Selasa, 28 Maret 2017

Muspika Kecamatan Pasirjambu dan Soreang, Tangani Sampah "Sabilulungan" Sampah Jadi Pemicu Semangat Kebersamaan

Sampah bisa menjadi persoalan yang harus dihadapi semua pihak, kendati ada pihak yang dirugikan seperti lahan kosong atau mungkin pula berdekatan dengan pesawahan dan sungai. Sesuai dengan komitmen Bupati Bandung H Dadang M Naser, S.H., M.Ip., telah melakukan berbagai strategi yakni “Sabilulungan Raksa Desa” melalui program Desa Berbudaya Lingkungan (Ecovillage) program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh). Penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS) Reduce Reuse Recycle (3R) dan Bank Sampah.



Pada hari Minggu tanggal 26 Maret 2017, dengan adanya sampah diwilayah Kecamatan Pasirjambu Desa Cukanggenteng yang berbatasan dengan Desa Sukajadi Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Muspika Kecamatan Soreang yang dipimpin langsung oleh Camat Soreang Rusli Baijuri, AP., dan Danramil Kecamatan Soreang Mayor Tri dengan anggotanya dan Danramil  Kecamatan Pasirjambu Kapten Suwoto berserta anggotanya yang diikuti perangkat lainnya serta masyarakat berinisiatif membersihkan dan mengangkat mempergunakan truk sampah pemda.
Sampah ini diakibatkan oknum  masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan adanya hal tersebut, Satpol PP Kabupaten Bandung memasang papan larangan berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2015. (Liputan Asdar/Haw)


Hotel dan Restoran Sindang Reret, Gelar Helaran Budaya Sunda dan Bazar UKM

Jelajah News-Sindang Reret Hotel dan Restoran menggelar acara dengan mengangkat tema "Helaran Budaya Sunda" yang diselenggarakan selama empat hari berturut-turut yang dilaksanakan di Hotel dan Restoran Sindang Reret Ciwidey, Sabtu-Selasa (25-28/3/2017).
Acara Helaran Budaya Sunda tersebut merupakan wujud nyata dan  komitmen Sindang Reret berpartisipasi dalam rangka melestarikan budaya khas masyarakat sunda dengan menampilkan Pemapagan (pemberian salam), Buncis Angklung, Reog, Bambu Reang dan disertakan hasil karya putra daerah Kecamatan Pasirjambu seperti Kujang, Golok, Keris dan lain sebagainya.
Acara tersebut dibuka oleh  Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Kadisparbud) Kabupaten Bandung Drs. H. Agus Firman Zaini,M.Si., dan Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung Use Juhayah, juga turut mendampingi Direktur Utama sekaligus pendiri Sindang Reret H. S. Hermawan, Muspika Kecamatan Pasirjambu seperti Danramil Pasirjambu Kapten Suwoto, Kapolsek Pasirjambu AKP. Deden dan Kasi Sosbud Kecamatan Pasirjambu Cecep, S.Sos., juga tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya,  Agus Firman Zaini mengatakan berharap dengan terselenggaranya acara ini, generasi Jawa Barat khususnya di area Kabupaten Bandung dapat melihat, mengapresiasi dan turut melestarikan budaya asli masyarakat sunda yang bernilai tinggi.
"Maka dari itu  marilah kita bersama-sama membangun pariwisata yang ada di Kabupaten Bandung, “ katanya.
H. S. Hermawan dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan keberhasilannya dalam usaha kuliner khas parahyangan tiada lain karena keuletan, pelayanan, dan inovasinya sehingga saat ini bisa mendirikan Sindang Reret di berbagai cabang kota besar seperti Sindang Reret Cikole dan Sindang Reret di Kota Bandung.
Ia mengatakan “melalui perhelaran kebudayaan ini semoga bisa mempertahankan ciri khas orang Sunda melalui kebudayaan dan makanan” ungkap H. S. Hermawan, seraya menambahkan Alhamdulillah dengan bermodal uang Rp. 564.000,- dengan karyawan beberapa orang, kini sudah memiliki kurang lebih sebanyak 2000 karyawan dari seluruh cabang Sindang Reret yang ada, pungkasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Juhayah, mengatakan pemilik dari Sindang Reret ini yakni H. S. Hermawan dirasakan sangat gigih dalam mempertahankan ciri khas Sunda mulai dari makanan dan kebudayaan di Sindang Reret ini.
Lebih lanjut, Juhayah mengatakan H. S. Hermawan lah orang yang pertama kali mencetus kuliner khas Sunda di Bandung dan Ciwidey.
Kini Sindang Reret berusia 44 tahun, dan masih tetap berjaya dan masih diminati oleh pengunjung setianya, karena salah satu diantaranya mampu mempertahankan ciri khasnya dan turut mempertahankan dan melestarikan bidaya Sunda, sehingga bukan hanya pengunjung wisata lokal bahkan wisatawan asing pun kerap berkunjung ke Sindang Reret ini.
Dalam acara perhelaran kebudayaan ini juga menyajikan menu-menu makanan aneka nasi khas Sunda dan jajanan tradisional yang sudah jarang ditemui ditempat lain, juga ditampilkan beraneka ragam produk UKM khas dari daerah Ciwidey, diantaranya aneka jambu merah, manisan buah-buahan, keripik pisang, dan makanan khas Sunda lainnya. (As/Diew)

Minggu, 12 Februari 2017

MILANGKALA 50 TAHUN KANG DARUS

BERSAMA PERKUMPULAN BADAR –  PONDOK  CAWENE


        Pada tanggal 13 Februari 1957 yang lalu, Di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari ,Kabupaten Bandung, kampung kelahiran  kang Darus panggilan akrab dari H, Dadang Rusdiana SE.,M.Si. Dan pada hari ini Tepatnya Minggu, 12 Februari 2017 anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Hanura ini Berkumpul Dalam rangka peringatan Milangkala ke-50,di Bale Pondok Cawene Kec. Cimaung Kab. Bandung,  dihadiri ratusan perkumpulan BADAR ( balad Dadang Rusdiana ).

Dalam sambutannya, kang Darus mengunkapan rasa  terimakasih atas kebersamaan perkumpulan BADAR dan para pendukung yang selama ini telah memberikan amanah kepadanya untuk menjadi salah satu legislator nasional. Silaturahmi warga Badar ini digelar bertepatan dengan tahun emas Kang Darus ke-50 yang jatuh pada senin13 Februari 2017. Mempererat persahabatan. Kita kuat karena sesama. Kita teguh karena bersatu. Perkumpulan Badar, Pondok Cawene Cimaung, Minggu, 12 Februari 2017.

Saat Bersama keluarga Besar BADAR
Menurutnya, Badar itu bukan hanya sekedar ikon tapi berkat dukungan dan doa Badar dan pendukung  yang telah mengantar dari Dapil Kabupaten Bandung, Kab.Bandung Barat dan baginya bukan sekedar Jawa barat tapi Indonesia, "...... seorang Darus yang hampir setiap hari tampil dipentas Nasional, saya itu kecil, tidak berarti apa-apa Dadang rusdiana itu hanya seorang pemuda kampung dari pamucatan desa Arjasari kabupaten bandung, orang kampung yang tidak punya nilai apa-apa dan besarnya saya itu karena saudara-saudara semuanya para Badar dan besarnya saya itu karena doa saudara-saudara semuanya, karena Dadang Rusdiana Esok Lusa bisa tiada tapi semangat perjuangan untuk Indonesia itu tidak boleh padam karena Indonesia itu tempat kita hidup, tempat kita mati dan tempat kita mengabdikan diri pada Sang kholiq Alloh SWT. Mudah mudahan di usia yang ke- 50 tahun ini saya bisa tetap bersama-sama kalian dan itu sesuatu yang sangat berarti bagi saya, karena kemenangan saya adalah bukan dalam kesendirian, kesuksesan saya itu bukan dalam kegemerlapan tapi kesuksesan saya adalah ketika saya berada ditengah-tengah saudara dan mendengarkan keluhan saudara semua dari mulai kunjungan ke daerah di dapil saya bahkan sampai keliling  dari sabang sampai meraoke dan itu semua adalah merupakan kebahagiaan saya....". Ungkap Kang H. Darus.

H. Dadang Rusdiana SE.,M.Si. dalam menyikapi polemik  suhu politik sekarang ini menurutnya  Berharap segera selesai Pilkada Jakarta. Panasnya suhu politik berdampak kemana-mana, termasuk gemuruh hak angket oleh 4 Fraksi. "bangsa ini butuh kebersamaan dan persatuan yg kokoh, masih banyak yg harus dikejar untuk kejayaan bangsa ini. semua pihak harus bisa menahan diri, karena Indonesia itu butuh persatuan, kesatuan dan kedamaian yang mesti diciptakan oleh kita semuanya , Indonesia milik kita semua, bangsa yang beraneka ragam suku, budaya, bahasa dan agama.

Situasi politik Indonesia  yang memanas menurutnya segala sesuatu yang dianggap oleh masyarakat atau siapapun itu adalah melanggar hukum, itu harus diproses hukum Equality before the  Low semua orang itu berkedudukan sama dihadapan hukum apakah dia Ahok, Habieb Reazieq atau siapapun itu yang melanggar hukum harus diproses hukum dan ditindak sesuai dengan seadil-adilnya dan memenuhi rasa keadilan masyarakat dan masyarakat pun tidak boleh menyelesaikan masalah dengan selalu menggelar unjuk rasa, tapi semua itu  ada mekanismenya, ada mekanisme hukum dan mekanisme demokrasi karena Indonesia Negara besar,  intinya  harus menjaga persatuan dan kesatuan dan marwah berbangsa dan bernegara ./krd_mb



Ungkapan BADAR ( Balad Dadang Rusdiana )  :


Moch. Noor Daswan Muda S.Pdi.,MM
Moch. Noor Daswan Muda S.Pdi.,MM
(Sekjen DPC Hanura Kab. Bandung Barat )

Kami Keluarga Besar DPC Partai Hanura Kabupaten Bandung Barat, mengucapkan Milangkala yang ke-50 untuk Kang H. dadang Rusdiana SE, M.Si.,  Semoga dengan memasuki Usia Emas setengah Abad ini, semakin memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat khususnya Kab. Bandung dan Bandung Barat Umumnya bagi bangsa Indonesia dalam kiprahnya sebagai Anggota Komisi X DPR RI,mudah-mudahan dapat menberikan pencerahan dalam bidang politiksosbud dan keagamaan serta pendidikan karena politik yang agamis mesti jadi politik yang luwes di kehidupan dan keseharian kita .




Enjang Saprudin ( SMAN Banjaran )
Enjang Saprudin

 Asalamu'alaikum wr.wb ...wilujeng  kanggo Kang H. Darus dina raraga Milad anu ka-50. ping,13 pebruari 2017,kaleresan pribados ping 12 pebruarina kang haji hee...ngiring bingah...wilujeng  tepang taun, mudah-mudahan kang Haji Darus dipanjangkeun Yuswana, dipasihan qualitas dina Yuswana anu barokah, langkung mangfaat kanggo balarea sapertos pidawuh  Nabi Besar Muhamad SAW  anu hartosna ” saalus-alusna jalma anu   manfaat  nyaeta,  jalma anu manfaat pikeun balarea”..... .wasalamu'alaikum wr.wb






Ece Surachmat
Ece Surachmat ( UPTD Pendidikan Pangalengan)
 
 Saya mewakili UPTD Pendidikan Kecamatan Pangalengan mengucapkan  Selamat Milangkala  ke-50, kepada bapak H. Dadang Rusdiana  SE. M.Si, Semoga di Usia emas ini, Kang darus ini semakin menjadi motivator dan inovator bagi perubahan, kemajuan bangsa dan Negara ini.







  
 Wa Rosiman
 Wa Rosiman ( Kades Arjasari )

Mewakili Keluarga Besar Badar mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-50, mudah-mudahan dengan berkurangnya jatah usia tersebut insya Alloh dapat menjadi motivasi semangat baru bagi bangsa ini. 










Agus Mauludin ( Asep Eyang ) 
Mengucapkan Ulang tahun yang ke-50, mudah-mudahan dalam Usia Emas ini bertambah matang dalam pemikiran pola kebijakan sebagai Negarawan, panjang Usia yang barokah dan murah rejeki. Amin.


Kamis, 22 Desember 2016

SDN RANCAGEDE KECAMATAN CIWIDEY LENGKAPI SARANA UNTUK OPTIMALKAN PENDIDIKAN

Penyelenggaran pendidikan yang baik bisa dilihat dari kelengkapan sarana dan prasarana pendidikannya selain dari kualitas guru yang sesuai dengan keahliannya, sehingga dalam kegiatan belajar dan mengajar dan menggali potensi pada setiap anak didiknya bisa lebih optimal.
Dengan adanya kepercayaan yang diberikan oleh orang tua siswa pada lembaga sekolah khususnya di SD Negeri Rancagede Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, dapat dilihat dari semakin banyaknya orang tua yang menitipkan anaknya untuk menjadi siswa di sekolah tersebut pada tiap tahun ajaran baru, untuk tahun ini SD Negeri Rancagede menyelenggarakan sebanyak 12 rombongan belajar, dengan jumlah siswa sebanyak 420 orang.
Kepala SD Negeri Rancagede, Dadang, S.Pd.SD., mengungkapkan “dengan jumlah siswa sebanyak itu, kami dibantu oleh delapan guru PNS dan 10 tenaga guru honorer” katanya.
Dadang, S.Pd.SD
Lebih lanjut Dadang menjelaskan, dengan anak didik sebanyak itu, kami mengharapkan adanya penambahan sarana dan prasarana lainnya untuk menyelenggarakan pendidikan yang lebih optimal, seperti halnya sarana toilet yang mempunyai sebanyak 2 buah, mengingat jumlah siswa yang cukup banyak juga tenaga pendidik yang ada, karena dibagi dua untuk siswa satu buah dan untuk pengajar satu buah, untuk ke toilet saja kadang harus mengantri, “Selain itu juga kendala lainnya seperti penyedian air bersih, meskipun kami memiliki sumur gali sebanyak 2 buah, namun air yang ada nampak kekuning-kuningan dikedua sumur tersebut” katanya seraya menambahkan untuk mengantisipasinya guna menyediakan air bersih bagi sekolah merencanakan untuk membuat sumur bor.
Dalam masa kepemimpinannya, Dadang selaku kepala sekolah baru saja menyelesaikan pembangunan ruang guru dari anggaran APBD (DAK 2016), karena selama ini, kantor guru dan ruang kepala sekolah yang cukup sempit, terpaksa harus berdesak-desakan dengan ruang komputer dan ruangan lainnya.
Dari segi kemanan pun Dadang merasa masih khawatir, pasalnya meskipun dari depan nampak sudah cukup aman karena telah dipagar secara permanen, namun di belakang sekolah masih menyisakan lahan sekitar 15 meter yang belum dipagar. “Meskipun di belakang sekolah, banyak rumah warga namun tetap saja kami merasa khawatir adanya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada lingkungan sekolah, terutama jika pada malam hari” pungkasnya.(As/Diew)

Minggu, 11 Desember 2016

PONDOK PESANTERN DARUSY SYABIL DIRESMIKAN H.DADANG RUSDIANA.SE.,M.Si

          Peresmian Pesantren Darusy Syabil ( Sekolah Tahfizh Qura’n ) dan madrasah Darusy Syabil yang beralamat di Kp. Pamucatan ds. Arjasari Kec. Arjasari Kabupaten Bandung diresmikan oleh H Dadang Rusdiana SE.,MSi selaku Dewan Pembina Yayasan Pesantren Baitul Ulum juga adalah seorang Anggota Komisi X  DPR RI dari fraksi partai Hanura.

H.Dadang Rusdiana SE.,M.Si
          H.Dadang Rusdiana Dalam sambutanya mengatakan pada kesempatan ini Ia Selaku Dewan Pembina  Yayasan Baitul Ulum meresmikan Madrasah dan Pesantren yang diberi nama Darusy Syabil ( Kampung Para Bintang ), dan untuk sementara yang telah berjalan  Madrasah Darusy Syabil selanjutnya pesantrennya.
           Sejalan dengan Cita-citanya yaitu memuliakan Aqidah Islam yaitu  ingin merealisasikan Pesantren Darusy Syabil dan segera melahirkan para bintang ( Darusy Syabil ) dari para santri binaanya.     
         Hal Senada di ungkapkan Oleh Gilang selaku Sekretaris yayasan Baitul Ulum mewakili ketua yasasan dalam sambutanya Ia berharap para anak didiknya dapat lebih belajar mendalami Al-qur’an sejalan dengan perkembangan jaman  diharapkan lebih mencintai agamanya dan dapat mengaplikasikan  dalam makna kehidupan sehari-hari.


            Umi Wulan Kepala Sekolah Pesantren Tafizh Qur’an Darusy Syabil mengatakan, Pesantren dan Madrasah Darusy Syabil merupakan amanah dari Pembina yayasan Baitul Ulum H.Dadang Rudiana SE.,M.Si dengan  tujuan membentuk karakter anak didiknya agar lebih berkeinginan  belajar mendalami  Al-Qur’an dan ahlaq yang kuat dalam aqidah islam yang dapat diaplikasikan sehari-hari hingga akhir khayat.

menurutnya selain berdasarkan dari curikulum kementrian agama Madrasah/pesantren darusy syabil juga menyajikan kurikulum plus yang lebih mengarah pada program terapan dalam hal pembelajaran. Selain dari pembelajaran kurikulum classical juga disediakan sarana penunjang infocus, belajar bahasa inggris/arab, dan life skill pengembangan diri sebagai upaya agar siswa didiknya dapat belajar dengan cara audio visual yang dikemas berdasarkan pengalaman yang nyata sehingga siswa didiknya dapat mengapresiasikan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya pihaknya akan menyediakan buku monitoring kegiatan keagamaan ( solat 5 waktu, belajar Al-Qur’an,Hadist dll ) yang dapat dipantau secara actual antara pihak pesantren/madrasah dan orang tua siswa didiknya dalam aplikasi sehari-hari.


            Pada kesempatan tersebut Segenap jajaran Pimpinan dan Pengurus
Yayasan Baitul Ulum Mengucapkan terima kasih kepada  Muspika Kecamatan Arjasari diantaranya Kepala Desa Arjasari, Kepala Desa Baros, MUI Desa dan Kecamatan Arjasari , Kapolsek Arjasari (Binamitra), Koramil Arjasari ( Babinsa ),FKDT ( Forum Komunikasi Diniyah Taqmiliah ) Arjasari, Yayasan Pendidikan Handayani, serta jajaran pimpinan pesantren dan tokoh Agama Kec. Arjasari, Komunitas Sari Budaya Soreang, BADAR ( Komunitas Balad Dadang Rusdiana ) Serta Seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam acara tersebut.


Uacapan Selamat Atas diresmikannya Yayasan baitul Ulum dari beberapa tokoh dan kepala desa :


Kades Arjasari :
Merasa bangga atas didirikan dan diresmikanya madrasah dan pesantren Darusy Syabil oleh Yayasan Baitul Ulum yang mempunyai visi dan misi melahirkan para bintang  yang berahlaq islami , mudah mudahan dengan adanya Pesantren Darusy Syabil diwilayah kepemimpinanya akan banyak tumbuh kader- kader bangsa yang  SILIH ASAH, SILIH ASIH DAN SILIH ASUH.(Rosiman)








Ketua MUI  : 
Sangat mengapresiasi akan di deresmikanya Pesantren dan Madrasah Darusy Syabil dan mengucapkan selamat atas niat suci H.Dadang Rusdiana yang akan menunaikan ibadah Umroh, mudah-mudahan niat sucinya dapat terlaksana dan mendapat perlindungan dari Alloh SWT. ( Dede Sobar ) 








Komunitas Sari Budaya Soreang :

 Pihaknya selaku pelaku seni budaya Tradisional dari KOMUNITAS SARI BUDAYA yang beralamat Jl. Pangipasan RT 01 RW 07 Ds. Pamekaran Kec. Soreang  yang turut melestarikan seni tradisional budaya sunda ( Penca Silat, tari sunda Calung, Degung dan Jaipongan  ) Dll. Mengucapkan Selamat Atas diresmikanya Pesantren dan Madrsah Darusy Syabil mudah Mudahan dapat melahirkan para calon Bintang masa depan yang islami dan berahlak mulia. Dadang Syaripudin ( Abah Adang ).krd/jn

Kamis, 24 November 2016

JANGAN TERPANCING ISU SARA, WARGA TETAP BERAKTIFITAS SEPERTI BIASA

Adanya isu sara yang terjadi di DKI Jakarta, yang diduga dilakukan oleh Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menimbulkan imbas gejolak ke berbagai daerah termasuk di Kabupaten Bandung.
Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung, H. Yayan Hasuna Hudaya
Muspida Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi deteksi dini untuk mengantisipasi adanaya gejolak tersebut khususnya di Kabupaten Bandung di Gd. Moch. Toha (23/11) siang kemarin.
Sementara itu Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung H. Yayan Hasuna Hudaya, mengatakan ketika adanya isu perpecahan yang menimbulkan gejolak seperti ini, baiknya kita bersatu antara ulama dan umaro, bukan hanya mempermasalahkan adanya isu sara yang menistakan agama, karena dalam ayat lain pun dijelaskan taatilah Alloh dan Rasulmu dan ulil amri, dan ulil amri disini bisa diartikan pemimpin yaitu pemerintah, maka taatilah, barang siapa mentaati pemimpin maka berarti mentaati Alloh dan Rasul-Nya.
“Kita pun harus menghargai proses hukum yang sedang berjalan, maka diharapkan warga bersikap tenang jangan sampai terpancing untuk berbuat aksi rusuh, baiknya warga tetap beraktifitas seperti biasanya” tambah H. Yayan sekaligus menyampaikan amanat dan himbauan MUI Pusat dan menutup acara tersebut dengan berdo’a bersama.(As/Diew)

DANRAMIL 0912 SOREANG, MAYOR TRI HARBUSANIA, "WASPADAI ANCAMAN ASING, ISU SARA PENGALIHAN SEMATA"

Danramil 0912 Soreang Mayor Tri Harbusania,SE.,MM.
Terkait adanya isu sara yang terjadi akhir-akhir ini, bahkan sempat menimbulkan gejolak yang cukup besar seperti yang terjadi di Ibu Kota Jakarta yang diduga dilakukan oleh Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, menimbulkan berbagai imbas terhadap daerah-daerah lainnya di Indonesia. Terbukti salah satunya menyebabkan terjadinya demo atau unjuk rasa besar-besaran yang terdiri dari berbagai daerah se-Indonesia. Termasuk pada tanggal 25/11 dan 2/12 yang datang, akan berlangsung unjuk rasa besar kembali terjadi dari berbagai unsur.
Danramil 0912 Soreang, Mayor Tri Harbusania, SE.,MM., menyampaikan amanat Dandim 0609 Cimahi pada acara sosialisasi deteksi dini, untuk mengantisipasi adanya gejolak isu sara di Kabupaten Bandung di Gd. Moch Toha (23/11) siang kemarin.
 Mayor Tri mengungkapkan segala gejolak yang terjadi di negara ini, bisa mengancam keutuhan NKRI, termasuk salah satunya adanya isu sara yang terjadi di DKI Jakarta, menurut peta dan kacamata TNI ada ancaman yang lebih penting untuk diketahui, yakni ancaman dari pihak luar atau asing, bahkan terjadi pula ancaman yang tidak terlihat. “Seperti halnya perang di media sosial, yang menyebarkan isu-isu sara dan bahkan tak kurang menimbulkan gejolak diantara masyarakat yang mengancam keutuhan NKRI.” Ungkap Mayor Tri.
Maka dari itu, lanjut Mayor Tri, mengatakan agar kita waspada jangan sampai terpancing isu-isu yang menimbulkan perpecahan” tambahnya.
Adanya isu dan gejolak di dalam negeri, bisa saja merupakan pengalihan isu, sementara ada ancaman yang lebih besar, dimana terjadi konflik di Negara-negara penghasil minyak bumi.
“Dimana Negara-negara tersebut kini sedang mengalami krisi ekonomi, dan bahkan krisis multi dimensional, yang mengancam krisis di segala bidang” ungkap Mayor Tri.
Lebih lanjut menerangkan Mayor Tri, Negara Indonesia merupakan Negara yang subur, dan atas kekayaan alam juga sejumlah prestasi seperti keberhasilan dalam pelaksanaan program tax amnesty yang mencapai 90% lebih, menjadi lirikan Negara-negara dunia, dan bahkan bias mengancam NKRI.
Seperti halnya gejolak-gejolak yang kini tengah terjadi di Indonesia.
Maka dari itu, menghimbau kepada seluruh warga agar jangan terpancing isu-isu yang kini tengah terjadi, tetap tenang dan waspada dengan selalau berkoordinasi dengan aparat.
Mengenai, akan berlangsungnya unjuk rasa besar-besaran terkait adanya dugaan isu sara yang dilakukan Calon Gubernur DKI Jakarta Ahok, Mayor Tri menghimau kepada masyarakat agar tetap melakukan aktifitasnya seperti biasa, jangan sampai ikut dalam unjuk rasa tersebut, karena proses hokum sudah berjalan” pungkasnya.(As/Diew)

MUSPIDA KABUPATEN BANDUNG GELAR SOSIALISASI DETEKSI DINI ANTISIPASI GEJOLAK ISU SARA

Sosialisasi deteksi dini antisipasi gejolak isu sara nasional di Kabupaten Bandung, Selasa (23/11) Gedung Moch. Toha.


Terkait adanya isu sara yang terjadi akhir-akhir ini, bahkan sempat menimbulkan gejolak yang cukup besar seperti yang terjadi di Ibu Kota Jakarta yang diduga dilakukan oleh Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, menimbulkan berbagai imbas terhadap daerah-daerah lainnya di Indonesia. Terbukti salah satunya menyebabkan terjadinya demo atau unjuk rasa besar-besaran yang terdiri dari berbagai daerah se-Indonesia. Termasuk pada tanggal 25/11 dan 2/12 yang datang, akan berlangsung unjuk rasa besar kembali terjadi dari berbagai unsur.
Terkait akan hal tersebut, Muspida Kabupaten Bandung menggelar aksi sosialisasi deteksi dini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi pengerahan massa khsususnya dari warga Kabupaten Bandung terkait unjuk rasa mengenai adanya isu sara yang akan datang tersebut.
Dihadiri SKPD, FKUB, Kementrian Agama, camat, kepala desa, MUI, unsur kepolisian dan TNI, ormas dan OKP, juga tamu undangan lainnya se-Kabupaten Bandung, berkumpul di Gedung Moch. Toha (23/11) siang tadi.
Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, SH.,SIP.,M.IP., saat membuka acara tersebut mengungkapkan adanya isu nasional yang terjadi di Ibu Kota DKI Jakarta yang mau tidak mau terkena imbasnya termasuk ke daerah Kabupaten Bandung, diharapkan agar warga tidak masuk ke ranah tersebut terlalu jauh, karena yang terjadi pada Ahok adalah persoalan pribadi, jangan dikaitkan dengan isu sara, ungkapnya.
Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, pada kesempatan tersebut menghimbau agar deteksi dini segala permasalahan yang terjadi di daerah, jangan sampai terjadi gejolak seperti isu sara yang terjadi pada kasus Ahok yang saat ini sedang terjadi, ungkapnya.
Hal senada pun diungkapkan oleh Kapolres Bandung AKBP. M. Nazly Harahap, SIK., mengatakan “persoalan tersebut terlalu banyak menguras segala hal, baik tenaga dan pikiran”.
Lebih lanjut AKBP M. Nazly Harahap, SIK., mengungkapkan, jangan sampai pikiran kita habis memikirkan masalah Ahok, masih banyak hal-hal lain yang lebih penting di daerah yang mesti kita pikirkan bersama. “ lebih baik kita mendukung program Bupati Bandung, dalam membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik lagi, dari pada memikirkan hal yang lain yang belum tentu ada manfaatnya” katanya.
“Karena proses hukum sudah berjalan, biarkan saja kepolisian melakukan tugasnya, tidak perlu kita mengerahkan massa untuk berunjuk rasa ke Jakarta, karena dalam melakukan unjuk rasa pun ada aturannya, jangan sampai kita warga Kabupaten Bandung yang tidak tahu menahu ikut berunjuk rasa malah ditahan melanggar aturan berunjuk rasa itu sendiri” tambah AKBP Nazly seraya memperlihatkan maklumat Kapolda Metro Jaya, tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.
Masih dalam kesempatan yang sama, Danramil 0912 Soreang, Mayor Tri Harbusania, SE.,MM., menyampaikan amanat Dandim 0609 Cimahi yang pada kesempatan tersebut berhalangan hadir, mengungkapkan segala gejolak yang terjadi di negara ini, bisa mengancam keutuhan NKRI, termasuk salah satunya adanya isu sara yang terjadi di DKI Jakarta, menurut peta dan kacamata TNI ada ancaman yang lebih penting untuk diketahui, yakni ancaman dari pihak luar atau asing, bahkan terjadi pula ancaman yang tidak terlihat. “Seperti halnya perang di media sosial, yang menyebarkan isu-isu sara dan bahkan tak kurang menimbulkan gejolak diantara masyarakat yang mengancam keutuhan NKRI.” Ungkap Mayor Tri.
Maka dari itu, lanjut Mayor Tri, mengatakan agar kita waspada jangan sampai terpancing isu-isu yang menimbulkan perpecahan” tambahnya.
Sementara itu Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung H. Yayan Hasuna Hudaya, mengatakan ketika adanya isu perpecahan yang menimbulkan gejolak seperti ini, baiknya kita bersatu antara ulama dan umaro, bukan hanya mempermasalahkan adanya isu sara yang menistakan agama, karena dalam ayat lain pun dijelaskan taatilah Alloh dan Rasulmu dan ulil amri, dan ulil amri disini bisa diartikan pemimpin yaitu pemerintah, maka taatilah, barang siapa mentaati pemimpin maka berarti mentaati Alloh dan Rasul-Nya.
“Kita pun harus menghargai proses hukum yang sedang berjalan, maka diharapkan warga bersikap tenang jangan sampai terpancing untuk berbuat aksi rusuh” tambah H. Yayan sekaligus menyampaikan amanat dan himbauan MUI Pusat dan menutup acara tersebut dengan berdo’a bersama.(As/Diew)

OKNUM RA WIGANDA NGAKU KETUA CABANG ENTJEH SITI AMINAH (OSAH) ALIAS JUSTINA REIGENT JOHN HENRY VAN BLOOMESTEIN

      Menurut H. Carsana (H. E Mukti) selaku pihak yang ditipu dan dirugikan beserta rekan-rekannya kini
menunggu pertanggungjawaban oknum tersebut dan kroni-kroninya yang menjalankan atau melanjutkan oknum tersebut dengan cara dan dalih memperlihatkan Peta yang didapat dari musium negara. Hal ini merupakan pencemaran yayasan dan menjual-belikan hak negara.
Masih menurut H. Carsana (H. E Mukti) kerugian tersebut diatas berdasarkan fakta kwitansi bermaterai sampai milyaran.
Adapun daerah-daerah yang dirugikan meliputi Kabupaten Cianjur titik lokasi Bojong Kicung, Kabupaten Bandung Paranggong dan Cipatat. (TIM)

Senin, 10 Oktober 2016

BARISAN MASYARAKAT WARTAWAN (BMW) KABUPATEN BANDUNG ADAKAN SEMINAR 4 PILAR KEBANGSAAN DAN DISKUSI PUBLIK DALAM MENYIKAPI ISU KABANGSAAN

Seluruh Insan PERS yang tergabung dalam Organisasi BMW Jawa Barat usai melaksanakan seminar 4 Pilar Kebangsaan dan Diskusi Publik Dalam Menyikapi Isu Kebangsaan
Ketua Umum BMW Jawa Barat Agus Taufik (Ovos) dalam sambutannya di hadapan internal anggota dan tamu undangan lainnya yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung, selaku yang mewakili Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH.,SIP.,M.IPol, di hadiri oleh Kabid Poldagri dan Pembinaan Organisasi Dadang Hermawan, S.IP., Kasubid Pembinaan Organisasi Asep Sujana, SP.
Agus Taufik mengungkapkan "Kini BMW telah berbadan hukum dengan nomor SK Menteri Kehakiman dan HAM RI Tanggal 28 Desember 2012 No. AHU525.AH.02.01 Tahun 2012.


Dengan segala kelancarannya kegiatan ini tidak terlepas dari izin-Nya Allah Swt. Dan dukungan serta respon semua pihak sehingga terlaksana. Tidak ketinggalan tokoh senior wartawan selaku Ketua Umum Palapa Wawan Kurniawan dan dari PWI Jawa Barat M. Rahmat, dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung Bidang Politik Dadang Hermawan, S.Ip., Kasubid Bidang Organisasi Asep Sujana, SP. Menurut Bidang Politik Dadang Hermawan, S.Ip., organisasi atau ormas yang terdaftar ada 539 namun yang registrasi ulang hanya 40%. Dalam kesempatan ini Dadang mengajak pada semua pihak terkait terutama ormas agar bermitra dengan pemerintah sesuai tupoksinya masing-masing yang bersifat balance. Begitu pula dengan insan pers yang berada di Kabupaten Bandung diharapkan bersikap netral 1. Bidang ideologi, 2. Kewaspadaan, 3. Politik. Selanjutnya dari PWI Jabar M. Rahmat sebagai narasumber mengungkapkan tentang jurnalis adalah penulis jadi kesimpulannya wartawan bukan penyidik tetapi pewarta diantaranya menginformasikan tentang sosial dan hukum, turut serta menciptakan kepemerintahan yang positif dan yang paling penting tidak menimbulkan gesekan dengan semua pihak.
Masih M. Rahmat, senada apa yang ia sampaikan bahwa wartawan bukan selaku penyidik namun penulis kendati ada yang bersifat mempublikasinkan tentang aparatur harus dengan hasil akhir dari yang berwenang.(Asdar/Haw)
Mewakili Peserta, Hadi Waskita dan Hugo saat menerima kartu peserta seminar secara simbolik sebagai tanda dibukanya seminar oleh Kasi Poldagri Kesbangpol Kabupaten Bandung Dadang Hermawan, S.IP.

 

Kamis, 23 Juni 2016

SMPN 3 SOREANG SIAP LAKSAKAN PPDB SMP 27-30 JUNI 2016

       SMP Negeri 3 Soreang dalam waktu dekat ini akan melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk semua jenjang pendidikan SMP khususnya di SMPN 3 Soreang, Pada Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 27 – 30 juni 2016. Dan untuk pengumuman di terima atau tidaknya, akan di umumkan pada tanggal 02 Juni 2016, dan selanjutnya bagi calon siswa yang diterima akan melakukan daftar ulang setelah tanggal hasil pengumuman tersebut, untuk melengkapi dokumen yang harus dilengkapi.
SMPN 3Soreang Jl. Gunung Bubut - Soreang Km.3

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan beberapa jalur di antaranya jalur prestasi, jalur lokal, jalur umum melalui jalur seleksi khusus.



Drs.Erawan Wibisana M.Si Kepala SMPN 3 Soreang


Kepala SMPN 3 Soreang   Jl. Gunung Bubut - Soreang,   Drs.H Erawan Wibisana M.Si menghimbau kepada masyarakat yang tinggal diwilayahnya  yang memiliki anak yang telah lulus SD di harapkan agar segera memotifasi anaknya untuk mendaftarkan masuk sekolah dan sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak bersekolah. Karena pemerintah telah menyediakan program Indonesia Pintar ( PIP ) dan di buktikan dengan menyertakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tentunya diharapkan sesuai dan tepat sasaran.
Drs.Erawan Wibisana M.Si Menegaskan dalam rangka mensukseskan Wajib Belajar, Ia siap untuk menerima siswa lulusan SD di wilayahnya, jangan sampai ada lulusan SD diwilayahnya yang tidak melanjutkan sekolah, apapun itu Alasannya pihaknya akan mengkondisikan dengan ketentuan dan peraturan yang ada.

Hal senada pernah juga di ungkapkan  Ka. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bandung DR. H. Juhana M.Mpd,  Yang melihat jumlah angka usia sekolah SMP bila dikalikan 5 % itu kan cukup banyak mungkin ribuan anak tidak meneruskan sekolah ke jenjang pendidikan SMP walaupun persentase kecil namun angka absolutnya cukup tinggi dari jumlah anak yang tidak meneruskan sekolah, sebagai tindak lanjut  pada Sosialisasi PPDB yang dibuka Bupati Bandung H. Dadang M. Naser yang diwakili Sekretaris Daerah Kab. Bandung, H. Sopian Nataprawira, dalam membacakan sambutan Bupati Bandung yang dihardiri  para camat, kepala Desa agar nantinya bisa disosialisasikan ke tingkat RT/RW yang lalu pada awak media.

Kadisdikbud berharap nantinya ada satuan kerja yang ikut andil diharapkan melakukan sweping di daerah untuk anak yang berada diusia sekolah jangan sampai anak usia sekolah berada ditempat kerja, di kebun, apapun alasanya anak tersebut tidak sekolah, kalau anak usia sekolah sudah dilatih dan diperkenalkan dengan uang ini akan menjadi salah satu indikator dan pemicu menurunnya semangat bersekolah dan untuk belajar.  krd

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls