Rabu, 30 Agustus 2023

PUSPA Jadi Terobosan Kabupaten Bandung dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Baleendah, Jelajah News - Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, serta sejumlah pihak terkait meresmikan Pusat Edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah (PUSPA) di Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (30/08/2023).

Dalam pidato peresmiannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyoroti inovasi yang ada pada PUSPA, yaitu unit pengelolaan sampah berbasis RDF (Refused Derived Fuel). Dengan adanya teknologi RDF, sampah bisa diolah menjadi bahan bakar turunan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi pengganti batu bara.

Pemerintah Kabupaten Bandung kini telah memiliki 4 unit RDF yang berlokasi di PUSPA Jelekong (2 unit), Citalitik (1 unit), dan di TPST Cicukang (1 unit). Setiap unit mampu mengolah sampah hingga kapasitas 25 ton per hari. Dengan empat unit pengolahan yang direncanakan, kapasitas total pengolahan sampah mencapai 100 ton per hari. Teknologi pengolahan sampah yang dibuat Pindad, UGM, IPB da perusahaan swasta tersebut akan membawa dampak positif terhadap pengurangan sampah yang dihasilkan oleh penduduk Kabupaten Bandung.

“Kabupaten Bandung menghasilkan hingga 1.300 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, setelah dikelola di tingkat desa tersisa sekitar 350 ton. Sisa sampah ini kemudian yang dikelola menggunakan RDF sebanyak 100 ton, jadi masih ada sisa 250 ton yang perlu diolah,” jelas Dadang.

Namun, ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk mendukung pengolahan sampah di PUSPA dengan menambah unit pengolahan sampah berbasis RDF pada tahun mendatang.

Selain itu, dalam upaya mencapai target pengelolaan sampah yang efektif, Bupati Dadang Supriatna juga memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah bekerja sama dan berkontribusi dalam upaya pemanfaatan pengelolaan sampah.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang sudah menggunakan RDF sebagai bahan bakar pengganti batu bara, di antaranya PT. Gistex yang sudah berjalan 2 tahun ini," ucapnya.

Dadang juga menyebutkan dalam jangka waktu 2 tahun ke depan, Kabupaten Bandung berambisi untuk tidak lagi bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena sampah mampu selesai dikelola di tingkat daerah sebagai komitmen dalam menjaga lingkungan dan mengoptimalkan sumber daya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusumah juga menyoroti pentingnya teknologi pengolahan sampah berbasis RDF sebagai solusi inovatif dalam penanganan masalah sampah. Ia mengharapkan PUSPA menjadi terobosan pusat pengolahan sampah yang efisien dan berkelanjutan. Teknologi ini memungkinkan sampah yang masuk untuk langsung diolah dan selesai pada hari yang sama serta menghindari penumpukan sampah yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk juga menunjukkan pendekatan berkelanjutan dalam pemanfaatan sumber daya.

PUSPA juga memiliki peran edukatif. Pusat Edukasi ini akan memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar serta memberikan gambaran mengenai teknologi pengolahan sampah berbasis RDF. Pusat ini juga mendukung pengembangan bank sampah di masing-masing desa yang melibatkan kader B3S (Bandung Bedas Bersih Sampah) untuk memastikan penanganan sampah yang lebih baik.

Sebelumnya, Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan sempat mengunjungi langsung TPST Cicukang untuk melihat proses pengolahan sampah berbasis RDF. Ia sangat mengapresiasi dan mendukung adanya teknologi tersebut dan mendorong agar inovasi ini bisa diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

“Alat pengolahan sampah itu buatan dalam negeri. Itu saya kira sangat baik. Nanti kita bikin vendornya berapa, dan kita masukkan ke e-katalog. Siapa saja bisa langsung membeli dari e-katalog. Itulah yang kita sepakati,” katanya. (Humas Pemkab Bandung – Diskominfo/Asdar-BJ.01)





Bupati Bandung Diganjar Penghargaan Oleh Majalah Tempo Kategori Tokoh Indonesia Mendorong Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA, Jelajah News - Bupati Bandung Dadang Supriatna mendapat penghargaan pada giat malam Apresiasi Tokoh Indonesia yang dilaksanakan Majalah Tempo di The Ritz Carlton Hotel Jakarta, Selasa (29/08/2023) malam. Penghargaan itu sebuah kebanggaan bagi Bupati Bandung atas kinerjanya yang telah  mengedepankan berbagai langkah inovasinya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah pada Selasa malam ini saya mendapat penghargaan dari Majalah Tempo dengan kategori tokoh Indonesia yang mendorong ekonomi kerakyatan," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangannya  usai menerima penghargaan itu.

Salah satu inovasi yang dilakukan Bupati Dadang Supriatna ini katanya, di Kabupaten Bandung sekarang ada program  pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.

"Ini salah satu inovasi yang tentunya disoroti secara nasional. Alhamdulillah mendapat penghargaan dari Majalah Tempo," tutur Dadang Supriatna.

Ia berharap program ini terus berkelanjutan. Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini mengungkapkan, malam Apresiasi Tokoh Indonesia itu dihadiri tiga menteri Kabinet Presiden Joko Widodo dan juga  para kepala daerah se-Indonesia.

"Tentunya dari beberapa kategori, yaitu delapan kategori yang pada malam ini yang diberikan penghargaan oleh Majalah Tempo," tuturnya. 

Untuk itu, Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih kepada semua ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung maupun masyarakat Kabupaten Bandung, terutama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Bandung yang membawahi di bidang informasi dan komunikasi kepada publik.

"Untuk lebih melakukan langkah-langkah inovasi lagi demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera (Bedas)," katanya.**(Humas Pemkab Bandung - Diskominfo/Asdar-BJ.01)

Senin, 28 Agustus 2023

Bupati Bandung Dadang Supriatna Dampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil Dalam Program Kerja Sarling Jabar

Soreang, Jelajah News-Bupati Bandung Dadang Supriatna mendampingi Gubenur Jabar Ridwan Kamil dalam pelaksanaan program kerja Siaran Keliling (Sarling) Jawa Barat (Jabar), Senin (28/8/2023). 

Pelaksanaan Sarling Jabar itu dengan diawali melakukan monitoring ke Pasar Sehat Soreang. Di Pasar Sehat Soreang, Ridwan Kamil sempat menemui para pedagang di pasar tersebut. 

Gubernur Jawa Barat pun sempat berbelanja ikan asin dan kebutuhan lainnya. Kehadiran Gubenur Jabar, Bupati Bandung dan Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan disambut antusias para pedagang maupun masyarakat yang berbelanja atau berkunjung ke Pasar Sehat Soreang tersebut.

Usai melakukan kunjungan ke Pasar Sehat Soreang, Gubenur Jabar bersama Bunda Literasi Atalia Praratya dan Bupati Badung beserta Bunda Literasi Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna, serta Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan beserta istri melaksanakan rangkaian program  Sarling Jabar di TKN Percontohan Soreang dan menemui anak-anak TKN di sekolah tersebut. 

Di TKN Percontohan Soreang, Gubernur Jabar maupun Bupati Bandung mendorong anak-anak Taman Kanak-Kanak untuk gemar makan ikan. 

Selanjutnya rombongan melaksanakan kunjungan Sarling Jabar ke SMKN 1 Soreang, Kab. Bandung dan menjadi bagian akhir dari  rangkaian program Sarling Jabar yang  di Kabupaten Bandung.

Dalam kesempatan itu Gubenur Jabar  didampingi Bupati Bandung dan Wakil Bupati Bandung melaksanakan wisuda dalam program satu desa satu hafidz (Sadesha) di Dome Bale Rame Soreang. Hadir 6000 hafidz Qur'an dari sebelumnya yang ditargetkan 5.300 hafidz Qur'an selama lima tahun kepemimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Masih dalam rangkaian Sarling Jabar, Gubernur Jabar dan Bupati Bandung melaksanakan pertemuan dengan para tokoh di Gedong Budaya Soreang. 

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, bahwa pihaknya turut mendampingi Gubernur Jabar dan rombongan dalam pelaksanaan Sarling Jabar ke-27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

"Kabupaten Bandung adalah yang terakhir dalam pelaksanaan Sarling Jabar ini," kata Dadang Supriatna. 

Bupati Bandung mengatakan Gubernur bersama rombongan melaksanakan kunjungan langsung ke daerah-daerah dalam program Sarling Jabar ini. "Kunjungan beliau (Gubernur Jabar)  yang  terakhir di Kabupaten Bandung, sekaligus beliau mau pamit ke masyarakat Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung. Karena beliau tujuh hari lagi mau berhenti (dari jabatan Gubernur Jabar)," kata Dadang Supriatna.

Bupati Bandung memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jabar yang sudah berkiprah selama lima tahun di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bandung.

"Semoga kinerja yang baik ini mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aamiin yra," katanya.(Sumber : Pemkab Bandung/Asdar-BJ.01)

Bupati Bandung Buka Kegiatan Perkemahan Gema Tunas PKBM ke-2 Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2023

Pangalengan, Jelajah News-Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna menyemangati  para peserta saat membuka kegiatan perkemahan gema tunas PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) ke-2 tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2023 yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Warnasari Kec. Pangalengan. 

"Saya memberikan semangat kepada semua peserta perkemahan gema tunas PKBM ini, jangan minder. Selama kita punya waktu dan kesempatan, Usia tidak jadi masalah yang paling penting punya cita-cita dan keinginan untuk terus melanjutkan pendidikan di PKBM, baik melalui paket A, paket B dan paket C," kata Bupati Bandung.

Dalam keterangan nya, Dadang Supriatna, berharap para peserta PKBM ini kedepannya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

"Paket B mungkin ke SMA dan bisa langsung ke paket C. Paket C saya harap bisa melanjutkan perkuliahan," harapnya.

Bupati Bandung menjelaskan bahwa dengan tingginya ilmu yang dimiliki maka dalam kontek meraih kesejahteraan akan jauh lebih mudah. 

" Di Kabupaten Bandung ada target 50.000 peserta PKBM yang harus bisa diselesaikan. Maksud dan  tujuannya adalah untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dan pelaksanannya bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung secara online," tuturnya.

Menurut Dadang Supriatna, begitu selesai mendapatkan ijasah paket A, paket B dan paket C, maka secara otomatis akan menambah rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung.

Pada kesempatan itu pula, Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, turut mengucapkan selamat datang kepada para peserta perkemahan gema tunas PKBM ke-2 tingkat Provinsi Jabar tersebut.

"Ini merupakan kebahagiaan tersendiri Kabupaten Bandung dijadikan lokasi kegiatan yang sangat positif ini," katanya.

Seperti diketahui, imbuh Kang DS, pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis, baik dalam kontek Indonesia sebuah bangsa maupun dalam kontek Kabupaten Bandung sebagai daerah otonom yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa ini.

"Dalam upaya pendidikan ada dua hal penting yang sangat mendasar, yaitu akses untuk mendapatkan layanan pendidikan serta kualitas dan ketersediaan  guru, kurikulum serta prasarana sarana," ujarnya.

Kang DS mengatakan, Pemkab Bandung melalui visi terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas. Juga menempatkan misi yang kedua, yaitu menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata.

"Saya Terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Termasuk mendukung kegiatan PKBM di wilayah Kabupaten Bandung," ujar Kang DS.

Terkait dengan  sekitar warga masyarakat yang belum memiliki ijasah SD, SMP maupun SMA, maka Pemkab Bandung akan mendorong mereka untuk bisa belajar di PKBM.

"Program ini memiliki tujuan mulia. Selain dalam rangka meningkatkan angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung. Dan juga diharapkan dapat  mendorong warga masyarakat usia di atas 25 tahun ke atas dapat mengikuti dan menuntaskan pendidikan di PKBM, sehingga pada akhirnya dengan ijasah yang dimiliki dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan dan bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Melalui kegiatan gema tunas PKBM ini diharapkan akan semakin mendorong pola pemberdayaan yang akan meningkatkan kepedulian dan partisipatif positif masyarakat terhadap dunia pendidikan. Sehingga pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, khususnya di Jawa Barat terutama di Kabupaten Bandung," ujarnya.

Kang DS berharap melalui kegiatan gema tunas PKBM itu akan mencetak kader-kader anak bangsa yang berkualitas dan berkarakter dan siap dimasa yang akan datang.

"Kalianlah yang akan menjadi pemimpin bangsa dan negara di masa yang akan datang. Jangan putus asa untuk terus melaju dan melangkah. Hari ini kita bisa memperbaiki diri, besok, lusa dan seterusnya. Bahwa kita yang terdepan untuk mengawal mengamankan NKRI yang kita cintai ini," katanya.

Dijetahui, kegiatan perkemahan gema tunas PKBM itu diikuti sekitar 800 peserta yang berasal dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk kepribadian yang luhur bagi peserta didik menjadi kader bangsa yang tangguh dan percaya diri.

Dengan mengusung tema berkarya, berbakti, peduli, untuk kemajuan bangsa. Perkemahan gema tunas PKBM ini didukung oleh 50 orang panitia,  27 pimpinan kontingen, 60 orang  pembina dan pendamping, 54 orang pembina pembantu pendukung, 90 orang unsur pengurus PKBM dari 27 kabupaten/kota se-Jabar, 20 orang juri lomba, 20 orang saka bhayangkara, 20 saka wira kartika, 10 orang saka kencana, sehingga jumlah total secara keseluruhan yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 1.151 orang. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar-BJ.01)





Jumat, 25 Agustus 2023

Kabar Gembira! RSUD Bedas Pacira Segera Dibangun, Bupati : Insya Allah Tahun Depan Beroperasi

BANDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung akan memulai pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bedas Pacira menjelang akhir tahun ini. Pembangunan Rumah Sakit yang berdiri di wilayah Kecamatan Ciwidey ini akan dimulai dengan proses cut and fill serta perataan lahan.

Pembangunan RSUD Bedas di wilayah Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali (Pacira) tersebut merupakan bagian dari program prioritas Bupati Bandung Dadang Supriatna, dari lima RSUD yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemkab Bandung, M Ridwan mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan lelang atau tender proyek cut and fill RSUD Bedas Pacira tersebut.

Pekerjaan proyek cut and fill dan pematangan lahan ini, kata Bupati, ditargetkan akan rampung sebelum akhir tahun ini. Sambil berjalan proyek tersebut, Pemkab Bandung juga berencana akan melakukan tender konstruksi atau pembangunan fisik rumah sakit senilai Rp 31 miliar menjelang akhir tahun ini.

"Sehingga di awal tahun 2024, kita sudah running pembangunan fisik RSUD Bedas Pacira ini. Insya Allah paling telat bulan Agustus tahun depan sudah beroperasi," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna di Kompleks Pemkab Bandung, Jum'at (25/8/2023).

Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna, berharap kehadiran RSUD Bedas Pacira ini nantinya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali (Pacira) dan sekitarnya. Masyarakat di wilayah Pacira nantinya akan semakin mudah dan dekat dengan layanan kesehatan yang berkualitas.

"Nantinya masyarakat di Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali yang membutuhkan pelayanan kesehatan tak perlu jauh-jauh lagi ke Soreang atau ke RSUD Al Ihsan Baleendah, apalagi ke Kota Bandung. Sekarang bisa lebih dekat dan mudah karena di Pacira juga ada RSUD yang insya Allah fasilitasnya juga akan lengkap," tutur Bupati.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menegaskan pembangunan RSUD Bedas Pacira tersebut merupakan komitmennya terhadap masyarakat Kabupaten Bandung untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh elemen masyarakat.

Hal itu pun sesuai dengan misi dan janji politik Bupati Bandung Dadang Supriatna yakni menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas serta merata.

Bupati Dadang Supriatna telah membuktikan keseriusannya terhadap penyediaan layanan kesehatan yakni dengan membangun dua RSUD yakni RSUD Bedas Cimaung dan RSUD Bedas Kertasari. Kedua RSUD tersebut saat ini telah beroperasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah sekitar rumah sakit.

Selain RSUD Bedas Pacira, Pemkab Bandung juga tengah membangun RSUD Bedas Arjasari dan segera akan membangun RSUD Bedas Tegalluar Bojongsoang.

"Pelayanan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib diberikan pemerintah kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami Pemkab Bandung akan terus berkomitmen serta menaruh perhatian besar kepada sektor kesehatan masyarakat," kata Dadang.

Saat ini Kabupaten Bandung telah memiliki 11 unit rumah sakit. Lima dibantaranya dikelola pemerintah daerah, lima dikelola pihak swasta dan satu unit rumah sakit dikelola Lanud Sulaiman.

Kang DS juga menjelaskan selain bentuk pemerataan fasilitas kesehatan, pembangunan RSUD Bedas di lima lokasi berbeda itu bertujuan meningkatkan derajat kesehatan, serta peningkatan akses pelayanan kesehatan yang sulit dijangkau akibat kondisi geografis.

Di samping itu, pembangunan lima rumah sakit baru di Kabupaten Bandung selain sebagai bentuk komitmen terhadap realisasi janji politiknya, juga sebagai bentuk "kanyaah" Kang DS terhadap masyarakat Kabupaten Bandung.

"Wilayah Kabupaten Bandung itu kan sangat luas dan berbukit-bukit sehingga memerlukan banyak rumah sakit. Inilah bentuk komitmen terhadap janji politik saya sekaligus 'kanyaah' untuk masyarakat," ungkap Bupati.

Melalui kehadiran lima RSUD tersebut, Dadang Supriatna berharap masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama pasien rujukan dari puskesmas. Sehingga, angka kematian pasien akibat jauhnya akses kesehatan dapat ditekan.

"Tentunya, pembangunan rumah sakit ini juga akan ada multiplier effect untuk pembangunan dan perekonomian masyarakat setempat, karena akan menyerap tenaga kerja sekitar wilayah tersebut," ujar Kang DS.

Dengan adanya pembangunan fasilitas kesehatan itu, Bupati DS juga berharap indeks kesehatan Kabupaten Bandung akan terus meningkat, sehingga berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung.(*Sumber : Pemkab Bandung-Asdar.BJ01)

Kamis, 24 Agustus 2023

Peningkatan Keprofesian Guru ASN Madrasah di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Bupati Bandung "Masyarakat Harus Melek Politik, Sepakat ASN Netral"

Bandung, Jelajah News - Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna mengucapkan selamat kepada para peserta yang mengikuti pembinaan peningkatan kompetensi keprofesian guru ASN (Aparatur Sipil Negara) Madrasah di Lingkungan Kementerian Agama  Kabupaten Bandung yang dilaksanakan di Aula Uninus Kota Bandung, Kamis (24/8/2023).

Bupati Bandung sangat mengapresiasi dan turut mensuport dengan adanya agenda kegiatan tersebut. Karena langkah ini merupakan salah satu wujud sinergitas dalam upaya mengimplementasikan misi Kabupaten Bandung Bedas yang kedua, yaitu menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata tentunya harus didukung dengan sumber daya guru yang profesional. Untuk itu, imbuhnya, melalui pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para guru khususnya madrasah, baik kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, serta kompetensi profesi sebagai tenaga pengajar dan pendidik menjadi semakin profesional.

"Makanya, tahun ini saya sudah mulai menggelontorkan bantuan hibah kepada 124 madrasah ibtidaiyah se-Kabupaten Bandung. Insya Allah sisanya di tahun 2024," katanya.

Selain itu, Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna ini mengatakan bahwa dirinya memikirkan bantuan hibah ke Madrasah Tsanawiyah yang berada di Kabupaten Bandung. "Madrasah Aliyah ini kewenangan provinsi, tapi akan saya pikirkan untuk mendapatkan bantuan hibah juga," katanya. 

Kang DS mengaku merasa terpanggil untuk terus bisa membantu, walaupun madrasah kewenangan Kementerian Agama.  "Saya merasa bertanggungjawab karena Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah ada di Kabupaten Bandung dan tetap menjadi tanggungjawab selaku Bupati Bandung untuk tercapainya visi misi Kabupaten Bandung. Visi kita tercapainya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas," tuturnya.

Melalui pelaksanaan seminar sehari ini Kang DS berharap , tercipta pengajar dan ASN yang berkarakter dan profesional untuk memajukan Kabupaten Bandung yang lebih baik lagi.

"Seperti yang sudah kita lakukan di sekolah TK, SD, dan SMP, bahwa kita ada tiga muatan lokal. Yaitu pertama, pendidikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kedua pendidikan bahasa Sunda dan memahami budaya Sunda, ketiga mengaji dan menghafal Alquran. Kenapa kita lakukan ada muatan lokal, karena saya berharap anak-anak didik kita kedepan apalagi  Indonesia Emas 2045, ini akan  dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter," tuturnya.

Kang DS pun berharap melalui tiga muatan lokal tersebut dapat menciptakan anak-anak berkarakter dan berakhlakul karimah. 

"Saya berharap para guru madrasah dapat mencerdaskan masyarakat," pintanya.

Kang DS menyebutkan untuk menuju Indonesia Emas 2045 itu diperlukan menurutnya pola pendidikan yang berkarakter.

"Anak-anak sekarang lebih cenderung melihat google, daripada apa yang disampaikan para guru di sekolah maka pembentukan karakter dan terutama untuk guru-guru agar lebih profesional harus ada pola dan kita rubah. Kira-kira peran guru seperti apa, sebagai guru profesional dan berkarakter dan memiliki ciri khas tersendiri yang tidak ada di google," ucapnya.

Tentunya, menurutnya, melalui cara, sikap, langkah dan penyampaian dari para guru harus memiliki ciri khas dan lebih bisa dipahami oleh anak-anak. 

"Jangan sampai hanya mengandalkan google lagi," katanya.

Oleh karennya Kang DS pun mempunyai  komitmen untuk bersama-sama membangun karakter baik melalui pengajaran pendidikan agama di madrasah dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang agamis. Karena mayoritas di Kabupaten Bandung adalah agama Islam.

"Saya yakini agama Islam adalah agama yang terbaik untuk kita semua," katanya.

Selain itu Kang DS pun berharap kepada para guru agar memberi pendidikan politik dan menyampaikan pentingnya berpolitik kepada anak-anak, terutama kepada pemilih pemula. 

Menurutnya, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan hasil keputusan politik. "Maka masyarakat harus melek tentang politik. ASN netral,  saya sepakat," katanya.(Sumber : Pemkab Bandung/Asdar-BJ.01)



Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya Dilantik Ketua Umum MUI Jabar KH. Rachmat Sjafei, Disaksikan Bupati Bandung dan Jajaran Forkopimda Kab. Bandung


Soreang, Jelajah News - Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna mengucapkan selamat  kepada Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung 2023-2028 yang baru saja dilantik dan dikukuhkan di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Kamis (24/8/2023).

Kepengurus MUI Kabupaten Bandung dibawah kepemimpinan Ketua Umum KH. Yayan Hasuna Hudaya itu dilantik oleh Ketua Umum MUI Jabar KH. Rachmat Sjafei dan disaksikan langsung oleh Bupati Bandung dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung. 

"Saya atas nama pribadi dan juga Pemerintah Daerahnya Kabupaten Bandung dan juga masyarakat Kabupaten Bandung mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus MUI Kabupaten Bandung," kata Bupati Dadang Supriatna dalam sambutannya.

Bupati Bandung berharap dengan dilantiknya kepengurusan baru ini dapat berkhidmat kepada umat. "Lebih optimal dan bermitra dengan umaro lebih sinergi untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera)," kata Dadang Supriatna. 

Menurutnya, dalam mewujudkan visi misi Kabupaten Bandung Bedas  dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk di dalamnya peran MUI Kabupaten Bandung.

Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung ini mengatakan bahwa, MUI sebagai organisasi ulama dan Pemerintah daerah sebagai umaro merupakan dua pilar yang menentukan kehidupan masyarakat. 

"Sebagai sabda Rasulullah SAW, dua  golongan dari manusia yang apabila keduanya baik, akan baik pula seluruh kehidupan manusia. Tetapi apabila keduanya rusak, maka akan rusak seluruh kehidupan manusia.  Ulama dan umaro ini harus solid untuk taraf kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung yang lebih baik," tuturnya.

Oleh karenanya Kang DS  meminta agar ulama dan umaro untuk bergandengan tangan untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Bandung. Dengan tegas dirinya mengatakan umaro tanpa dipimpin ulama akan tersesat dan ulama tanpa didukung umaro akan lemah. 

"kekurangan ini kita sama-sama isi. Semakin kita kuat, semakin kita kompak. Maka semakin terus laju pertumbuhan ekonomi kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung," ujarnya.

Kang DS mengatakan sinergitas antara umaro dan ulama sangat penting demi  keberlangsungan  hajat hidup orang banyak.

Kang DS berharap kepengurusan baru MUI Kabupaten Bandung ini bersinergi dengan Pemkab Bandung sesuai dengan visi misi yang sudah disepakati bersama. "Bergandengan tangan sangat luar biasa dan harus dilakukan.  Makanya, solidnya ulama dan umaro akan memperbaiki taraf hidup masyarakat Kabupaten Bandung," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya mengatakan, pengurus MUI berjumlah 125 orang yang terbagi dalam 12 bidang. 

Menurutnya, ke-12 bidang tersebut terdiri dari  bidang organisasi, fatwa, dakwah, pendidikan, ukhuwah islamiyah, pengkajian dan pengembangan, hukum dan perundang-undangan, pemberdayaan ekonomi umat, hubungan antar umat beragama, komunikasi informasi dan dokumentasi, seni budaya Islam, dan bidang pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga.

"Bidangnya banyak, insya Allah dan mudah-mudahan Pak Bupati membangun gedung MUI," harapnya. 

Yayan mengatakan, MUI merupakan tempat membuat ladang amal soleh untuk umat masyarakat Kabupaten Bandung yang mencapai 3,7 juta jiwa, dan 97 persen umat Islam. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar-BJ.01)







DLH Kabupaten Bandung Lakukan Respon Cepat Penanganan Darurat Kebakaran TPA Sarimukti

Bandung, Jelajah News-Kabupaten Bandung, 25 Agustus 2023 - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru terkait kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Sejak kebakaran yang terjadi pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023, situasi masih terus berkembang dan bahkan semakin meluas ke berbagai zona pembuangan TPA.

Dalam pernyataannya, Asep mengacu pada beberapa hal yang menjadi dasar dalam merespon kondisi darurat ini, di antaranya surat dari Plh. Sekda Provinsi Jawa Barat yang mendesak untuk segera melakukan penanganan kebakaran di TPA Sarimukti, Keputusan Bupati Bandung Barat tentang Status Siaga Darurat Bencana tanggal 31 Juli 2023, serta hasil Rapat Koordinasi Darurat yang dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2023 melalui Zoom Meeting membahas kondisi darurat bencana di TPA Sarimukti.

“Kita harus segera merespon dengan cepat dan tepat melalui langkah-langkah yang baik dan implementatif,” katanya.

Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi hal yang krusial dalam mengatasi situasi darurat ini. Dalam kondisi terganggunya operasional TPA Sarimukti dan ketidakpastian waktu penanganannya secara menyeluruh, Asep menyampaikan langkah-langkah berikut agar dapat dilakukan oleh semua pihak:

1. Informasi dan Sosialisasi kepada Masyarakat: Para Camat, Kepala Desa, dan Lurah akan berperan dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan kondisi TPA Sarimukti secara berjenjang kepada masyarakat melalui ketua RW, RT, dan Lembaga desa lainnya.

2. Monitoring dan Pengawasan Fasilitas Pengolahan Sampah: Para Camat, Kepala Desa, dan Lurah diinstruksikan untuk melakukan monitoring, pembinaan, pengawasan, dan evaluasi yang intensif terhadap fasilitas pengolahan sampah di wilayah masing-masing.

3. Partisipasi Aktif Pihak Terkait: Pimpinan instansi, lembaga pemerintahan, BUMN, BUMD, Ormas, dan lembaga kemasyarakatan diminta untuk berperan aktif dalam mengajak masyarakat mengelola sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

4. Penanganan Darurat Sampah: Langkah-langkah darurat termasuk penyediaan wadah sampah tambahan atau menggunakan wadah sampah yang lebih besar untuk mengumpulkan sampah dalam jumlah lebih banyak. Pemanfaatan Lubang Cerdas Organik (LCO) atau Lubang Resapan Biopori (LRB) juga akan dilakukan untuk penanganan sampah organik rumah tangga.

“Saya mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam mengatasi situasi darurat ini demi menjaga lingkungan dan kebersihan. Kolaborasi yang erat dan tindakan bersama diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan ini,” jelas Asep.

(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo/Asdar.BJ01)

Rabu, 23 Agustus 2023

Pemkab Bandung Melalui BPBD Lakukan Langkah Antisipasi Dampak Perubahan Cuaca El Nino di Kabupaten Bandung

Bandung, Jelajah News - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan langkah-langkah antisipasi ancaman kekeringan dampak perubahan cuaca El Nino di Kabupaten Bandung. Salah satu yang dilakukan Pemkab Bandung yakni melaksanakan rapat koordinasi dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah   di ruang rapat BPBD Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (23/8/2023). 

Pada pelaksanaan rapat koordinasi itu selain dipimpin langsung Kepala  Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Drs. H. Uka Suska Puji Utama, M.Si., juga hadir dari Staf Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinas Pertanian, Damkar, Dinas Sosial, Dinas PUTR, Disperkintan, Satpol PP, Perhutani, PDAM, dan lembaga lainnya. 

Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna dalam keterangannya di Soreang, Kamis (24/8/2023) mengatakan bahwa dampak El Nino dapat berpengaruh pada terjadinya ancaman kekeringan dan kebakaran hutan atau lahan di Kabupaten Bandung. 

"Adapun hasil analisa dan kajian serta prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) sudah ada pengurangan turunnya air 

hujan terutama di wilayah Kabupaten Bandung," kata Bupati Bandung didampingi Sekda Kabupaten Bandung yang juga Kepala BPBD Kabupaten Bandung Dr. H. Cakra Amiyana dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Drs. H. Uka Suska Puji Utama, M.Si.

Meski intensitas curah hujan di Kabupaten Bandung sudah berkurang dalam beberapa pekan terakhir ini, imbuh Bupati Dadang Supriatna, bahwa BPBD belum menerima laporan 

terkait kekurangan air bersih dari masyarakat. "Dengan dilaksanakan rapat koordinasi itu, kami berharap di antara OPD dan seluruh para pemangku kepentingan agar dapat diperoleh data 

kewilayahan yang update untuk bersama-sama dalam upaya menghadapi ancaman bencana kekeringan dampak El Nino di wilayah Kabupaten Bandung," kata Dadang Supriatna.

Bupati Bandung menyebutkan bahwa fenomena El Nino, berdasarkan informasi dari BMKG memprediksi puncak kemarau secara normal untuk wilayah Kabupaten Bandung akan terjadi Juli sampai September 2023. 

"Untuk diketahui bahwa El Nino merupakan fenomena yang menyebabkan musim kemarau atau musim hujan di Indonesia lebih kering dari kondisi normal. El Nino meningkatkan potensi 

pertumbuhan awan di Samudra Pasifik Tengah dan suhu permukaan air di wilayah Indonesia jadi lebih dingin yang berakibat pada kurangnya curah hujan," tutur Dadang Supriatna.

Saat ini, imbuhnya, El Nino tercatat lemah – moderate dan masih terus berubah dan dipantau perkembangannya. Disebutkan, bahwa dampak El Nino terhadap musim kemarau di Kabupaten Bandung mengakibatkan perubahan puncak musim kemarau yaitu diprediksi hingga November 2023 dan terus berpengaruh pada cuaca hingga Februrari 2024. 

"Dampak kekeringan ini yang perlu diwaspadai adalah ancaman kebakaran hutan dan lahan, gelombang  panas atau kekeringan ekstrim, gangguan kesehatan dapat berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bandung," ujar Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.

Kang DS mengatakan, ancaman kekeringan, kebakaran hutan dan lahan berdasarkan kajian risiko bencana tahun 2022, terdapat di 31 kecamatan dengan tingkatan rendah dan sedang.

"Untuk mengantisipasi potensi ancaman itu, kita sudah melakukan inventarisasi tanki air, Inventarisasi petugas dan peralatan dari masing-masing OPD dalam menghadapi kekeringan di Kabupaten Bandung," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kab. Bandung Uka Suska Puji Utama mengungkapkan bahwa hasil rapat koordinasi itu merekomendasikan untuk menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bandung pada status siaga darurat selama 30 hari ke depan mulai 24 Agustus ini sampai 23 September 2023.

"Kemudian diperlukan tim siaga/pos komando menghadapi kekeringan agar koordinasi dan penanganan lebih terarah," kata Uka Suska.

Uka Suska berharap kepada para camat agar memantau  wilayahnya terkait kondisi ketersediaan air bersih, kebutuhan masyarakat dan pertanian. 

"Kemudian melaporkannya kepada OPD terkait/BPBD, apabila memerlukan bantuan lebih lanjut," harapnya.

Ia juga berharap kepada para camat bersama kepala desa melakukan pengawasan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah terutama di lahan perkebunan yang dapat berpotensi meluasnya kebakaran karena faktor cuaca kemarau.

Uka menjelaskan El Nino adalah sebuah fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya. Fenomena alami ini  menyebabkan perubahan pola cuaca global, yang berdampak signifikan pada iklim diberbagai wilayah di dunia, termasuk di Indonesia.

Penyebab El Nino dipicu oleh peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur. Perubahan suhu ini menyebabkan pergeseran angin dan arus laut, yang mengubah pola cuaca secara global. El Nino disebabkan oleh peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur. Fenomena ini terjadi secara alami dan berulang dalam jangka waktu tertentu. 

Dijelaskan dampak El Nino maupun La Nina di Indonesia. El Nino meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik Tengah, dan mengurangi cuaca hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum. Sedangkan La Nina mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik Tengah, dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)



Dinas Kependudukan Kabupaten Bandung Raih Juara Terbaik ke-2 Kategori Kabupaten Penduduk Besar Penilaian Kinerja Disdukcapil se-Jawa Barat Tahun 2023

Kota Bandung, Jelajah News - Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) berhasil meraih juara terbaik ke-2 dalam kategori Kabupaten Penduduk Besar, terkait dengan penilaian kinerja Disdukcapil  Kabupaten/Kota se-Jawa Barat tahun 2023. 

Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna diwakili Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung Drs. H. Yudi Abdurahman, M.Si., hadir pada penyerahan pemenang dan evaluasi akhir Penilaian Kinerja Disdukcapil Kabupaten/Kota se-Jawa Barat "ADMINDUK JUARA" Tahun 2023 di Hotel Papandayan Kota Bandung, Rabu  (23/8/2023). 

Pada kesempatan itu, Plt. Kepala Disdukcapil Jawa Barat langsung memberikan penghargaan itu kepada Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung Yudi Abdurahman yang didampingi Sekretaris Disdukcapil Cecep Hendrawan, S.IP.

Usai menerima penghargaan, Yudi Abdurahman mengatakan, bahwa Disdukcapil Provinsi Jawa Barat setiap tahun melaksanakan evaluasi dan kinerja dalam hal administrasi kependudukan (Adminduk) di semua kabupaten/kota se-Jawa Barat tahun 2023.

"Hal itu berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan, berkaitan dengan standar pelayanan, berkaitan dengan ketersediaan prasarana sarana untuk pemenuhan pelayanan," kata Yudi dalam keterangannya. 

Termasuk juga, imbuh Yudi, capaian-capaian tiap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, berkaitan dengan perekaman KTP, akta kelahiran, akta kematian, kartu identitas anak dan dokumen administrasi lainnya. 

"Alhamdulillah, Disdukcapil Kabupaten Bandung mendapatkan terbaik kedua se-Jawa Barat dalam kategori kabupaten penduduk besar. Kabupaten Bandung luar biasa jumlah penduduknya, yaitu 3,7 juta jiwa lebih. Itu dinilai oleh Provinsi Jawa Barat dan mengikutsertakan dari Ombudsman Republik Indonesia, akademisi dan tim penilai lainnya," kata Yudi. 

Menurut Yudi, penghargaan yang diraih Diskucapil Kabupaten Bandung itu, erat kaitannya dengan ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri) yang merupakan program prioritas Bupati Bandung. 

"Kita punya kelebihan di wilayah digitalisasi pelayanan Adminduk. Pak Bupati Bandung punya komitmen yang kuat kaitan dengan digitalisasi ini untuk mempermudah pelayanan Adminduk kepada masyarakat," katanya.

Yudi mengatakan dengan adanya 120 ADM yang tersebar di 120 desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung ini menjadi salah satu bagian yang menjadi penilaian.

Yudi mengungkapkan dengan adanya penilaian kinerja Disdukcapil Kabupaten/Kota se-Jawa Barat tahun 2023 ini, tentunya menjadi bahan bagi para ASN yang ada di Disdukcapil Kab. Bandung untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 

"Ini akan menjadi pemicu dan pemacu motivasi kita untuk senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik, terutama di wilayah dokumen Adminduk," katanya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Bupati Bandung Dukung Koperasi Jadi Motor Ekonomi Lokal Demi Meningkatkan Daya Saing Daerah

Soreang, Jelajah News - Dalam upaya memajukan ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing daerah, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi. Hal ini diungkapkan dalam sambutannya pada acara "Pelatihan Inkubasi Pengembangan Usaha Koperasi Angkatan ke-II" yang berlangsung hari ini, Rabu (23/08/2023) di Hotel Grand Sunshine, Kabupaten Bandung.

Bupati yang akrab disapa Kang DS tersebut menegaskan pentingnya peningkatan produksi, penjualan, dan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.

"Tujuan dari kegiatan ini sangatlah jelas, yaitu untuk mendorong koperasi agar mampu mencapai peningkatan dalam berbagai aspek, sejalan dengan visi dan cita-cita kami," ujarnya.

Ia juga menyampaikan interaksinya dengan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki yang juga merupakan tokoh asal Jawa Barat beberapa waktu lalu bahwa dukungan akan diberikan kepada koperasi yang produktif, bukan sekadar koperasi simpan pinjam. Dia juga menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Bandung telah memiliki dua koperasi yang telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu Koperasi Al-Ittifaq dan KPBS Pangalengan.

“Dukungan ini hanya bermanfaat jika koperasi-koperasi tersebut sudah siap dalam mengelolanya,” tambah Kang DS.

Tak lupa, Kang DS juga mengungkapkan rasa optimisme terhadap program inkubasi ini, terutama dalam hal menambah semangat dan produksi koperasi. Dia menjelaskan keunggulan koperasi dalam berbagi keuntungan kepada anggota serta keyakinannya bahwa pelatihan ini akan semakin memperkukuh semangat dan produktivitas koperasi.

"Saya titip pesan agar para pelaku koperasi menerapkan 3 prinsip dalam menghadapi tantangan bisnis, yaitu memiliki keberanian yang diiringi ilmu, berpegang pada kejujuran, serta memikul tanggung jawab. Dalam bisnis, kegagalan adalah bagian dari proses. Penting bagi kita untuk tidak melarikan diri dari tanggung jawab dan menghadapinya bersama-sama,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin, menjelaskan dinasnya memiliki peran dalam mewujudkan misi Kabupaten Bandung yang pertama, yakni meningkatkan daya saing daerah.

"Kami percaya bahwa berkontribusi pada koperasi yang mampu berdaya saing akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung," ujarnya.

Dindin juga menyoroti keistimewaan program inkubasi ini yang melibatkan pendampingan dari KUM Netherlands selama 2 bulan penuh. Dalam program ini, 14 koperasi potensial diberikan kesempatan untuk meraup ilmu dalam mengelola koperasi dengan tujuan utama mewujudkan kesejahteraan anggota, masyarakat, dan mendukung ekonomi nasional.

"Kami memiliki keyakinan bahwa melalui pelatihan inkubasi ini, kita akan berhasil mengurangi pengangguran dan menghasilkan ribuan wirausahawan baru," kata Dindin.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam era sekarang ini, di mana koperasi-koperasi tidak hanya bersaing, tetapi juga berkolaborasi untuk mencapai pertumbuhan yang lebih berarti.

Program pelatihan ini diharapkan akan semakin memperkukuh ekonomi lokal Kabupaten Bandung dan membawa dampak yang positif untuk masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo/Asdar)

Ratusan Pendamping Sosial PKH Kabupaten Bandung Laksanakan Apel Kebersamaan

Soreang, Jelajah News - Ratusan pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bandung melaksanakan apel kebersamaan di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Rabu (23/8/2023). Apel kebersamaan itu dalam rangka membangun sinergitas dan kebersamaan pendamping sosial PKH Kabupaten Bandung bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera). 

Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Agus Firman Zaini, Kepala Dinas Sosial Kab. Bandung Indra Respati hadir dalam kegiatan ini.

Kordinator Kabupaten PKH Kabupaten Bandung Nandang Turmudzi, beserta para koordinator PKH, para korcam PKH se-Kabupaten Bandung, dan 340 orang pendamping sosial PKH  lainnya mengapresiasi dengan kehadiran Bupati Bandung tersebut.

Di hadapan para pendamping sosial PKH, Bupati Bandung Dadang Supriatna  mengatakan bahwa 340 orang pendamping sosial PKH Kabupaten Bandung sudah  melakukan langkah-langkah dan ikhtiar untuk terus mempertahankan dan mengurangi angka kemiskinan.

"Saya yakin semua kinerja dan  langkah-langkah yang dilakukan oleh teman-teman semua (pendamping sosial PKH), insya Allah akan mendapat pahala dari Allah SWT," tutur Bupati Bandung dalam sambutannya.

Dadang Supriatna turut mengapresiasi dengan dilaksanakannya apel kebersamaan yang diselenggarakan oleh keluarga besar pendamping sosial PKH Kabupaten Bandung dan sekaligus dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan RI. 

"Apel kebersamaan ini bersamaan dengan Hari Ulang Tahun PKH yang ke-16. Apel kebersamaan ini berharap diberikan keberkahan oleh Allah SWT," harap Dadang Supriatna.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna menyebutkan, 340 anggota pendamping sosial PKH itu membawahi 107 ribu KPM (keluarga penerima manfaat) di Kabupaten Bandung.

"107 ribu KPM ini dikelola oleh PKH. Jumlah yang sangat luar biasa. Yang tentunya setiap bulan atau minimal bahkan mungkin bisa setiap hari, para pendamping PKH melihat kondisi dan situasi dari 107 KPM ini dipantau setiap bulannya. Dengan variatif tadi bantuannya setiap tahunnya, ada yang Rp 3.750.000, Rp 1.250.000. Angka itu secara rutinitas mendapatkan bantuan dari PKH. Hampir 107 ribu KPM setiap tahunnya menerima," tutur Kang DS.

Ia pun berharap dalam penyaluran PKH itu tepat sasaran, dan berusaha untuk menghindari penyaluran PKH kepada warga yang bukan haknya dan harus tepat sasaran. 

Kang DS menyebutkan bahwa para anggota pendamping sosial PKH itu merupakan garda terdepan untuk membantu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Bandung. 

"Bayangkan kalau seandainya tidak ada teman-teman di lapangan. Masyarakat tidak akan terurus," ucapnya.

Di Kabupaten Bandung, imbuhnya, masih masuk kategori mmasyarakat kemiskinab ekstremnya tinggi. Di antaranya di Kecamatan Pangalengan, paling banyak miskin ekstremnya.

"Semua kecamatan juga ada. Di tahun 2024, pemerintah pusat, Presiden Joko Widodo mengintruksikan, bahwa untuk miskin ekstrem ini harus zero. Dan untuk angka stunting di tahun 2024 ini harus 14 persen secara nasional. Bagaimana program pemerintah pusat bisa diselesaikan oleh kita semua," tuturnya.

Melalui apel kebersamaan ini, Kang DS mengatakan apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah mendapat masukan dari para anggota pendamping sosial PKH. "Untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem ini, rata-rata harus ada anggaran Rp 50 juta per KPM. Mulai dari kebutuhan rumah, untuk kegiatan usaha dan mereka harus punya modal," katanya.

Lebih lanjut Kang DS mengutarakan bahwa para Pemerintah harus memberikan perhatian khusus kepada 107 ribu KPM ini setiap tahun untuk mendapat bantuan. Namun juga dengan Tetap mendorong  supaya penerima PKH ini  punya semangat ingin merubah. "Ini yang paling penting untuk merubah mindset, misalnya mereka usia produktif diberikan semangat memiliki kegiatan usaha, seperti perdagangan, yang penting ada penghasilan," tuturnya.

Kang DS berharap kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, dan Dinas Sosial untuk melakukan mapping terhadap 107 ribu  KPM tersebut, apakah masuk program miskin ekstrem atau tidak. Mengingat ada di antaranya yang sudah menerima bantuan dari program PKH, tetapi mendapatkan pula bantuan dari BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). 

"Ini ada yang double dalam menerima bantuan. Inilah yang paling penting, data base ini yang harus disempurnakan. " tegasnya. 

Kang DS pun mendorong para anggota pendamping sosial PKH untuk memiliki BPJS Ketenagakerjaan selain mendapatkan insentif karena mereka sebagai garda terdepan mengurus masyarakat.

"BPJS ini sangat penting untuk pelayanan disaat mengalami kecelakaan, meninggal dunia dan untuk beasiswa," katanya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)



Selasa, 22 Agustus 2023

Bunda Literasi Kab. bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna Sosialisasikan Kampung Bedas

Bandung, Jelajah News - Bunda Literasi Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna mengungkapkan pentingnya tokoh literasi dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat. Tokoh literasi berperan sebagai pilar penting yang membantu membentuk budaya membaca yang kuat dan berkelanjutan.

Emma Dety menyampaikan hal ini dalam acara sosialisasi Kampung Bedas Literasi Bandung di Hotel Grand Pasundan Bandung, Selasa (22/8/2023).

Emma Dety mengatakan tokoh literasi itu pertama menjadi inspirasi dan teladan, kedua meningkatkan motivasi membaca, ketiga memberikan rekomendasi sesuai minat dan preferensi masyarakat. 

"Hal penting lainnya, yaitu keempat menciptakan lingkungan menarik dalam merangsang minat baca. Kelima memberikan pengaruh positif di media sosial, keenam membangun kebiasaan membaca masyarakat berkelanjutan. Ketujuh, peningkatan pendidikan dan kebudayaan," kata Emma Dety.

Dalam paparannya, Bunda Literasi Kab. Bandung ini mengungkapkan bahwa tokoh literasi adalah individu yang memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya literasi dan membaca. 

"Mereka berperan sebagai teladan dan pembimbing bagi masyarakat dalam mengembangkan minat baca dan mengapresiasi nilai dari literasi," katanya.

Emma Dety menyebutkan pembinaan dalam upaya pembudayaan kegemaran membaca dan literasi di keluarga dilakukan melalui pemberdayaan tokoh perempuan dalam mendorong perwujudan masyarakat literat. 

"Pemberdayaan tokoh perempuan dalam mendorong perwujudan masyarakat literat dilaksanakan oleh perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang perpustakaan," jelasnya.

Ia pun menjelaskan komponen literasi wajib, berkaitan dengan gerakan literasi nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan terdapat 6 jenis literasi dasar yang wajib. 

"Literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sanis, literasi finansial, literasi budaya dan kewarganegaraan, dan literasi digital," katanya.

Emma Dety juga turut mengungkapkan manfaat literasi bagi anak. Menurutnya, literasi membantu anak-anak dalam kehidupan sehari-hari dengan beberapa cara. Mulai dari kemampuan membaca dan menulis, pemahaman dunia, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, peningkatan kosakata, kemampuan sosial, pendidikan dan pekerjaan. 

Menurut Emma Detty, Literasi membantu anak mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis sejak dini, membantu memahami dunia di sekitarnya, berkomunikasi dengan baik, dan belajar sepanjang hidup. "Literasi juga membuka pintu untuk pengetahuan, imajinasi, dan pemahaman yang lebih dalam terhadap budaya dan informasi di era digital saat ini," tuturnya.

Menurutnya, berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara atau 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi.

Lebih lanjut Emma Dety mengatakan bahwa pentingnya peran ibu dalam literasi. Menurutnya, ibu adalah figur pertama dalam kehidupan anak dan memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan dan minat anak.

"Peran ibu sebagai bunda literasi memberikan dasar kuat bagi perkembangan keterampilan berbicara, mendengar, dan membaca anak," ujarnya. 

Ia pun mengungkapkan penunjukkan bunda literasi tingkat RW di Kabupaten Bandung. Dikatakannya, diperlukan tokoh literasi dalam upaya memasyarakatkan literasi terhadap masyarakat Kabupaten Bandung. 

"Tokoh literasi juga dapat menjadi penyambung informasi-informasi penting seputar kegiataan-kegiataan literasi antara Dispusip dengan masyarakat," katanya. 

Untuk diketahui, katanya, bahwa Dispusip Kab. Bandung melalui program Kampung Bedas Literat telah menetapkan Bunda Literasi tingkat RW se-Kabupaten bandung, yaitu mencapai  43.050 bunda literasi. 

Disebutkan, pentingnya pembentukan bunda literasi hingga tingkat RW. Pembentukan bunda literasi hingga ke desa-desa sangat penting karena dapat membantu mengurangi kesejangan literasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. 

"Bunda literasi di desa dapat memberikan akses pendidikan awal  yang berkualitas kepada anak-anak, memperkuat keterampilan membaca dan menulis pada usia dini, serta membantu orang tua atau wali dalam mendukung perkembangan literasi anak-anak mereka. Hal ini akan membantu menciptakan generasi yang lebih terampil dan siap menghadapi peluang di masa depan," ujarnya.

Emma Dety mengatakan peran bunda dalam mengembangkan literasi anak-anak. Pertama, bunda dapat membantu anak-anak dalam literasi membaca, seperti

membacakan buku sebelum tidur, mengunjungi perpustakaan, dll.

Kedua, aktivitas literasi yang dapat dilakukan bersama anak-anak yaitu

menulis cerita bersama, membuat buku mini, dll.

Ketiga, memberikan contoh strategi untuk mengatasi kendala, seperti

membentuk kebiasaan membaca, mengatur waktu layar, dll.

Keempat, mengajarkan anak-anak cara memahami pesan media dan

menggunakan teknologi dengan bijak.

Kelima, bagaimana bunda dapat memandu anak-anak dalam memilih konten

yang tepat dan aman.

"Literasi untuk kesejahteraan," katanya.

Kepala KUA Kecamatan Pasirjambu, Asep Dudu "Perayaan HUT RI ke-78, Salah Satu Bentuk Syukur Kepada Allah Swt"

ASEP DUDU
Kepala KUA Kecamatan Pasirjambu

Pasirjambu, Jelajah News-Kepala KUA Kecamatan Pasirjambu Asep Dudu saat dihubungi di ruang kerjanya di ruang kerjanya, ia menganalisa tentang HUT RI ke 78 di Kec Pasirjambu "Masyarakat sangat antusias untuk merayakan kemerdekaan HUT RI, mungkin rindu pasca Covid dan dengan rasa syukur" ungkapnya.

Lebih lanjut Asep Dudu mengungkapkan meskipun menimbulkan kemacetan di jalan, baik perjalanan dari desanya masing-masing menuju Lapang Jendral.

Sekalipun Camat Pasirjambu baru beberapa bulan menjabat, dengan kerjasama unsur muspika bisa dikatakan untuk memeriahkan dan pelaksanaan HUT RI berjalan dengan baik, tambah Asep Dudu.

Dalam paradenya ada beberapa pengrajin hasil pembikinan alat pertanian hasilnya tak kalah dengan produk luar, masih menurut KUA, Pa Kapolsek dan Danramil Kecamtan Pasirjambu pun menyaksikan dengan antusias masyarakat begitu semangat merayakan hari kemerdekaan HUT RI yang ke 78 ini. 

"Dan KUA pun sangat berterimakasi pada Bupati kab Bandung Dr. H. Dadang Supriatna tentang program isbat nikah bagi pasangan nikah yang belum mengantongi surat nikah kendati tetap melalui Pengadilan agama, program guru ngaji dan program lainnya yang dilaksanakan oleh Bupati Bandung"

Lebih lanjut Asep Dudu menghimbau agar para pengusaha segera mengurus sertifikat produk halal yang bekerja sama dgn MUI di tingkat kecamatan masing-masing. (Asdar)

Senin, 21 Agustus 2023

Pemkab Bandung Bersama Kanwil BPN Jabar dan Kab. Bandung Laksanakan Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat pada Program PTSL

Soreang, Jelajah News - Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jabar dan Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung melaksanakan penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Senin (21/8/2023). 

Sebanyak 500 warga pemohon pembuatan sertifikat tanah dari perwakilan 26.500 pemohon pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL hadir pada kesempatan tersebut. 

Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Prov. Jabar Rudi Rubijaya  dan Kepala Kantor Pertanahan Kab. Bandung Rahmat secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat kepada perwakilan pemohon pembuatan sertifikat program PTSL tersebut.

Bupati Bandung Dadang Supriatna  mengatakan bahwa Kantor Pertanahan Kab. Bandung tahun 2023 ini merencanakan 60.000 sertifikat tanah. "Artinya masih ada sekitar 34.000 sertifikat tanah lagi yang harus kita dorong, sehingga saya minta kepada para camat dan para kepala desa untuk bisa mensukseskan program PTSL ini," kata Dadang Supriatna.

Bupati Bandung menilai program PTSL ini sangat luar biasa. Ia pun menyebutkan setelah berbicara dengan Sekjen ATR/BPN, sebenarnya tahun 2023 ini ditargetkan 200.000 sertifikat tanah dan tahun 2024 sebanyak 200.000 sertifikat tanah.

"Makanya, saya besok diundang oleh Menteri ATR/BPN untuk menyampaikan tata ruang yang lainnya, termasuk saya akan sampaikan kebutuhan di lapangan seperti yang disampaikan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung tadi sekitar 300.000 lagi (sertifikat tanah) di Kabupaten Bandung," kata Dadang Supriatna.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya pada tahun depan akan menghibahkan anggaran untuk percepatan pelayanan kepada masyarakat terkait pelayanan sertifikat tanah untuk percepatan dalam pelayanan sertifikat tanah untuk masyarakat. 

Okeh karenanya Kang DS juga menyatakan bahwa pihaknya butuh data dari Bapenda Kab. Bandung ini, mengenai data by name by address. 

"Yang hampir 1.030.000 bidang tanah di Kabupaten Bandung harus kita miliki datanya, sehingga nanti tidak ada lagi kesalahan dalam hal penentuan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) atau SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) yang akan diberikan kepada wajib pajak. Ini salah satu kerjasama yang akan kita lakukan hari ini," tutur Kang DS.

Kang DS juga meminta kepada para kepala desa dan akan melakukan komunikasi dengan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) terkait beberapa kendala dengan pelaksanaan program PTSL ini. 

"Penyelesaian dan jual beli tanah langsung ke PPAT, tanpa melibatkan kepala desa, ini juga kendala. Harus kita sampaikan. Insya Allah besok kita akan  sampaikan kepada Pak Menteri ATR/BPN," katanya.

Lebih lanjut Kang DS mengungkapkan bahwa pihaknya sampai tahun 2024 tidak akan menaikkan tatif PBB. "Tetap mengikuti eksisting karena ada beberapa alasan, pertama kita ini pasca pandemi yang harus kita perhatikan. Kita ingin bangkit perekonomian. Tetapi lebih cenderung bagaimana untuk bisa membayar pajak secara tepat waktu, dan juga pekosongan denda. Tidak ada denda sampai 31 Agustus 2023 ini, sehingga bagi warga yang belum menyelesaikan pajak segeralah untuk menyelesaikannya karena saat ini sudah tidak ada denda lagi, baik wajib pajak yang ada keterlambatan. Insya Allah kedepan tidak ada kesalahan lagi  karena kita sudah dengan BPN untuk hal nama dan sebagainya, sehingga insya Allah masing-masing bidang akan selesai," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Prov. Jabar Rudi Rubijaya turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bandung yang sangat luar biasa karena sebelumnya pernah jadi kepala desa, sehingga sangat memahami kondisi pertanahan. 

"Usulan beliau juga sangat luar biasa. Mudah-mudahan jadi dukungan, karena dari Kementrian juga sudah merencanakan seperti itu. Tapi dengan dukungan Pak Bupati Bandung insya Allah mudah-mudahan yang diharapkan Pak Bupati dan para Kepala Desa bisa segera terwujud proses percepatan program PTSL ini," kata Rudi. 

Selanjutnya Rudi mengataka bahwa data pertanahan di bidangnya sudah lengkap dan memastikan PBB-nya tepat sasaran. "Tepat subyeknya, tepat luasnya, tepat besarannya, dan pasti lebih efektit pengumpulan PBBnya. 

"Oleh karenanya saya  yakin anggaran yang disampaikan Bupati kepada kami  akan kembali lebih dari yang beliau anggarkan. Karena dengan PBB yang optimal, tentu akan meningkatkan PAD  Kabupaten Bandung," kata Rudi.

Demikian pula, ia menyampaikan kalau bidang lahan atau tanah sudah bersertifikat, kepastian hukumnya jelas orang berinvestasi juga akan lebih mudah dan masyarakat yang mempunyai usaha mudah-mudah akan membantu perekonomian Kabupaten Bandung secara keseluruhan. "Yang paling penting kepastian hukum, tertib administrasi tentu kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Bandung akan lebih tertib. Lebih damai dan lebih sejahtera," pungkasnya. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Jumat, 18 Agustus 2023

Posyandu Mulus Rahayu 22 Juara III Tingkat Provinsi Jabar

Jawa Barat, Jelajah News - Posyandu Mulus Rahayu 22 Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung meraih juara III lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jabar 2023 ini. 

Piagam dan penghargaannya langsung diserahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada  Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna pada kesempatan Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jabar tahun 2023 di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Sabtu (19/8/2023).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mengucapkan selamat kepada para kader TP PKK Posyandu Mulus Rahayu 22 atas prestasi yang diraihnya itu. 

"Alhamdulillah, ini sebuah kebanggaan bagi kita semua. Posyandu Mulus Rahayu 22 raih juara III lomba Posyandu Tingkat Jawa Barat. Ini patut diapresiasi, karena ini hasil kerja keras para kader TP PKK di Posyandu Mulus Rahayu 22 Desa Cileunyi Kulon," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala DPMD Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi dalam keterangannya, Jumat (18/8/2023).

Tata mengatakan prestasi yang diraih Posyandu Mulus Rahayu 22 itu, setelah melewati berbagai proses tahapan penilaiannya, di antaranya klarifikasi lapangan lomba posyandu oleh Tim Penilai dari Provinsi Jawa Barat.

"Kita tahu bahwa Posyandu Mulus Rahayu 22 ini adalah yang mewakili Kabupaten Bandung untuk mengikuti lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat. Tentunya menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami, bisa  mengikuti lomba posyandu  tersebut," katanya. 

Tata mengatakan, lomba posyandu ini melibatkan masyarakat sekitar, selain jajaran TP PKK tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Pemerintahan desa, kecamatan dan Kabupaten Bandung juga turut terlibat langsung sesuai peran dan fungsinya.

"Banyak pihak yang turut memberikan kontribusi pada lomba posyandu itu," katanya. 

Tata melihat bahwa prasarana dan sarana posyandu saat ini sudah bertransformasi menjadi sebuah wadah atau lembaga layanan sosial dasar yang terintegrasi. 

"Di mana aplikatifnya memerlukan dukungan maupun pembinaan dari pemerintah desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten yang terikat dalam Pokjanal Posyandu serta diperlukan pula partisipasi aktif dari masyarakat untuk memanfaatkan posyandu," tuturnya. 

Tata berharap Posyandu Mulus Rahayu 22 ini sebagai posyandu multifungsi kepada masyarakat. Posyandu pun harus terus berinovasi, sehingga diharapkan keberadaannya benar-benar bermanfaat, berdayaguna dan dirasakan langsung masyarakat Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi.

Tata menyebutkan, posyandu itu tersebar di semua desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bandung. Jumlah penduduk Kabupaten Bandung mencapai 3,7 juta jiwa yang tersebar di 31 kecamatan, 270 desa dan 10 kelurahan, sampai akhir tahun 2022 Kabupaten Bandung telah memiliki 4.348 posyandu.

"Data sampai dengan Juni 2023, mengalami peningkatan dari tahun 2022 berjumlah 4.359 posyandu. Sementara berdasarkan indikator strata posyandu tercatat, Posyandu Pratama 0 buah, Posyandu Madya 280 buah, Posyandu Purnama 1.445 buah dan Posyandu Mandiri 2.625 buah," jelasnya.

Ia menjelaskan, sampai dengan saat ini, tercatat 60,34 persen posyandu yang berstrata mandiri. Sedangkan jumlah posyandu yang telah memiliki bangunan tersendiri baru mencapai 3.046 buah dan sisanya masih menumpang.

"Salah satu upaya yang telah kita lakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut, antara lain melalui program revitalisasi posyandu, lomba posyandu, peningkatan kapasitas kader posyandu, peningkatan pendampingan posyandu juara kecamatan. Kemudian melakukan pembinaan dan dukungan dari perangkat daerah, rapat pokjanal posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan dan rapat pokja posyandu desa serta rapat evaluasi semesteran posyandu maupun kegiatan kemitraan dengan dunia usaha serta partisipasi aktif masyarakat," tuturnya.

Tata berharap bahwa dengan adanya lomba posyandu itu menjadi suatu motivasi, evaluasi dan supervisi untuk dapat meningkatkan kinerja sinergitas para anggota Pokjanal menuju terciptanya kinerja Posyandu lebih optimal dalam mewujudkan Posyandu multifungsi. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Jumat, 11 Agustus 2023

Kabupaten Bandung Sabet 6 Penghargaan pada Ajang Sedekah Hasil Bumi 2023 dan Penghargaan Aparatur dan Non Aparatur Beprestasi Tk Jabar

Bandung, Jelajah News-Kabupaten Bandung   menyabet 6 penghargaan dari 7 kategori pada ajang Sedekah Hasil Bumi 2023 dan  Penghargaan Aparatur Dan Non Aparatur Berprestasi Tk. Prov Jabar bidang pertanian yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat tahun 2023.

Penghargaan yang diraih Kabupaten Bandung dalam Penghargaan Aparatur Dan Non Aparatur Berprestasi Tk. Prov Jabar bidang pertanian kali ini didapat untuk : 

1. Kelompok  ekonomi pertanian berprestasi  juara I,  PT Regge Putra Berkah  dari Kecamatan pasirjambu.

2. petani berprestasi juara I,  Pipit Candra dari Kecamatan Pangalengan

3. Penyuluh berprestasi,  Andri penyuluh dari Kecamatan Ciparay

4. Pos Penyuluhan Desa/Kelurahan (posluhdes) berprestasi, Posluhdes Sukamulya dari Kecamatan Pamengpeuk 

5. Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS),  Iwan Cendana juara harapan I dari Kecamatan Pangalengan

6. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) berprestasi juara harapan I,  Gapoktan Sumbermukti I  sumbersari kec Ciparay.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan dilaksanakan di Rumah Dinas Jabatan Gubernur Jabar Bale Pakuan , Jl. Cicendo No.1 Kota Bandung.  pada Jum’at, (11/08/23).

Hadir mewakili Bupati Bandung untuk menerima penghargaan dari Gubernur Jabar yaitu Kepala Dinas Pertanian Hj. Ningning Hendasah bersama-sama dengan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Tisna Umaran, jajaran dinas pertanian Kab. Bandung serta para penggiat pertanian penerima penghargaan dari Gubernur Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh insan pertanian yang telah memberikan kontribusinya terutama di dalam pemenuhan konsumsi pangan di Indonesia dan Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi serta mendorong insan pertanian dalam pengembangan pertanian khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Perlu disampaikan Kategori Penghargaan Aparatur dan Non-Aparatur Pertanian Berprestasi terbagi dalam 7 kategori yaitu, Penyuluh PNS berprestasi, Penyuluh Swadaya Berprestasi, Petani Berprestasi, Gabungan Kelompok Tani Berprestasi, Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi, Balai Penyuluhan Pertanian Berprestasi serta Pos Penyuluhan Desa Berprestasi.

Dengan 6 raihan prestasi dari 7 kategori pada Penghargaan Aparatur Dan Non Aparatur Berprestasi Tk. Prov Jabar bidang pertanian tahun 2023 ini, maka dapat dipastikan Kabupaten Bandung pada tahun ini menjadi juara umum pada ajang rutin tahunan yang digelar Pemprov Jabar di Bidang pertanian.(Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

Warga Desa Tarumajaya Dikukuhkan Menjadi Duta Literasi Oleh Hj. Emma Dety Supriatna

Kertasari, Jelajah News-Sejumlah warga di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung dikukuhkan menjadi duta literasi oleh Bunda Literasi Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Supriatna. 

Anak-anak dan remaja di desa Tarumajaya dikukuhkan sebagai duta baca . Ibu-ibu yang berasal dari setiap RW di Desa Tarumajaya itu dikukuhkan sebagai bunda literasi RW sedangkan orang tua lansia sebagai duta baca lansia.

Pengukuhan tersebut dilakukan oleh  di sela-sela kegiatan Lomba Mewarnai Siswa serta Bedah Buku "Aku Pahlawan Lingkungan", di Bumi Perkemahan  Pakawa Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jumat (11/8/2023).

Didampingi Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan dan Arsip (Disarpua) Kabupaten Bandung H. Teguh Purwayadi dan Camat Kertasari Heri Mulyadi, Emma Dety berharap dengan adanya pengukuhan bunda literasi RW, duta baca anak, remaja dan lansia ini menjadi inspirasi bagi warga lainnya.

"Saya berharap anak-anak dan remaja yang menjadi duta baca harus semangat membaca kedepannya. Saya berharap ibu-ibu dan bapak-bapak yang menjadi duta baca bisa menginspirasi warga lainnya, untuk sama-sama semangat membaca buku. Terutama untuk anak-anak dan cucu-cucunya," kata Emma Dety. 

Emma Dety juga mengaku merasa bahagia dan bangga karena bisa mengukuhkan bunda literasi RW dan duta baca anak, remaja, dan lansia di Desa Tarumajaya.

Dirinya berharap "setelah pengukuhan ini , para anak-anak, remaja, dan ibu-ibu serta bapak-bapak tersebut memiliki tugas untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat lainnya,. 

"Khususnya untuk ibu-ibu, jangan tiktokan saja, tapi buku-buku lainnya juga harus dibaca," katanya.

Apalagi saat ini, imbuh Emma Dety, ada literasi digital yang difasilitasi melalui handphone atau peralatan teknologi lainnya. "Membacanya harus yang bermanfaat dan berfaedah. Banyak buku yang bisa dibaca untuk kemajuan masyarakat Desa Tarumajaya," katanya.

Ia berharap melalui kegiatan pengukuhan itu, kegemaran membaca dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya Emma Dety  berpesan kepada anak-anak dan remaja duta baca untuk memberikan contoh kepada teman-temannya untuk mengajak  membaca. 

Dalam kesempatan tersebut, Emma Dety juga turut mengapresiasi perpustakaan Desa Tarumajaya yang menjadi Perpustakaan desa terbaik se-Kabupaten Bandung. Oleh karenanya Emma Dety mengingatkan kepada Bunda literasi RW untuk rajin berkunjung ke perpustakaan selain mengajak warga lainnya untuk sama-sama banyak membaca serta  memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat.

"Bunda Literasi RW juga jangan diam, saat berada di Posyandu maupun di tengah-tengah masyarakat, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," ujarnya. 

Emma Dety juga berharap kepada masyarakat yang menghasilkan sampah di rumahnya tidak dibuang sembarangan. Apalagi Desa Tarumajaya pada 2008, katanya, sempat terjadi banjir. Banjir itu disebabkan karena kondisi alam, selain persoalan sampah yang dibuang sembarangan.

"Sampah harus dibuang ke tempatnya. Di Desa Sukapura Kecamatan Kertasari ada bank sampah, sehingga sampahnya bisa dikelola," katanya.

Emma Dety mengungkapkan bahwa sampah plastik dan kertas memiliki nilai ekonomis dan menghasilkan uang. "Memilih dan memilah sampah diawali dari rumah. Termasuk nanti bagaimana memanfaatkan sampah organiknya dan sisa makanan," harapnya.

Sementara itu, Kepala Disarpus Kabupaten Bandung H. Teguh Purwayadi mengatakan bahwa pengukuhan terhadap bunda literasi RW, duta baca anak, remaja dan lansia yang dilaksanakan Bunda Literasi Kabupaten Bandung merupakan yang pertama di Kabupaten Bandung. 

"Kita harus berbangga hati. Kita harus bangga memiliki bunda literasi, dan buku Aku Pahlawan Lingkungan," kata Teguh.

Teguh mengatakan bahwa buku Aku Pahlawan Lingkungan hasil karya Bunda Literasi Kabupaten Bandung sudah terbit di Riau, Jawa Timur dan daerah lainnya.

"Buku Aku Pahlawan Lingkungan ini disusun oleh bunda literasi kita," katanya.(Sumber:Pemkab Bandung/Asdar)

Kamis, 10 Agustus 2023

Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna Apresiasi Dibukanya raffic Aksesibilitas Jembatan Cibiru Hilir Kawasan Stasion Tegalluar KCJB

Bojongsoang, Jelajah News - Bupati Bandung Dr. H M. Dadang Supriatna  mengapresiasi atas  dibukanya traffic aksesibilitas Jembatan Cibiru Hilir DK 141 di kawasan Stasion Tegalluar Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Jawa Barat.

"Mudah-mudahan dibukanya traffic Jembatan Cibiru Hilir ini dijadikan suatu awal untuk keberlangsungan operasional Stasion Tegalluar yang sudah kita nantikan," kata Bupati Bandung didampingi Direktur Utama (Dirut) Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi saat konferensi pers di sela-sela pelaksanaan Open Traffic Jembatan Cibiru Hilir DK 141 di Stasion Tegalluar, Kamis (10/8/2023).

Bupati Bandung mengutarakan bahwa pembangunan jembatan itu sangat mendukung Kabupaten Bandung sebagai salah satu tuan rumah untuk penyelenggaran event Piala Dunia U-17 tahun yang dilaksanakan di Stadion Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung yang mulai dilangsungkan 10 November sampai 2 Desember 2023. 

Dadang Supriatna pun mengungkapkan bahwa pihaknya pada Rabu (9/8/2023) kemarin, menghadiri rapat koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Erick Thohir, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo serta pihak lainnya.

"Bahwa sudah pasti dan sudah jelas, bahwa Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17," kata Bupati Bandung. 

Pada hari Rabu kemarin juga dibahas, imbuh Dadang Supriatna, Stasiun Tegalluar salah satu tempat yang nanti para pemain  Piala Dunia yang bermain di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) dengan di Stadion Si Jalak Harupat ini nanti akan berada di Stasiun Tegalluar. 

"Saya tadi malam bicara dengan Pak Dirut KCIC bahwa akses jembatan ini  menjadi salah satu akses untuk masuk ke parkir dan Stasiun Tegalluar. Dan saya berpikir di Kabupaten Bandung ini bisa ada pelebaran dan sebagainya, kita akan bincangkan," kata Dadang Supriatna. 

Kang DS, sapaan akrab pria ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendukung demi keberlangsungan dan terlaksananya Stasiun  Tegalluar yang berada di Kabupaten Bandung ini. 

"Kami merasa bangga dan berterima kasih kepada Pak Presiden Joko Widodo yang sudah memberikan perhatian khusus ke Jawa Barat, terutama Kabupaten Bandung. Semoga tempat ini menjadi suatu awal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung. Apalagi di kawasan tersebut ada beberapa pengembang, yaitu Sumarecon, Agung Podomoro dan sebagainya. Ini otomatis akan lebih cepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung," tutur Kang  DS.

Sementara itu, Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan pelaksanaan Open  Traffic Jembatan Cibiru Hilir DK 141 ini merupakan salah satu akses dari beberapa akses menuju Stasion Tegalluar. 

Dwiyana mengatakan pada tahap berikutnya nanti pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian PUPR dalam pembangunan exit tol KM 151 A untuk penumpang yang menggunakan jalan tol dari arah Jakarta menuju Bandung, kemudian terhubung dengan jembatan Cibiru Hilir untuk masuk ke Stasiun Tegalluar. Kemudian nanti exit tol 151 B, seperti rest area dari arah Cileunyi, Cisubdawu dan lainnya yang menuju Stasiun Tegalluar.

" Exit tol 151 B kita kebut terus, dan kita harapkan sudah siap. Exit tol 151 A terkait dengan masalah pengadaan lahan sedang dalam proses. Nanti akan banyak aksesibilitas menuju Stasion Tegalluar, sebagaimana yang diharapkan oleh warga masyarakat penumpang kereta cepat," tutur  Dwiyana. 

Dwiyana  mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan bekerjasama dengan beberapa penyedia jasa, termasuk asosiasi hotel, dan pihak lainnya. Bahkan pihak Sumarecon menyiapkan empat satuan prasarana khusus untuk penumpang dari kawasan Sumarecon ke Stasiun Tegalluar. 

Menurutnya,  pelaksanaan Open Traffic Jembatan Cibiru Hilir itu, adalah wujud dari bagaimana pihaknya ingin mewujudkan stasiun yang memang mudah diakses oleh penumpang. 

"Bahwa nanti ada event Piala Dunia U-17 pada bulan November 2023  maka salah satu venue untuk mendukung event tersebut adalah Stasion Kereta Cepat. Karena diharapkan baik itu penumpang maupun pemain bisa memanfaatkan kereta cepat untuk perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dan sebaliknya," katanya.

Dwiyana berharap, ujicoba kereta cepat dapat dilakukan awal September 2023 mendatang dan Stasiun Tegalluar disiapkan untuk melayani penumpang di Bandung bagian timur. Selanjutnya akan ada Stasiun Cimekar, sekitar 500 meter dari Stasiun Tegalluar yang terhubung dengan kawasan stasiun tersebut. 

"Nanti akan dipikirkan dengan PT. KAI untuk pelayanan integrasi dengan kereta api eksisting. Kita maksimalkan aksesibilitas untuk memudahkan penumpang dari dan nenuju ke Stasiun Tegalluar," katanya.

Diketahui, kereta cepat Jakarta Bandung ini merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Dengan adanya kereta cepat sepanjang 142,3 KM ini dapat meningkatkan mobilitas dan  meningkatkan pembangunan kawasan.

Kereta cepat ini yang dibangun mulai tahun 2018 oleh 7 perusahaan asal Indonesia dan Tiongkok ini akan diujicoba mulai awal September 2023. Progres pembangunannya sudah hampir selesai. Kereta cepat ini memiliki kecepatan 303 km/ jam. (Sumber : Pemkab Bandung/Asdar)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls