bahwa disitu ada hak-hak disabilitas. Artinya, pemerintah harus memfasilitasi karena disabilitas memiliki hak yang sama. Baik pendidikan, kesehatan maupun hal yang lainnya," kata Bupati Bandung. 

Dalam sambutannya pula, Bupati  Dadang Supriatna, mengatakan bahwa pihaknya akan selalu mensupport keberadaan Rumah Alifa  dalam memberikan pelayanan kepada anak-anak disabilitas. 

"Saya pun mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hj. Ema Pengurus Rumah Alifa, yang sangat peduli terhadap anak-anak disabilitas. Semoga bisa menjadi pahala dan bisa menjalankan atau  program yang sangat luar biasa ini. Menurut keyakinan saya, ini adalah salah satu pintu masuk syurganya  Allah SWT," katanya. 

Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan kegiatan yang digagas oleh Yayasan Manggala Putera Rumah Alifa ini sebagai bentuk perhatian  terhadap kebutuhan anak-anak penyandang disabilitas, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung. 

Ia juga mengingatkan kepada para orang tua yang memiliki anak disabilitas untuk tidak minder. "Ujian yang diberikan oleh Allah SWT memiliki anak disabilitas, adalah salah satu kuncinya masuk syurga. Kita harus selalu sabar dan tawakal. Pemerintah daerah dan provinsi tidak akan tinggal diam, untuk selalu mendorong, mendukung dan memberikan sarana dan prasarana. Termasuk guru pengajarnya," ujarnya. 

Bupati Bandung juga meminta data anak-anak disabilitas di lingkungan Rumah Alifa yang masih  membutuhkan peralatan untuk alat bantu. 

"Yang belum menerima bantuan kursi roda, alat pendengaran agar mendaftar. Kami akan mempersiapkannya," katanya. 

Menurutnya,  anak-anak disabilitas yang memiliki potensi menjadi atlet agar didaftarkan untuk mengikuti peparda. 

Menurutnya, Pemkab Bandung tidak membeda-bedakan para atlet disabilitas dengan atlet biasa dalam hal pemberian bonus bagi atlet yang berprestasi baik  pada  even di tingkat provinsi maupun nasional. 

"Para atlet-atlet disabilitas yang mendapatkan medali, itu sama dengan yang biasa dan tidak ada perbedaan. Contoh peraih medali emas, mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 75 juta," ujarnya. 

Untuk itu, Bupati berharap kepada para orang tua yang memiliki anak disabilitas untuk tidak berkecil hati. Karena pemerintah tidak akan tinggal diam, dan insya Allah selalu memperhatikan keberlangsungan anak-anak disabilitas tersebut. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Minggu, 15 Januari 2023

Pemkab Bandung Berupaya Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat


Bandung, Jelajah News - Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna menghadiri Pertemuan Pembinaan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) untuk Kepala Puskesmas dan Satuan Kerja di Lingkungan Dinas Kesehatan  Kabupaten Bandung, yang dilaksanakan di Hotel Grand Pasundan, Kota  Bandung, Sabtu (14/1/23) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Dadang Supriatna berharap, di tahun 2023 ini pemerintah bisa menyediakan rumah sakit daerah sehingga hal ini bisa memenuhi pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh elemen masyarakat. 

Bupati Bandung mengungkapkan baik puskesmas maupun rumah sakit harus membantu dalam pemerataan pelayanan kesehatan agar masyarakat Kabupaten Bandung yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak lagi harus jauh-jauh pergi ke kota. 

Bupati Dadang Supriatna menuturkan, pihaknya terus berupaya agar BLUD dan Satker di lingkungan Dinas Kesehatan ikut memikirkan agar masyarakat mendapatkan kemudahan untuk akses Yankes misalnya cukup hanya dengan menggunakan KTP saja, sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. 

"Hal ini penting agar semua masyarakat bisa merasakan pelayanan kesehatan yang adil, masyarakat cukup memperlihatkan KTP, maka rumah sakit sudah bisa melakukan pemeriksaan,

tidak perlu online. Kita harus memperhatikan kebutuhan dan ketersediaan masyarakat," ungkap Bupati Bandung.

Selain itu, Bupati Dadang Supriatna juga berharap kepada para stakeholder dan puskesmas agar memiliki data valid  masyarakat yang tidak mampu. 

Maka untuk memenuhi harapan- harapan masyarakat berkaitan pelayanan kesehatan di tahun 2023, imbuh Dadang Supriatna, perlu adanya perbaikan administrasi dan strategi dari struktural dan fungsional Dinas Kesehatan dan puskesmas.

"Saya berharap baik Dinas Kesehatan maupun puskesmas bekerja secara kompak sesuai dengan job deskripsi masing-masing, jangan sampai ada keterlambatan informasi yang kurang, baik diantara internal maupun eksternal," ujarnya. 

Dadang Supriatna pun berharap agar dibuatkan kajian akademis untuk pelayanan kesehatan di perbatasan Kabupaten Bandung dengan wilayah lain, seperti di Kecamatan Cimenyan dan Cilengkrang.

"Kaji bagaimana caranya agar sarana dan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi," harapnya.(Sumber:Pemkab Bandung/Asdar)

Jumat, 13 Januari 2023

KEMBANGKAN SANITASI DI KABUPATEN BANDUNG, BUPATI AJAK KADES DAN LURAH TINJAU KALI GAJAHWONG YOGJAKARTA


Yagyakarta, Jelajah News - Sebagai bagian dari upaya pengembangan sanitasi di Kabupaten Bandung, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna Bersama jajaran perangkat daerah terkait serta 270 kepala desa dan 10 lurah di Kabupaten Bandung melakukan studi tiru ke Kali Gajahwong Kelurahan Giwangan Kecamatan Umbulhardjo Yogyakarta (Kamis, 12/01/23).

“Ada yang bisa kita adop dari kawasan Kali Gajah Wong ini. Yakni kesadaran masyarakatnya sangat tinggi dalam mengelola lingkungan. Semula kali, kemudian dikelola masyarakat menjadi obyek wisata selokan yang penuh ikan. Ini menjadi PR kita bersama untuk berkomitmen mengembangkan sanitasi yang berpotensi juga menjadi kawasan wisata,” ungkap Bupati Dadang Supriatna saat kunjungan tersebut.

Dalam kegiatan studi tiru ini, Bupati Bandung diterima langsung oleh Walikota Kota Yogyakarta Sumadi.  Bupati Dadang Supriatna memilih kota Yogyakarta sebagai area studi tiru guna mendapatkan  informasi regulasi berupa peraturan daerah dan peraturan walikota terkait masterplan Pengelolaan Sampah di Kota Yogyakarta. Bupati Dadang Supriatna pun cukup antusias akan mengadopsi regulasi itu untuk diterapkan di Kabupaten Bandung. 

Dalam kunjungannya, Bupati memohon ijin kepada  Walikota Sumadi akan membawa Forum Camat, 270 kepala desa dan 10 lurah untuk melakukan studi tiru ke Kali Gajah Wong di Kelurahan Giwangan Kecamatan Umbulharjo.

Studi tiru itu dilakukan sebagai bentuk upaya Pemkab Bandung untuk menerapkan pengelolaan dan pengembangan Sistem Air Limbah Domestik dan Drainase di Kabupaten Bandung.

"Selain studi tiru, mereka juga harus ikut mempelajari perda perwal tentang pengelolaan sampah itu", ungkapnya.

Dalam pertemuannya ini, Bupati Bandung sempat menginformasikan kepada Walikota Sumadi,  bahwasanya Kabupaten Bandung akan menjadi tuan rumah City Sanitation Summit (CSS) di tahun 2023 ini.

"Semoga pa walkot beserta jajaran disini berkenan hadir pada waktunya nanti. Regulasi-regulasi yang ada saat ini di Kota Yogya, menjadi bahan kami juga untuk menghadapi even CSS, yang berskala nasional ini", pungkasnya pula.

Diketahui, Desa Wisata kali Gajah Wong merupakan hasil penataan Kawasan kumuh pada tahun 2022 oleh Kementrian PUPR. Kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh yang berada di tepian sungai tersebut saat ini menjadi destinasi wisata baru kebanggaan masyarakat Kota Yogyakarta dengan konsep wisata air.

Pemanfaatan selanjutnya menjadi peran pemerintah Kota Yogyakarta dengan memberdayakan masyarakat di kawasan tersebut dalam mengembangkan potensi Kawasan. (Sumber:Pemkab Bandung/Asdar)



Rabu, 11 Januari 2023

Pemkab Bandung Akan Revitalisasi Pasar Banjaran


Soreang, Jelajah News - Pemerintah Kabupaten Bandung akan merevitalisasi Pasar Rakyat Banjaran melalui kerjasama BGS (Bangun Guna Serah) dengan PT. Bangun Niaga Perkasa. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pasar tradisional menjadi pasar sehat.

“Pemerintah daerah terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pasar. Insya Allah, dengan revitalisasi ini keberadaan Pasar Sehat Banjaran nantinya bisa dinikmati oleh semua pedagang, menjadi pasar modern dan andalan warga sekitar,” ungkap Bupati Bandung Dadang Supriatna pada kegiatan Penandatanganan Keputusan Bupati tentang Mitra BGS dan Pengarahan Persiapan Investasi Pembangunan Pasar Sehat Banjaran di Ruang Kerjanya, Soreang, Rabu (11/1/2023).

Selain dapat mengurangi beban APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), bupati melanjutkan, kerjasama BGS itu juga diharapkan dapat tercipta pasar rakyat yang lebih representatif.

“Kerjasama ini pula akan terus dilakukan dalam penyediaan infrastruktur dan sarana perdagangan untuk Pasar Sehat Cicalengka, Soreang dan Pasar Sehat Majalaya,” jelas bupati yang akrab disapa Kang DS.

Melalui pembangunan sejumlah pasar sehat di wilayah Kabupaten Bandung, Kang DS berharap, kedepannya pasar tradisional akan semakin berkembang dan menjadi salah satu jantung perekonomian masyarakat, sekaligus menjadi pondasi perekonomian Kabupaten Bandung.

“Kami berharap, pembangunan kembali pasar ini dapat menyerap tenaga kerja baru, serta menjadikan Pasar Sehat Banjaran semakin eksis dan mampu bersaing dengan pasar modern yang kian berkembang,” harap Bupati Dadang Supriatna.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Bangun Niaga Perkasa, Engkus Kusnadi memaparkan, revitalisasi Pasar Sehat Banjaran rencananya menghabiskan anggaran sebesar Rp. 125 miliar.

“Rencananya, Pasar Sehat Banjaran akan dibangun tiga lantai di atas lahan sekitar 1,3 hektar. Lantai satu untuk sekunder, lantai dua primer dan lantai tiga untuk parkir dan perkantoran,” urai Engkus.

Guna mempercepat pelaksanaan pembangunan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pedagang dan masyarakat setempat. Pasalnya, terdapat beberapa kendala yang harus diselesaikan seperti kesepakatan harga, tempat relokasi sementara pedagang serta tata cara pembayaran.

“Ada sekitar 1.600 pedagang eksisting, belum lagi PKL yang berada di sekitar terminal. Semuanya harus terkafer dalam satu gedung. Oleh karenanya dari bulan Januari – Maret ini kami akan terus berkoordinasi, sehingga 2024 nanti Pasar Sehat Banjaran sudah bisa diresmikan,” pungkasnya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Rembug Bedas : Warga Desa Cipagalo dan Lengkong Sampaikan Aspirasinya



Bojongsoang, Jelajah News - Sejumlah warga menyampaikan aspirasi dan harapannya kepada Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna saat pelaksanaan Rembug Bedas  di Desa Cipagalo dan Desa Lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Rabu (11/1/23). 

Pada kegiatan Rembug Bedas kali ini, warga kedua desa tersebut  mengungkapkan berbagai aspirasi mereka kepada Bupati Bandung seperti masalah pengangguran, peningkatan fasos dan fasum Desa seperti  lapangan olahraga, tempat pembuangan sampah sementara (TPS),  akses jalan baru serta tempat pemakaman umum untuk masyarakat. 

Di hadapan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Faisal, warga desa Cipagalo berharap ada pembukaan akses jalan barubyang masuk kawasan Desa Cipagalo guna mengurangi kemacetan dan dirinya mengusulkan  agar pelaku usaha bisa membebaskan sebagian lahannya untuk pembukaan akses jalan baru tersebut. 

Keluh kesah yang sama disampaikan oleh Dedeh, warga Desa Cipagalo lainnya. Ia berharap kepada Bupati Bandung untuk menelusuri penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai). "Jangan sampai yang tidak berhak menerima bantuan BLT, menerima bantuan tersebut," katanya. 

Mendengar aspirasi dan keluh kesah dari sejumlah warga itu, Bupati Dadang Supriatna langsung memberikan responnya.

Khusus untuk penyaluran BLT, Bupati Dadang Supriatna meminta bagi  aparatur pemerintahan desa setempat untuk segera bertindak mencoret warga yang tidak berhak menerima  BLT. 

Saat hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Cipagalo dan Desa Lengkong, Bupati Bandung menawarkan peluang untuk warga yang masih menganggur untuk memanfaatkan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan dari Pemkab. Bandung

"Pemerintah sudah menyiapkan modal usaha melalui bank BJB dan BPR Kerta Raharja," katanya. 

Bupati Dadang Supriatna menyebutkan tercatat sebanyak 2,8 juta usia produktif di Kabupaten Bandung, dari 3,66 juta penduduk. 

Bupati Bandung berharap kepada masing-masing RT, RW dan kepala desa untuk mendata warganya yang belum bekerja dan menyarankan kepada warga yang ingin kerja ke luar negeri untuk mendaftarkan diri ke Dinas Ketenagakerjaan Kab. Bandung. 

"Atau mereka ingin membuka usaha dalam perbengkelan, las, menjahit atau menjadi pengusaha dalam bidang UMKM. Disaat butuh  modal usaha, kan sudah ada di BPR dan Bank BJB," kata Bupati Bandung. 

Selain itu, Bupati Bandung juga menyarankan warga untuk memanfaatkan pinjaman dana bergulir yang juga bisa dimanfaatkan melalui program KWT (Kelompok Wanita Tani), Kube (Kelompok Usaha Bersama) dan usaha lainnya. katanya. 

Menurutnya, Kube dengan anggota 5-10 orang bisa menerima  pinjaman bantara Rp 5 juta sampai Rp 20 juta untuk modal usaha.

Bupati mengatakan anggaran yang digunakan tersebut bisa digulirkan kepada komunitas atau kelompok lainnya. "Dana bergulir ini fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat. Ini bagian dari ikhtiar, untuk membantu masyarakat. Makanya saya hadir di tengah-tengah masyarakat" katanya 

Ia menegaskan, dalam rekruitmen calon tenaga kerja untuk menghindari praktek percaloan. "Kita harus sama-sama memberantas calo," katanya.

Bupati Bandung juga berharap kepada kades untuk selalu berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kab. Bandung terkait penyediaan peluang pekerjaan atau membuka usaha baru.(Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Selasa, 10 Januari 2023

Rembug Bedas di Rancaekek , Bupati Bandung Bahas Bebas Pajak Lahan Pertanian dan Pengangguran


Cangkuang, Jelajah News - Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna kembali melaksanakan kegiatan Rembug Bedas secara roadshow pada tiga desa di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa (10/1/23) yaitu  Desa Sukamulya, Desa Linggar dan Desa Cangkuang.

Pada kegiatan Rembug Bedas kali ini, seperti biasa sejumlah warga menyampaikan aspirasinya sesuai dengan harapan Bupati Bandung dan dalam diskusinya Bersama warga di tiga desa tersebut, Bupati Bandung menyampaikan langsung berbagai solusi dari permasalahan yang disampaikan warga. 

Dalam sambutannya pada  Rembug Bedas di tiga desa tersebut, Bupati  Dadang Supriatna  menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para pemilik lahan pertanian abadi di Kabupaten Bandung terkait kebijakan Pemkab Bandung dalam pembebasan pajak bagi tanah pertanian. 

"Mulai tanggal 1 Januari 2023, lahan sawah abadi bebas pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Hal itu harus dibuktikan dengan RTRW, dan Kepala Desa-nya membuat Perdes (Peraturan Desa) berkaitan dengan lahan abadi," kata Bupati Bandung.

Meski ditetapkan sebagai lahan abadi, Bupati Bandung menyebutkan bahwa lahan pertanian padi bisa dijualbelikan. "Tapi tak bisa dialihfungsian menjadi kawasan perumahan dan pabrik. Sejak 1 Januari 2023, dibebaskan dan tak perlu bayar PBB," kata Bupati Bandung. 

Dalam kesempatan tersebut Bupati megingatkan kepada warga yang hadir agar tidak membebaskan lahan sawahnya untuk pembangunan pabrik. Hal itu dalam upaya mempertahankan lahan abadi guna  meningkatkan kemampuan Kabupaten Bandung dalam ketahanan pangan. Oleh karenanya Bupati Bandung  menegaskan bahwa Lahan abadi tidak harus membayar pajak setiap tahunnya.

Di hadapan masyarat, dalam hal  pelayanan masyarakat, lebih lanjut, Bupati Bandung menyampaikan bahwa dirinya akan terus mengembangkan inovasi daerah dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan dan Bupati Bandung berharap kepada masyarakat untuk memanfaatkan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Pemkab Bandung sudah menyiapkan anggaran Rp 70 miliar, untuk menciptakan 35.000 pengusaha baru di Kabupaten Bandung.

"Silahkan manfaatkan untuk modal usaha," katanya. 

Di Desa Sukamulya, Bupati Bandung berdiskusi dengan warga terkait pekerjaan. Bupati Bandung memperhatikan walaupun banyak pabrik di di Desa tersebut namun masih banyak warga Sukamulya yang menjadi penganggur. 

"Jika perlu saya akan datang ke pabrik, untuk membantu dan memfasilitasi masyarakat yang mau bekerja di pabrik," jawab Bupati Bandung setelah mendengar  aspirasi  warga Desa Sukamulya 

Selain itu Bupati Dadang Supriatna menawarkan kepada warga untuk menjadi tenaga kerja migran.

“Kalau ingin kerja di Korea Selatan dan Jepang, nanti kita latih bahasa Korea dan Jepang. Bagaimana pun juga warga yang menganggur di Kabupaten Bandung, khususnya di masing-masing desa harus ada solusi dan inovasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," tuturnya. 

Di tiga desa tersebut pula , Dadang Supriatna mengingatkan kepada para kepala sekolah untuk menghindari pungutan liar, yang dapat membebani para orang tua siswa  dan meningkatkan kedisiplinan di sekolahnya. "Sebaiknya, kepala sekolah datang pukul 06.30 WIB, sebelum para siswa datang. Ini untuk melatih anak-anak hormat kepada orang tuanya, dan membentuk anak-anak berakhlakul karimah," katanya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)




Kamis, 05 Januari 2023

Tegalluar, Desa Perdana Rembug Bedas Bupati Bandung di tahun 2023


Bojongsoang, Jelajah News - Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna melaksanakan rembug Bedas perdana  tahun 2023 di Desa Tegalluar Kec. Bojongsoang Kab. Bandung, Kamis (5/1/23).

Program Rembug Bedas ini merupakan bagian dari cara Bupati Bandung melakukan roadshow ke tiap desa  dalam kurun waktu delapan bulan kedepan. 

Pada giat Rembug Desa kali ini, Bupati Bandung  secara simbolis memberikan bantuan paket sembako kepada para lansia, kursi roda kepada warga yang membutuhkan, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk Linmas, RT, RW, dan bantuan lainnya.

Bupati Bandung mengatakan, pelaksanaan rembug Bedas  merupakan  inovasi dirinya sebagai bentuk ikhtiar berilaturahmi serta mendengar aspirasi dari stakeholder dan masyarakat desa Kabupaten Bandung seperti para Ketua RT, RW, perangkat desa, BPD, Linmas, LPMD, karang taruna, guru ngaji dan PKK.

Menurut Bupati Dadang Supriatna, dengan pola bertatap muka langsung dengan masyarakat, terutama dengan warga  usia produktif yang belum bekerja, dirinya dapat memberikan solusi atau pilihan terhadap aspirasi mereka. 

"baik itu mau jadi pengusaha atau karyawan. Termasuk kita akan memberikan informasi kepada masyarakat yang ingin menjadi tenaga kerja migran Indonesia ke luar negeri," tuturnya.

Dalam kegiatan rembug Bedas ini  Bupati Bandung membagikan selebaran untuk warga  yang hadir guna menyampaikan aspirasi yang selanjutnya akan ditampung dan dievaluasi di masing-masing desa. 

Terkait dengan aspirasi warga perihal Jalan Raya Sapan dan jembatan sungai Cineruh di Desa Tegalluar , Bupati Bandung mengatakan sebenarnya jalan raya serta jembatan di atas Sungai Cikeruh Desa Tegalluar merupakan kewenangan Pemprov Jabar, namun Pemkab Bandung telah mengalokasikan  anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk pembangunan jembatan Cikeruh dan j jika Pemprov Jabar  tidak memperbaiki jalan Raya Sapan yang merupakan jalan provinsi, Bupati berharap lebih baik   pemeliharaannya diserahkan ke Kabupaten Bandung. "Supaya kita urus. Supaya tidak nanggung," ucapnya.

Sedangkan terkait persoalan PJU yang padam di Jalan Raya Tegalluar, dirinya telah memerintahkan PUTR  luntuk memperbaiki PJU tersebut.

Dalam hal penanganan banjir, Bupati Bandung mengatakan bahwa RDTR Kawasan Kota Baru Tegalluar telah selesai dibuat dan didalam RDTR  ini terdapat rencana pembangunan lima-enam  danau buatan. 

"Danau yang satunya sekitar 12 hektare. kita sudah mendapatkan hibah dari para pengusaha dan DED-nya sudah selesai untuk pembangunan danau buatan tersebut dan sudah diusulkan ke Kementerian PUPR. 

Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan pembangunan danau buatan akan dimulai tahun ini di Desa Tegalluar  dan dilaksanakan secara bertahap dalam upaya mengurangi banjir yang terjadi di Kecamatan Bojongsoang maupun Rancaekek. 

Menurut Bupati Bandung, pembangunan danau tersebut berasal dari hibah para pengembang yang melaksanakan pembangunan di Desa Tegalluar. Para pengembang wajib menghibahkan sebesar 10 persen dari luas lahan yang akan dibangun. 

"Pengembang wajib menghibahkan tanah untuk danau buatan dan jalan akses. Pengusaha yang tak siap menghibahkan lahan untuk danau dan jalan, izinnya akan ditolak," katanya.

Tidak hanya berdiskusi tentang fasilitas umum dan penanganan banjir saja, pada Rembug Bedas di desa Tegalluar ini, Bupati Dadang Supriatna  berdiskusi dengan warga yang belum memiliki pekerjaan. 

Bupati Dadang Supriatna menyebutkan, bahwa di Kabupaten Bandung ada 120.000 warga yang masih menganggur atau sekitar 6,69 persen dari jumlah penduduk usia produktif di Kabupaten Bandung.

"Apakah  menganggur itu karena belum memiliki keinginan untuk kerja, atau belum punya modal untuk usaha, ijasahnya belum ditebus, atau karena malas mencari pekerjaan? Kita diskusi untuk mencari solusi," tutur Bupati Bandung.

Dalam diskusinya pula, Bupati Bandung  ingin memuliakan para guru ngaji dengan memberikan uang insentif. "Setiap tahun dianggarkan Rp 109 miliar, untuk uang insentif guru ngaji," katanya

Sementara itu, Kepala Desa Tegalluar H. Galih Hendrawan mengatakan pada pelaksanaan Rembug Bedas  ini terkait sejumlah program pembangunan yang sudah masuk ke Desa Tegalluar, saat Dadang Supriatna menjadi Bupati Bandung. 

"Pak Dadang Supriatna jadi Bupati Bandung, sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam beberapa program pembangunan," katanya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)




Selasa, 03 Januari 2023

Bupati Akan Gelontorkan Rp. 12,7 M Untuk MI dan Guru PAI


Baleendah, Jelajah News - Sebagai implementasi misi ke 4 Pemkab Bandung yakni Mengoptimalkan Tata Kelola Pemerintahan melalui Birokrasi yang Profesional dan Tata Kehidupan Masyarakat yang Berlandaskan Nilai - nilai Keagamaan, selain program Insentif Guru Ngaji, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna juga berencana akan menggulirkan bantuan dana untuk 125 MI (Madrasah Ibtidaiyah) dengan total sebesar Rp. 7,5 miliar dan untuk 800 Guru PAI sebesar Rp. 5,2 miliar.

“Tahun ini ada sekitar 125 MI yang akan menerima bantuan. Masing – masing mendapatkan Rp. 60 juta atau total mencapai Rp. 7,5 miliar dan guru PAU sebesar Rp. 5,2 miliar. Total anggaran yang akan digelontorkan pemerintah daerah sebesar Rp. 12,7 miliar, ” beber Bupati pada kegiatan Peringatan HAB (Hari Amal Bakti) Kementerian Agama Ke-77 Tingkat Kabupaten Bandung di Halaman Kantor Kemenag, Baleendah, Rabu (3/2/2023).

Sedangkan untuk Program Insentif Guru Ngaji, hingga November 2022 pihaknya telah mencairkan anggaran bagi 15.351 guru ngaji yang bersumber dari zakat profesi para ASN di Kabupaten Bandung.

“Masing – masing guru ngaji akan mendaptkan Rp. 534.800, terdiri dari Rp. 16.000 BPJS Ketenagakerjaan, Rp. 350.000 BPJS Kesehatan. Sedangkan sisanya Rp. 350.000 akan di transfer langsung ke rekening penerima insentif,” urainya.

Sementara terkait peringatan HAB, Bupati yang akrab disapa Kang DS juga mengapresiasi jajaran Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Bandung yang terus bertransformasi, salah satunya melalui pelayanan digital.

“Kini Kemenag telah berubah. Transformasi digital mulai berjalan, salah satunya dengan kehadiran Pusaka Super Apps yang merupakan aplikasi layanan kementerian agama. Selain sebagai upaya peningkatan kualitas, inovasi ini juga akan mendekatkan layanan kepada masyarakat,” terang bupati yang akrab disapa Kang DS itu.

Dalam kesempatan tersebut, Kang DS berharap, keluarga besar Kementerian Agama bersama tokoh agama dan masyarakat menjadi garda terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai serta menjaga soliditas antar umat beragama.

"Semangat merawat kerukunan umat harus digelorakan seluruh ASN Kementerian Agama. Saya minta upacara peringatan ini sebagai momentum, agar ASN Kementerian Agama menjadi simpul kerukunan dan persaudaraan dan yakinlah bahwa kerukunan umat akan mengantarkan pada Indonesia hebat," ucapnya.

Tak lupa, pada peringatan HAB ke – 77 Bupati Dadang Supriatna mengajak seluruh ASN Kemenag untuk memperbaiki niat pengabdian dan pelayanan kepada umat.

“Saya mengajak kepada seluruh ASN Kemenag untuk menjadikan peringatan HAB ini sekaligus sebagai penanda sejarah panjang pengabdian Kementerian Agama dalam melayani seluruh umat beragama di Indonesia,” pungkas Dadang.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung, H. Abdurahim menyampaikan, terimakasih atas perhatian Bupati Bandung terhadap pembangunan pendidikan dalam bidang agama.

"Saya berterimakasih kepada jajaran Pemkab Bandung khususnya Pak Bupati, yang telah memberikan perhatiannya dengan menggagas program-program yang  mendukung pada peningkatan SDM. Insya Allah kami di jajaran Kemenag akan terus mendukung visi Kabupaten Bandung BEDAS," pungkas Abdurahim. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Senin, 02 Januari 2023

Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bandung Gelar Operasi Bersih Sampah di TPS Pasar Banjaran


Banjaran, Jelajah News - Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bandung menggelar operasi bersih pengerukan dan pengangkutan sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Pasar Banjaran, Kec. Banjaran Kab. Bandung, Jumat (30/12/22) dengan tujuan untuk membersihkan sampah di TPS Pasar Banjaran. 

Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan sejumlah tronton atau dump truk untuk mengangkut sampah yang diperkirakan mencapai sekitar 70-100 tronton atau truk dengan kapasitas 25 meter kubik/tronton untuk diangkut ke TPA Sarimukti Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bandung Asep Kusumah mengatakan, pengangkutan sampah saat ini terkendala karena kondisi hujan dan menyebabkan akses ke pembuangan sampah licin, sehingga 40 armada tertahan di TPA Sarimukti, setelah terjadi antrian truk sampah sampai 4 km. 

Asep mengatakan, sampah yang menumpuk di TPS Pasar Banjaran itu bukan seluruhnya dari sampah pasar tersebut. "Ada sampah dari titik lain atau kiriman. Ada beberapa RW dari lima desa di Kecamatan Banjaran yang membuang sampah ke TPS Pasar Banjaran  selain sampah yang berasal dari pasar," katanya. 

Asep mengatakan banyak warga yang sengaja buang sampah ke TPS Pasar Banjaran sehingga volume timbunan sampah cukup besar. Untuk penanganan sampah di TPS itu, katanya, tidak bisa dilaksanakan secara manual, sehingga untuk pengerukan sampah dengan skala besar diberikan tambahan penguatan armada oleh Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna berupa alat berat wheel loader. 

Asep mengatakan Pasar Banjaran  bukanlah titik layanan pembuangan sampah secara langsung dan bukan kawasan TPS namun dimanfaatkan oleh sebagian orang  yang belum memiliki kemampuan mengolah sampah sendiri  menjadi titik buang sampah di TPS Pasar Banjaran ini," kata Asep. 

Ia menyebutkan bahwa sampah bukan sumber masalah, kalau ditangani dengan benar.

"Kita tahu sampah yang masuk ke Pasar Banjaran, tak hanya sampah pasar, juga sampah warga sekitar dengan jumlah yang cukup besar," kata Asep. 

Ia mengatakan penanganan sampah di Pasar Banjaran ini, sebagai bentuk respon Bupati Bandung dalam kampanye "Minim sampah" saat perayaan Natal 20222 dan Tahun Baru 2023. 

"Kita bersihkan kantong-kantong sampah, sehingga bisa mengakomodasi timbunan sampah baru, yang kemungkinan bertambah akibat perayaan Natal dan Tahun Baru," katanya. 

Asep mengungkapkan bahwa di Kab  Bandung cukup banyak tempat wisata, sehingga akan ada pergerakan orang yang berpotensi adanya penambahan sampah. "Kita juga mendapat dukungan dari Pak Bupati Bandung berupa penambahan alat berat wheel  loader  untuk pengangkutan sampah dari titik sampah ke armada. Mengingat dengan tumpukan sampah yang cukup besar tidak bisa dilaksanakan secara manual," jelas Asep.

Asep Kesumah berharap dengan adanya penambahan wheel  loader ini yang cukup ekstra dalam penanganan, nantinya satu unit wheel loader ini bisa  stand by untuk pengangkutan sampah selanjutnya. "Tapi tidak mengurangi pelayanan di tempat lain. Di tempat ini bisa disimpan satu unit wheel  loader dan satu unit lagi mobile untuk pengangkutan sampah-sampah yang cukup besar," katanya.

Asep mengungkapkan, sampah yang dihasilkan setiap hari di Kab. Bandung, berdasarkan rasio dalam master plan, setiap orangnya menghasilkan 0,5 kg/orang/hari. Dari 3,6 juta lebih warga Kabupaten Bandung, dikalikan 3,6 juta jiwa, sehingga muncul angka 1.280 ton/hari timbunan sampah baru.

"Tapi rasio ini hanya teori, ada yang 0,3 kg, 0,5 kg dan ada juga 0,7 kg. Kita merujuk ke 0,5 kg di dokumen master plan yang disepakati di Bandung Raya mengacu pada SNI," kata Asep.

Asep mengungkapkan, sebanyak 350 ton sampah yang terangkut ke TPA, dan sisanya juga tidak menjadi sampah liar. Karena Dinas Lingkungan Hidup juga punya program tersendiri. 

"Yang pertama membangun sistem berbasis masyarakat, dimana edukasinya melalui basis individu dalam pengurangan sampah dan mengeluarkan instruksi Bupati serta melaksanakan program sosialisasi dimana setiap individu menggunakan kemasan yang bisa dipakai ulang. Baik untuk makan maupun belanja," tuturnya.

Kemudian yang kedua Asep memaparkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dimana pihaknya sudah lama menggulirkan program LCO (Lubang Cerdas Organik). Setiap rumah wajib memiliki dua LCO atau lubang organik untuk menampung sampah yang dihasilkan rumah tangga.

"sudah terbangun hampir satu juta lebih LCO dan lubang biopori di Kabupaten Bandung. Satu LCO dengan kapasitas enam liter," katanya.

Asep mengatakan dengan adanya LCO , sampah organik yang dihasilkan masing-masing rumah tangga, bisa tertangani 45-60 persen. "Bayangkan tiap rumah memiliki 2 LCO, artinya sampah organik di rumah tangga itu bisa tertangani hingga 45-60 persen. Sisanya, 30 persen sampah anorganik bernilai ekonomis," ujarnya. 

Asep menyebutkan di Kabupaten Bandung memiliki 11 industri daur ulang yang mampu menyerap sampah anorganik. "Makanya, kita kembangkan bank sampah, sebagai media edukasi dan titik kolekting dari sampah warga sampai industri daur ulang. Berikutnya di bank sampah tematik di level RW, sirkular ekonomi yang sudah digulirkan," katanya.

Ia pun menyebutkan di level desa, sudah ada 150 TPS 3R, 2 TPST dan Puspa di Jelekong. Untuk itu, sampah yang dihasilkan mencapai 1.280 ton per hari itu didekati dengan berbagai sisi penanganan. "Ada darurat dalam artian di buang ke TPA, ada juga sistem yang dibangun mulai dari RW, Desa, Kecamatan sampai di kawasan," katanya. 

Menurut Asep Kesumah dalam penanganan sampah  dibutuhkan berbagai pendekatan dan kerjasama semua pihak. "Kita semua dituntut berkontribusi, baik secara pribadi karena kita sumber sampah. Tapi kita juga bisa menjadi sumber solusi dengan mempertangungjawabkan terhadap sampah yang kita hasilkan," ucapnya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)



Para ASN Pemkab Bandung Ikuti Giat Siraman Rohani


Soreang, Jelajah News - Para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengikuti acara siraman rohani di Gedung Moch Toha Soreang, Senin (2/1/23). Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan silaturahmi di antara pegawai di lingkungan Pemkab Bandung. 

Di awal tahun 2023, Bupati Bandung HM Dadang Supriatna menyebutkan bahwa para ASN telah mengawalinya dengan melaksanakan apel bersama, sebagai refleksi kesiapan lahir dan jasmani dalam mengemban tugas. 

"Kita mengikuti kegiatan siraman rohani, sebagai upaya kita dalam memperkuat batin sehingga ada kekuatan yang seimbang antara lahir dan batin, serta jasmani dan rohani kita, sebagai abdi negara di lingkungan Pemkab Bandung," tutur Bupati Dadang Supriatna saat menghadiri acara siraman rohani.

Bupati Dadang Supriatna memandang kegiatan siraman rohani ini merupakan ikhtiar pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Kabupaten Bandung yang Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis,  Agamis dan Sejahtera). 

"Kegiatan siraman rohani ini implementasi dari misi keempat, yaitu mengoptimalkan tata kelola pemerintah, melalui birokrasi yang profesional, dan tata kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan," tutur Bupati Bandung. 

Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa nilai-nilai keagamaan ini sangat penting dalam kehidupan,  baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

"Peran nilai-nilai dasar keagamaan dalam proses pembentukan karakter adalah menjadikan moral agama sebagai pemimpin dalam kehidupan," ujarnya. 

Jika moral telah menjadi pemimpin dalam setiap individu, dikatakan Bupati Bandung, maka seseorang akan melakukan yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain. 

"Sama halnya berfungsi mengawasi atau tidak mengawasi," ucapnya.

Bupati Dadang Supriatna bahwa nilai-nilai keagamaan sangat sejalan dengan core value ASN, yaitu berakhlak, dimana ASN harus memiliki siap dan perilaku yang berorientasi kepada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Bupati Dadang Supriatna menyebutkan core value ASN ini sejalan dengan tema disertasi dirinya tentang servant leadership, dimana setiap individu termasuk pegawai pemerintah harus menjadi seorang pelayan yang melayani diri sendiri, keluarga, sahabat, kerabat, dan tentu masyarakat.

"Melalui implementasi servant leadership, kita dituntut untuk selalu dapat mendengar, berempati, menyembuhkan, peduli, persuasif, konseptual, jeli, terbuka,  berkomitmen kepada pertumbuhan dan membangun komunitas," tuturnya. 

Oleh karena itu, Bupati Bandung berkeyakinan bahwa dengan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pemimpin serta pegawai Pemkab Bandung dapat mengimplementasikan pola-pola dalam core value ASN.

"Implementasikan servant leadership, maka visi Pemkab Bandung untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas akan segera tercapai," katanya.

Dadang Supriatna pun mengatakan bahwa tantangan kedepan akan semakin besar, dan semakin berat. 

Menurutnya, globalisasi dan digitalisasi bukan lagi sebuah kemustahilan. Isu-isu tentang perekonomian dunia, isu-isu sosial, isu-isu politik dan isu-isu global lainnya semakin merebak dan dapat mengganggu pola pikir kedepan.

"Kita selalu menjaga kekompakan serta bekerjasama dalam satu komando, disiplin, profesional, amanah dalam menjalankan tugas," ungkapnya. (Sumber:Pemkab Bandung/Asdar)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls