Selasa, 23 November 2010

LASKAR MERAH PUTIH TETAP EKSIS Drs. KH. Aa Muhyi, MM. “ Pertemuan Mahmud Sebagai Perekat LMP Jabar – Nasional “




Bandung, ( Jelajah News ) – Ketua Umum Laskar Merah Putih Jawa Barat Angkatan II, KH. Drs. Aa. Muhyi, ahmud, Margaasih Kab. Bandung, untuk mengenang Bang Edi Hartawan MM., mengatakan saat mengadakan pertemuan di Pondok Pesantren Sumber Bandung M( alm ) Ketua Pusat Laskar Merah Putih yang menurutnya sangat banyak jasanya dalam mengembangkan sayap-sayap Laskar Merah Putih di Indonesia.

Lanjut Drs. KH. Aa Muhyi mengatakan sosok Edi Hartawan di matanya orang yang sangat supel dalam pergaulan juga ada yang istimewa dari sosok almarhum adalah yang paling berkesan menurutnya selalu mengatakan “ Saudara “ kepada siapapun orang yang ditemuinya, tanpa memandang suku, ras, agama dan lainnya, ungkapnya.

Dengan dihadiri perwakilan dari seluruh kabupaten di Jawa Barat, diantaranya dari Kab. Bandung Barat, Kab. Cianjur, Kab. Bogor, Kab. Garut, Kab. Tasik, Kab. Cirebon dan sebagai tuan rumah Kab. Bandung.


Tak Ada Perpecahan

Terkait adanya isu perpecahan di tubuh Laskar Merah Putih – Jawa Barat, KH. Drs. Aa Muhyi, MM., dalam kesempatan tersebut mengatakan tak ada perpecahan ditubuh Laskar Merah Putih khususnya di Jawa Barat, namun dengan terkait tidak aktifnya beliau sebagai ketua Jawa Barat, KH. Drs. Aa Muhyi, mengatakan “ Saya selam tiga bulan terakhir terkena musibah sakit sehingga untuk sementara waktu jabatan ketua umum Jawa Barat saya serahkan kepada Nikholas “ ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua LMP Kab. Bandung Barat, Jajang tidak ada perpecahan di tubuh LMP namun ada sedikit miss komunikasi saja, tapi apapunyang terjadi Laskar MP tetap ada dan terpatri dalam roh dan jiwa, patriotisme untuk kesatuan NKRI dengan harga mati.

Lanjut KH. Drs. Aa Muhyi, mengatakan sampai saat ini LMP masih tetap eksis karena adanya suatua keajaiban dengan adanya ruh yang menggerakkan organisasi ini sehingga tetap hidup, dan merupakan keunikan dan keunggulan tersendiri yang ada di tubuh LMP pasalnya sering kali di pusat tidak ada kegiatan alias vacum namun di daerah dan di kabupaten-kabupaten banyak kegiatan, sehingga tidak ada perpecahan di tubuh LMP, tegasnya.

Sementara itu Dadan perwakilan dari Kab. Tasikmalaya, mengungkapkan harus adanya figur pemimpin yang lebih baik lagi “ Dengan wafatnya Bang Edi diharapkan adanya kepemimpinan yang lebih baik jangan mengekor setelah wafatnya alm, kemudian organisasi ini tidak berkembang namun harus lebih baik lagi dari sebelumnya “ katanya.

Demikian juga diungkapkan oleh Max dari Kab। Bogor, mengatakan harus ada perubahan dan kemajuan di Jabar dengan adanya evaluasi dan pembenahan di tubuh LMP kedepannya diawali di Jabar ini karena Jabar merupakan sebagai barometer Indonesia, tambahnya.


Ketua Jabar Baru

Dengan adanya petemuan di Mahmud tersebut di atas, diantaranya untuk pembahasan pertemuan selanjutnya dengan diadakannya pemilihan ketua umum baru untuk Jabar dan setelah dilaksanakan pemilihan ketua umum baru Jabar, terpilihlah sebagai Ketua Umum Baru Jabar, H. Asep Barna yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Kab. Bandung, sedangkan posisi KH. Drs. Aa Muhyi, MM., naik menjadi dewan penasihat di LMP.

Ketua Umum Jabar, H. Asep Barna, dalam pertemuan sebelumnya di Mahmud mengatakan, dengan silaturahmi banyak bertemu denga orang sehingga banyak pula kesempatan dalam bentuk apapun terutama dalam silaturahmi dari tidak kenal menjadi kenal dengan orientasi pengarahan pada bidang usaha dengan pengembangan potensi yang ada di masyarakata setempat.

“ Untuk LMP di kab. Bandung sudah mendirikan sebuah koperasi LMP Primer, sebab kalau tidak ada penghasilan oraganisasi tidak bisa berjalan “ ungkapnya seraya menambahkan tentunya orang dengan masuk LSM mengharapkan adanya perubahan baik ekonomi maupun sosial sehingga diharapkan dengan terbentuknya koperasi di masing-masing cabang bisa saling menutupi dan menopang organisasi untuk tetap eksis, tambahnya.( Darmawan Setiawan/Hadi Waskita )

Minggu, 21 November 2010

BUPATI BANDUNG BARAT, ABUBAKAR M.Si : “ Tindak Tegas yang Merekayasa Data “

      Masyarakat Kabupaten Bandung Barat, korban bencana gempa yang selama ini menunggu kapan di cairkanya dana bantuan, boleh merasa bahagia pasalnya  tak lama lagi dana rehabilitasi dan renkontruksi ( rehab- rekon) akan segera dicairkan pada tgl 15 Desember mendatang.
Ini merupakan target terpanjang dan Bupati KBB Abubakar akan terus memantau pencairannya. Abubakar  meminta pemberian bantuan itu dilakukan sebelum tanggal 15 Desember.
“ Terlepas dari pada mereka para korban sudah merehab rumahnya masing masing, bantuan harus segera diberikan ini adalah janji pemerintah pusat dan sudah menjadi haknya korban” kata bupati disela – sela rapat koordinasi kegiatan rehab dan rekon pasca bencana gempa bumi tahap 2 di gedung Cermat  komplek Pemkab Bandung Barat November lalu.
Abubakar menjelaskan, hanya memberikan SK dan tidak bersentuhan langsung dengan uang, menghimbau semua pihak terkait  dengan digolontorkannya bantuan, tidak melakukan rekayasa data, bagi siapa saja yang melakukannya akan dikenai sanksi hukum tegas. “ Termasuk para kepala desa diingatkan supaya lebih teliti dan berhati-hati” tegas Abubakar.
Ditambahkan Kabag Operasional Polresta Cimahi, Ruhanda yang hadir mengisi acara kegiatan Rehab-Rekon pasca gempa KBB,menambahkan ” Jangan membuat kebijakan diatas kebijakan yang sudah ada dan disepakati, kami pihak Kepolisian mendukung dan akan terus ikut memantau pencairan dana rekonstruksi pasca gempa bumi tahap II KBB 2010 ” kataRuhanda.
Selanjutnya, Abubakar mengatakan  “ Kita ingin bantuan korban ini bisa tepat waktu tepat sasaran dan tepat pertanggung jawaban ”, tandasnya sambil menyatakan bantuan tahap satu pasca gempa sudah dilakukan di 4 kecamtan.
     Lebih lanjut Abubakar menjelaskan data hasil ferivikasi itu diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD Jabar ), yang kemudian diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ).
Bantuan rehab ringan menjadi tanggung jawab Pemkab, bupati  mengakui total anggaran, disetujui di APBD perubahan seluruh berjumlah Rp. 4,892 milyar, pencairan utntuk korban yang mengalami
rusak berat, sedang, dan ringan bisa berbarengan. “ Untuk itu saya intruksikan tim pelaksana mempersiapkan dokumen pencairan itu seluruhnya ” jelas Abubakar.
Hal senada dikatakan penggung jawab oprasional kegiatan tahap 2 Dani Taupik H. Menurutnya, bantuan tahap 2 diperuntukan bagi 2982 kepala keluarga ( KK ). Jumlah anggaranya mencapai Rp 40,978 miyar. Bantuan ditujukan untuk 2982 KK yang rumahnya mengalami kerusakasn sedang dan berat.
“ Pencarian itu akan diproses setelah validasi data yang dilakukan fasilitator di setiap kecamatan. Jumlah KK yang rumahnya mengalami kerusakan sedang sebanyak 1.311 unit. Sedangkan, yang rumahnya mengalami rusak berat mencapai 1.671 unit ” kata Dany.
     Dia menyebutkan, kini 82 fasilitator di 14 kecamatan sedang melakukan validasi data. Dikatakanya, bantuan untuk rumah yang rusak sedang mendapatkan RP.10 juta. Sedangkan, bagi rumah yang di katagorikan rusak berat berhak mendapatkan bantuan sebesar RP.15 juta. Kecamatan yang paling besar mendapatkan bantuan pada tahap ini, kata dia,adalah Kecamatan Cililin sebesar RP.6229 miliar.
Disusul Kecamatan Cihampelas yang mendapatkan bantuan sebesar RP.5,421miliar. Pada tahap II ini, kata dia, Kecamatan Padalarang tidak termasuk daerah yang mendapat bantuan karena sudah selesai pada tahap I. Sama halnya dengan pengucuran bantuan tahap I, untuk rumah rusak ringan menerima bantuan sebesar RP.1 juta. Dany menjelaskan, bantuan tahap I sudah dilakukan beberapa waktu  lalu. Dengan anggaran  berasal dari pusat dan propinsi sebesar RP.16 miliar. Pada tahap I diberikan kepada 1.417 KK yang tersebar di Kecamatan Batujajar, Padalarang, Cipongkor dan Lembang.
Secara keseluruhan, dia mengungkapkan total bantuan tahap I dan II itu mencapai RP. 57.595.060,-. dan bantuan itu di berikan kepada sekitar 9 ribu KK yang rumahnya di katagorikan rusak ringan, sedang dan berat.
     Menanggapi hal tersebut di atas Kepala Desa Karang Tanjung Kecamatan Cililin Agus Hasbullah ketika ditemui disela-sela kegiatan Rekon di gedung Cermat KBB, meminta kepada pemda KBB dalam menentukan masyarakat yang mendapatkan bantuan Rekon agar lebih selektif, persoalanya adalah data yang diberikan dari desa adalah data dan jumlah yang sebenarnya yang harus dapatkan haknya, tapi pada kenyataannya tidak seluruh dari data tersebut diakomodir. Akhirnya pada pencairan pertama banyak masyarakat mengeluhkan kenapa mereka tidak dapatkan haknya pada akhirnya pihak desalah yang jadi bulan bulanan masyarakat ” ungkap Agus kesal. (sim)

PASKIBRA SMK/SMA PLUS MERDEKA SOREANG GENAP BERUSIA 12 TAHUN...


Paskibra SMK/SMA Plus Merdeka Soreang yang beralamat Jl। Citaliktik – Sindangwargi Kec। Soreang Kab। Bandung, kreatifitas anak muda tersebut terlahir dari keinginan untuk menyebarluaskan sikap seorang Pandu Ibu Pertiwi yang berpalsafahkan pancasila yang berada dibenak seorang putra Paskibra Bandung Selatan yang dibina oleh Moch। Jajang Sutisna Tryuda (JASUS), usai melantik ketua dan wakil ketua Brigade XI yang jatuh pada Ahmad Gandiri PPI (Purna Paskibra Indonesia) dan sebagai wakil ketua Faisal Nadul Sidiq PPI pada acara peringatan HUT ke-8 2010 di lapangan upacara SMK/SMA Plus Merdeka Soreang। ` seorang siswa SMK Merdeka Soreang Rahmat Rustandi kelas 2 Mesin berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 426/1743-PLSPO/2002 dan Sertifikat Bupati Bandung tahun 2002, pertama kali mengibarkan Bendera dengan jumlah anggota 16 Orang di SMK/SMA Plus Merdeka Soreang pada tanggal 28 Oktober 2002 bertepatan dengan (PHBN) Hari Sumpah Pemuda ke-74 menjadi cikal bakal lahirnya PASKIBRA। Melalui rintisan tahun 2000/2001 Paskibra SMK/SMA Plus Merdeka Soreang hingga sekarang berjalan sangat significan dan sangat membanggakan dengan terlahirnya anggota Paskibra dan berhasil meraih sejumlah penghargaan dari mulai tingkat sekolah hingga tingkat profinsi Jabar, diantaranya Paskibra mulai berkembang dan maju pesat pada tahun 2005/2006 yang diketuai oleh Laili Meilawati (Satu-satunya siswi perintis pertama yang menjadi Ketua Brigade ), dengan adanya pengukuhan khusus Pasukan Pengibar Bendera dari mulai Masa Orientasi Siswa hingga menjadi kepengurusan resmi di Tingkat Wilayah Bandung Selatan dan menjadi utusan perwakilan Kabupaten Bandung hingga mengirimkan duta paskibra profinsi.
Menurut Kang Jasus ( Jajang Suntana ) sapaan akrab, selaku pembina paskibra SMK/SMA Plus Merdeka Soreang mengatakan dalam membina Pasukan pengibar bendera ( Paskibra ) periode 2000 hingga saat ini sungguh sangat membanggakan karena upaya dalam penerapan disiplin dalam mengemban tugas sebagai pembina Paskibra ia berharap bagi para anggotanya mampu menerapkan kedisiplinan baik itu sebagai pelajar yang sedang menimba ilmu maupun berdisiplin sebagai insan yang dapat bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungannya.
Hal senada disampaikan Wakasek Kesiswaan Drs. Yanyan Suryansyah melalui Yana Cahyana S.pd, ia merasa bangga karena paskibra SMK/SMA Plus Merdeka Soreang mampu berperestasi hingga ke tingkat provinsi Jabar diantaranya : juara 1 LKPB, juara 1 yel-yel hingga meraih juara 1 pelatih terbaik Tk. Kab Bandung dan perwakilan menjadi anggota pasukan pengibar bendera provinsi Jabar, ia juga sangat berterimakasih akan dukungan para orang tua siswa yang pada kesempatan peringatan ulang tahun yang ke-8 hadir atas kepercayaan para putra putrinya untuk bergabung menjadi anggota Paskibra awal Oktober 2010 yang lalu, yang berlangsung hikmat dengan beraneka ragan acara dari mulai upacara adat sunda mengiringi salah satu bentuk kepedulian akan budaya tradisionil maupun upacara peringatan hari jadi paskibra di lingkungan Paskibra SMK/SMA Plus Merdeka Soreang yang dihadiri seluruh orang tua anggota Paskibra dan beberapa staf perwakilan sekolah. Salah satu orang tua dari Ahmad PPI ( Purna Paskibra Indonesia ), A’i Kuraesin yang terpilih menjadi Ketua Brigade XI Paskibra SMK/SMA Plus Merdeka Soreang mengatakan, ia datang dari Kab। Cianjur Selatan yang menempuh waktu 8 jam untuk tiba pada acara pengukuhan anak sulung dari 2 putranya yang dapat kepercayaan menjadi Ketua Brigade XI Paskibra SMK/SMA Plus Merdeka Soreang. Hal senada diungkapkan olen Yayat Hidayat oangtua Siti Nurhasanah pembawa baki lencana pelantikan ketua dan wakil ketua Brigade XI mengungkapkan ia sangat bangga atas putrinya yang bercita-cita menjadi anggota Polwan Indonesia mudah-mudahan dengan keaktifannya di Paskibra, anaknya dapat termotifasi dan dapat melangkah untuk meraih cita-citanya tersebut. (Kardan/Tantan)

CITRA PLN DICORENG OLEH ULAH OKNUM YANG MENGAKU PLN

Berdasarkan temuan seorang tokoh H. Mukti salah satu penduduk Ds. Panundaan Kec. Ciwidey Kab. Bandung, atas dasar pengakuan adiknya Winengsih penduduk Ds. Alamendah Kec. Rancabali Kab. Bandung, terkait kekhawatiran tertipu oleh serangkaian yang mengaku dari PLN.
Atas dasar pengakuan Winengsih kepada kakanya H. Mukti, pada saat menambah daya dari 450 kwh menjadi 900 kwh, dengan biaya yang diminta oleh oknum yang mengaku dari PLN sebesar 1 juta rupaih, ironisnya hal tersebut telah berjalan selam kurang lebih 1 tahun terkait dari kecurigaan, pasalnya setiap membayar kewajiban selaku pelanggan masih tetap berlaku nilai bayar 450 kwh.
Berdasarkan hal itulah Winengsih ada rasa kekhawatiran dan curiga, namun dari “Jelajah” menganjurkan agar kejadian ini, sebaiknya segera dikordinasikan dulu dengan pihak kantor PLN terdekat dan kenapa baru saat ini dicuatkan, tidak dari sejak dipasang pengganti daya ditambahkan pula agar ada bukti yang akurat, namun H. Mukti saat di kediamannya menyatakan agar kejadian ini dipublikasikan karena masih banyak korban lainnya yang merasa was-was atas kejadian ini bila suatu waktu terkena dampak bila hal ini memang benar tidak resmi dan diharapkan tidak ada korban lain dan para konsumen pelanggan PLN waspada tidak terkena tipu daya oleh oknum yang mengaku dari PLN, sebelum diketahui pasti atas dasar identitas yang resmi dan bukti lainnya seperti bukti pembayaran atau administrasi, karena berdasarkan pantau Jelajah kejadian serupa bahkan lebih parah menimpa pada salah satu penduduk Kp. Pasirjambu Kec. Pasirjambu H. Uman ditipu oleh oknum yang mengaku dari PLN beberapa waktu lalu saat melakukan penggantian daya dan pemasangan yang baru dengan nilai sebesar Rp. 3 juta samapai saat ini tidak ada kelanjutannya dan oknum penipu pun tak kunjung datang dan bukti yang akurat dari pihak yang dirugikan tidak ada sama sekali sehingga kesulitan untuk menyelusurinya, ironisnya pihak yang dirugikan sampai saat ini pun enggan melaporkan pada pihak terkait.

.. LAPORAN KERJA KELUARGA BESAR YAYASAN NYIMAS ENTJEH SITI AMINAH( OSAH )



Keterangan yang disampaikan oleh Yayasan Keluarga Besar Ahli Waris Nyimas Entjeh Siti Aminah ( Osah ) Alias Justina Reigent John Henry Van Bloomestein yang beralamatkan di Jl. Batukarut No. 4 KM. 17 Simpang Tiga Banjaran – Bandung, dengan nomor surat 156/YKE/XI/2010 Perihal laporan dan kerjasama, mnerangkan bahwa Ex Verponding 288 s/d 296 dan 760, yang disebut kikitir menurut istilah BPN, itu adalah tanah milik adat Yayasan Keluarga Besar Nyimas Entjeh yang telah dikonversi ( ganti rugi kepada Negara RI dan pajaknya telah dibayar PBB nya dari mulai 1900 s/d 2000 ).
Dirjen Agraria yang ditanda tangan Ir. Daryono tahun 1979 sebelum UUD Agraria diberlakuakn tahun 1962 lokasi tersebut masih tetap milik Adat Nyimas Entjeh Siti Aminah ( Osah ). Berdasarkan ketetapan di Pengadilan Negeri Subang No. 16/PDT.P.PN/Subang, No. 17/PDT.P/2006/PN. Subang, No. 21/PDT/P/2006/PN.Subang.
Penetapan di Pengadilan Subang tersebut dengan bunyi diantaranya menerangkan lokasi-lokasi yang bertebaran di seluruh Indonesia pewaris tunggalnya adalah Dr. Fatkfi Esmar.
Ketua Cabang Bandung – Jabar diberi mandat oleh Keluarga Besar Nyimas Entjeh Siti Aminah ( Osah ) untuk menelusuri, menertibkan, mengkondisikan dan menhibahkan secara bersyarat.
Adapun lokasi yang akan disampaikan agar semua mengetahui apa adanya yang sedang terjadi, baik untuk pemerintah terkait dan umum, bahwa lokasi 288 s/d 296 dan 760 dengan luas 2150 Ha terletak di Desa Sugihmukti Kec. Pasirjambu Kab. Bandung – Jawa Barat.
Pada tahun 1980 s/d 2005 di HGU kan oleh PT. Sanka Wangi salah satu usaha Yayasan Kartika Siliwangi dan Perkebunan teh mengalami kemajuan yang pesat. Pada tahun 2005 menurut keterangan yang ditandatangani H. Imam Soempena, Sekretarian Yayasan Kartika Siliwangi. Sejak masa habis HGU nya oleh Yayasan Kartika Siliwangi tidak diperpanjang lagi dan bukan pemilik tanah tapi hanya pemanfaatan lahan tidur.
Pada tanggal 6 November 2010 Pengurus Yayasan Keluarga Besar Ahli Waris Nyimas Entjeh ( Osah ) telah mengadakan pertemuan dengan petugas BPN Kanwil Jabar di Ciwidey dengan mengadakan gelar peta dan menyampaikan informasi keberadaan lokasi Paranggong Ex. PT. Sanka Wangi bahwa kini keadaannya diterlantarkan.
Adapun datanya sebagai berikut : Luas 2150 Ha, dengan perincian 1500 Ha dijadikan Perkebunan teh oleh PT. Sanka Wangi yang sudah habis masa HGU nya, sedangkan sisanya 600 Ha dijadikan cadangan kebun.
Keadaan fisiknya pun setelah diadakan cek lapangan oleh Keluarga Besar Yayasan Nyimas Entjeh pada tanggal 7 November 2010, upah karyawan per harinya Rp. 10.000,- sedangkan tanggungan keluarganya 4 orang, rata-rata menurut informasi yang berhasil dihimpun sudah dua bulan menerima upah kerja.
Keadaan fisiknya pun tak jauh berbeda betul-betul terlantar, sebagi contoh tidak seperti di Perkebunan Cakra Dewata dan Rancabolang betul – betul dipelihara sehingga terlihat subur.
Sarana untuk karyawan tidak layak huni, mulai dari pemukiman warga, WC, dan sarana keagamaan seperti Mesjid tak terpelihara dengan baik.
Laporan pokok yang berhasil didapatkan oleh Keluarga Besar Yayasan Nyimas Entjeh diantaranya karyawan yang sekarang berada di kebun Paranggong berasal dari anggota BKN di alih tugaskan dari tentara resmi menjadi tani dalam rangka Personil Prajurit Siliwangi tahun 1952 dikurangi jumlahnya.
Ketua rombongan pada waktu itu adalah R.A. Wiganda, SE., Maka denag terjadi keadaan terlantar sumber kehidupannya sehari-hari hampir seperti gelandangan di kota-kota. Selanjutnya menurut salah seorang petugas BPN Kanwil lokasi terebut sudah diperpanjang lagi oleh Ibu Meli salah seorang keturunan bangsa Cina.
Sehubungan denga demikian secara fakta hukum apabila di HGU kan tetap cacat hukum, sebab tidak ada izin dari pemilik petugas BPN juga kena pidan, melaksanakan hal itu BPN juga kena pidana, karena telah diputuskan melalui Pengadilan Negeri di Subang.
R. A. Wiganda selaku Pejuang Siliwangi, kepada semua pihak yang terkait memperpanjang HGU menghimbau “ Jangan hanya melihat dari kemampuan modal saja, tapi juga aspek penduduk pribumi pun harus diperhatikan, jangan sampai masyarakat pribumi menjadi tamudi rumahnya sendiri sedangkan Meli yang jelas keturunan bangsa Cina memegang usahanya, janan sampai sejak zaman penjajahan sampai sekarang merdeka warga pribumi tetap dibawah bangsa Cina. Diharapkan pemerintah menjadi fasilitator terhadap warga pribumi terlebih dahulu daripada orang lain, bukannya anti Cina tapi berikanlah kesempatan dulu terhadap warga pribumi “ ungkapnya.
Terkait hal itu, selaku mandataris YKE menyerahkan lokasi dimaksud untuk diredis dengan hibah bersyarat, administrasi dan ketentuan-ketentuan diharuskan dibayar oleh yang diberi hibah, kemudian menegakkan yang diatasnya akan diatur secara musyawarah dan mufakat dan hasil panen akan dipasarkan oleh KOPSI ( Koperasi Pejuang Siliwangi ) Kab. Bandung, sebab para pemukim hampir semuanya para AGT Pejuang Siiwangi Kab. Bandung Jabar.
Atas kelangsungan program tersebut selaku Ketua Cabang Bandung-Jabar YKE merangkap Ketua Dewan Sesepuh Pejuang Siliwangi Jabar, R. A. Wiganda memohon untuk mendukung dan memberi petunjuk juga ikut terlibat memikirkan nasib masyarakat para generasi Pejuang Silwangi Indonesia yang berdomisili di Desa Sugihmukti KEc. Pasirjambu Kab. Bandung, Jabar.
“ Sehubungan dengan telah dilaksanakannya Pilbup Kab. Bandung periode baru, mengharapkan hal ini dijadikan program kerja awal tugas Bupati baru karena berkaitan dengan kehidupan masyarakat karyawan Paranggong yang turut menyukseskan Pilkada lalu ” ungkap R.A. Wiganda.
Selain itu juga mengaharapkan kepada dinas-dinas terkait untuk turut pula memperdulikan nasib para karyawan Paranggong, karena amyoritas karyawan merupakan Pejuang Siliwangi yang turut memperjuangkan bangsa ini sebagai salah satu wujud terimakasih kepada pejuang. ( HM )

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls